Kajian di Alam Hybrid MHJA di Leuwisadeng Bogor, 39 Peserta Ikuti Retret

3 menit membaca View : 7
Abdul Halim
Bogor, News - 14 Sep 2026

INFOSENTULCITY.ID – Kajian di alam bertema “Sejenak, Kita Pulang, Intimate Camp & MHJA Online” digelar Kampoong Ecopreneur di Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor, pada 11-12 September 2026. Kegiatan ini diikuti 39 peserta dari berbagai daerah, termasuk Jambi, Jember, Indramayu, serta sejumlah wilayah lainnya, dengan format hybrid yang memadukan sesi daring dan luring.

Berbeda dari pola kajian MHJA yang selama ini lebih banyak berlangsung lewat Zoom dengan peserta bisa mencapai lebih dari 1.000 orang, acara kali ini dirancang sebagai retret berkemah. Peserta hadir langsung sejak Jumat malam hingga Sabtu siang di area Kampoong Ecopreneur untuk mengikuti rangkaian kajian, refleksi, dan sesi pendalaman yang berfokus pada ketenangan hati.

Kajian MHJA hybrid di Leuwisadeng, retret berkemah mulai Jumat malam

Pendiri Yayasan Kampoong Ecopreneur, Jamil Azzaini, menyebut kajian di alam ini sebagai terobosan baru bagi komunitas MHJA. Ia menjelaskan, konsep hybrid sengaja dipilih agar peserta yang berada di luar lokasi tetap dapat mengikuti, sementara peserta yang hadir langsung mendapatkan pengalaman retret yang lebih intens.

Dalam pelaksanaannya, peserta yang datang langsung mengikuti suasana berkemah dan mengikuti alur kegiatan dari malam hingga pagi. Aktivitas tidak berhenti pada sesi ceramah, melainkan juga memberi ruang untuk merenung melalui praktik journaling serta pendampingan yang diarahkan pada proses muhasabah.

Journaling dan Quranic Healing untuk refleksi serta muhasabah

Selain kajian keagamaan, peserta menjalani journaling sebagai sarana refleksi. Kegiatan ini dimaksudkan untuk membantu peserta menata kembali pikiran dan perasaan, lalu menuliskan hal-hal yang ingin diperbaiki dalam diri. Setelah proses refleksi, acara dilanjutkan dengan sesi Quranic Healing yang menekankan ketenangan hati melalui Al-Qur’an.

Pada sesi Quranic Healing, Ustazah Sofie Beatrix mengajak peserta memejamkan mata dan memikirkan persoalan berat yang sedang dihadapi. Peserta kemudian diarahkan membuka Al-Qur’an, memilih salah satu ayat secara acak, lalu membaca serta merenungkan maknanya sebagai petunjuk menghadapi situasi hidup.

Materi retret: memperbaiki hubungan dan cara merespons keadaan

Kajian perdana “Sejenak, Kita Pulang” dibuka pada Jumat malam oleh Ustaz Aris Ahmad Jaya. Dalam materinya, Aris menekankan pentingnya memperbaiki hubungan dengan Allah SWT, orang tua, dan sesama manusia. Ia memandang upaya memperbaiki relasi tersebut sebagai bagian dari ikhtiar menjemput rezeki.

Aris juga mengingatkan peserta untuk memusatkan perhatian pada hal-hal yang masih bisa dikendalikan, termasuk cara merespons perlakuan orang lain. Ia menggarisbawahi bahwa membalas keburukan dengan kebaikan merupakan salah satu langkah menjaga arah hidup tetap positif, bukan sekadar meredam konflik sesaat.

“The Art of Surrender”, berserah bukan berarti kehilangan harapan

Pada Sabtu pagi, Jamil Azzaini menyampaikan kajian bertajuk “The Art of Surrender, Sejenak Kita Pulang”. Ia menjelaskan bahwa berserah diri tidak sama dengan menyerah karena hilang harapan. Berserah, menurutnya, berarti tetap berusaha mencari jalan terbaik tanpa memaksakan keadaan berjalan sesuai kehendak manusia.

Dengan cara pandang itu, retret dirancang agar peserta tidak hanya mendapatkan pengalaman spiritual selama dua hari, tetapi juga membawa praktik berpikir dan sikap yang bisa diterapkan setelah kegiatan selesai. Suasana alam dimanfaatkan sebagai jeda dari rutinitas, sehingga peserta punya ruang untuk mengatur ulang fokus dan arah kehidupan.

Komunitas MHJA bertemu langsung, kelebihan infak untuk Tahfidz Ecopreneur

Kegiatan ini juga menjadi momentum bagi anggota komunitas MHJA untuk bertemu dan berinteraksi secara langsung. Kehadiran sejumlah ustaz dan ustazah, termasuk Jamil Azzaini, Sofie Beatrix, dan Ustaz Aris Ahmad Jaya, turut menghadirkan ruang tanya jawab yang membuat peserta lebih aktif mengikuti rangkaian acara.

Retret dirancang sebagai kegiatan berkelanjutan bagi komunitas MHJA. Jamil menyebut kelebihan infak peserta nantinya dimanfaatkan untuk mendukung operasional Tahfidz Ecopreneur. Program ini sekaligus terkait upaya Kampoong Ecopreneur menghimpun donasi sebesar Rp45 miliar dalam kurun waktu dua tahun.

Antusiasme peserta terlihat dari kehadiran Aisyah, warga Bogor berusia 80 tahun. Ia mengaku senang bisa mengikuti retret tersebut karena merasa diajak untuk terus belajar, sekaligus mendapatkan suasana yang berbeda dari kajian konvensional.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x