
Kejuaraan Cabang (Kejurcab) Olahraga Baris Berbaris tingkat Kabupaten Bogor Tahun 2026 diikuti 85 tim dari berbagai wilayah di Kabupaten Bogor. Ajang ini menjadi perhatian karena bukan sekadar lomba gerakan, melainkan juga wahana pembinaan minat, bakat, serta pembentukan karakter generasi muda lewat disiplin dan kerja sama.

Kejuaraan baris-berbaris tersebut dibuka Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bogor, Asnan, yang hadir mewakili Bupati Bogor Rudy Susmanto. Pembukaan berlangsung pada Rabu, 23 September 2026, dan mengusung pesan agar peserta memaknai kompetisi sebagai proses belajar yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan 85 tim yang mendaftar dan ikut bertanding, Kejurcab Baris-Berbaris 2026 mempertemukan berbagai kelompok dari wilayah berbeda di Kabupaten Bogor. Skala peserta seperti ini biasanya menuntut konsistensi latihan, kesiapan fisik, serta kemampuan mengatur formasi secara presisi sesuai instruksi pelatih.
Dispora menempatkan olahraga baris-berbaris sebagai kegiatan yang manfaatnya melebar ke aspek pembinaan. Dalam pandangan penyelenggara, latihan baris-berbaris tidak berhenti pada teknik langkah dan kekompakan saat berada dalam barisan, tetapi juga membentuk cara berpikir peserta untuk lebih tertib, terukur, dan bertanggung jawab.

Asnan menekankan bahwa baris-berbaris memberikan pelajaran yang bisa dipraktikkan di keseharian. Ia menyebut olahraga ini bukan hanya tentang gerakan, melainkan juga tentang latihan disiplin, kesabaran, dan kebiasaan untuk terus bergerak serta memberikan dampak positif.
Menurutnya, proses pembentukan karakter berjalan melalui rutinitas latihan yang menuntut ketepatan. Ketika anggota tim harus menyesuaikan langkah dengan tempo dan komando, mereka belajar menahan ego, menghargai peran masing-masing, serta memahami bahwa keberhasilan tim ditentukan oleh konsistensi seluruh anggota.
Ia juga menyoroti bahwa kekompakan tidak muncul begitu saja. Kekompakan terbentuk saat setiap peserta menjalankan tugasnya dengan baik dan saling mendukung, termasuk ketika menghadapi evaluasi dan koreksi saat latihan maupun saat lomba berlangsung.
Dalam olahraga baris-berbaris, setiap anggota memiliki peran yang saling terhubung. Perubahan kecil pada satu posisi dapat memengaruhi keselarasan formasi, sehingga peserta dituntut memahami tanggung jawabnya terhadap tim.
Aspek ini membuat kejuaraan menjadi ruang pembelajaran yang nyata. Peserta tidak hanya dinilai dari penampilan saat berada di lapangan, tetapi juga dari kesiapan untuk mematuhi komando, menjaga ritme, dan menjaga kualitas gerakan secara serempak.
Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dispora terus mendorong terselenggaranya kegiatan kepemudaan dan olahraga sebagai ruang bagi anak muda untuk mengembangkan kemampuan. Kejurcab baris-berbaris menjadi salah satu bentuk upaya tersebut, karena menggabungkan unsur kompetisi dengan proses pembinaan yang berkelanjutan.
Melalui kejuaraan, peserta diharapkan dapat menunjukkan potensi sekaligus memperoleh pengalaman berkompetisi secara positif. Pengalaman seperti ini penting untuk membangun mental bertanding, menerima evaluasi, dan memupuk semangat untuk memperbaiki latihan di periode berikutnya.
Kejurcab Baris-Berbaris 2026 juga ditempatkan sebagai bagian dari pembinaan generasi muda di Kabupaten Bogor agar memiliki karakter disiplin, bertanggung jawab, serta mampu bekerja sama mencapai tujuan bersama. Nilai-nilai tersebut relevan dengan kebutuhan pembinaan di luar lapangan, karena membentuk kebiasaan tertib yang bisa terbawa dalam aktivitas sekolah maupun kehidupan sehari-hari.
Dengan adanya 85 tim yang berpartisipasi, ajang ini sekaligus memperlihatkan perhatian terhadap pembinaan olahraga tradisional yang menekankan ketertiban dan solidaritas. Peserta dari berbagai wilayah berkesempatan menunjukkan kemampuan, sementara penyelenggara mendapatkan gambaran perkembangan pembinaan cabang baris-berbaris di tingkat kabupaten.






Tidak ada komentar