
INFOSENTULCITY.ID – Kebakaran di tempat pembuangan akhir (TPAS) Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, memasuki hari kedelapan pada Senin, 14 September 2026. Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan upaya pemadaman dan pendinginan perlu dipercepat agar kawasan kembali aman sebelum agenda besar pemerintah daerah pada 17 September 2026.

Pada tanggal tersebut, Pemkab Bogor dijadwalkan menggelar groundbreaking Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL), sekaligus groundbreaking teknologi pirolisis untuk mengolah sampah menjadi bahan bakar minyak. Rudy berharap proses penanganan kebakaran di Galuga bisa tuntas sebelum momentum pembangunan sistem pengelolaan sampah dimulai.
Rudy Susmanto menyampaikan lokasi groundbreaking berada tepat di pintu masuk TPAS Galuga. Karena itu, ia mengaitkan percepatan penanganan kebakaran dengan kebutuhan agar pelaksanaan acara berjalan lancar dan tidak terganggu kondisi lapangan yang masih terdampak api.
Harapannya, sebelum 17 September semua titik yang masih bergejolak sudah benar-benar padam. Ia juga menilai waktu yang tersisa harus dimanfaatkan untuk memastikan proses pendinginan tidak hanya memadamkan api, tetapi juga menekan potensi bara yang kembali menyala.

Rudy menyebut penanganan kebakaran menunjukkan progres signifikan hingga hari kedelapan. Pada awalnya luasan yang sempat terdampak mencapai 8,4 hektare, namun kondisi terkini menyisakan sekitar 1,4 hektare di wilayah utara.
Selain itu, masih ada titik yang perlu ditangani di wilayah timur dengan luas sekitar 1.000 meter persegi. Sementara itu, area pembuangan sampah di bagian selatan disebut sudah tuntas ditangani, sehingga fokus operasi diarahkan pada sisa titik yang masih menyala atau masih berpotensi menghasilkan panas yang sulit dikendalikan.
Dalam upaya pemadaman, tim gabungan bekerja nonstop 24 jam. Rudy menyebut keterlibatan sejumlah unsur, termasuk pemadam kebakaran (Damkar), BPBD, PMI, DLH, TNI-Polri, serta pemerintah kota dan pemerintah kabupaten, dan pihak terkait lainnya.
Untuk mendekatkan sumber air ke titik api, tim gabungan juga membuat embung air di tengah kawasan TPAS Galuga. Air dialirkan menggunakan mesin Alkon, terutama untuk wilayah timur yang disebut sulit dijangkau mobil pemadam. Langkah ini dinilai penting karena distribusi air menjadi faktor penentu dalam proses pemadaman dan pendinginan, khususnya pada area yang aksesnya terbatas.
Rencana groundbreaking pada 17 September menjadi bagian dari harapan baru bagi pengelolaan sampah di wilayah Bogor bagian barat. Rudy menekankan bahwa pengelolaan TPAS ke depan tidak hanya berorientasi pada penanganan sampah harian, tetapi juga diarahkan pada pemanfaatan sampah sebagai sumber energi.
Untuk skema pengolahan sampah menjadi energi listrik, Rudy menyebut pengerjaan akan dilakukan melalui kerja sama dengan Huaming Group dari China. Sementara pengembangan teknologi pirolisis, yaitu proses mengolah sampah menjadi bahan bakar minyak, dilakukan melalui kolaborasi dengan Mabes TNI.
Rangkaian agenda tersebut membuat kondisi TPAS Galuga perlu segera dipulihkan. Rudy berharap kebakaran tidak menghambat perubahan sistem pengelolaan sampah yang direncanakan, terutama di area yang akan menjadi lokasi pelaksanaan groundbreaking.
Operasi penanganan diarahkan agar seluruh titik api benar-benar padam dan kawasan Galuga kembali aman. Dengan sisa luasan yang masih teridentifikasi di utara serta area timur, tim gabungan terus melakukan pemadaman dan pendinginan agar tidak muncul penyalaan ulang dari bara atau material yang masih menyimpan panas.
Targetnya, penanganan kebakaran dapat diselesaikan lebih cepat sehingga TPAS Galuga siap menghadapi agenda perubahan pengelolaan sampah pada 17 September 2026.






Tidak ada komentar