Danone Indonesia dan Kampus Bisnis Umar Usman buka peluang UMKM Bogor ikut Damping Awards

4 menit membaca View : 6
Abdul Halim
Bogor, News - 14 Sep 2026

INFOSENTULCITY.ID – Danone Indonesia bersama Kampus Bisnis Umar Usman membuka kesempatan bagi wirausaha Kota Bogor untuk bergabung dalam program Damping Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Program ini dirancang untuk membantu pelaku usaha lokal agar bisa berinovasi, memperkuat kapasitas, dan berpeluang naik kelas melalui pendampingan berbasis pengetahuan serta akses sumber daya.

Dalam skema Damping UMKM Awards, UMKM peserta akan dijaring dan diapresiasi berdasarkan kreasi, inovasi, dan dampak usahanya. Direktur Komunikasi Danone Indonesia, Arief Mujahiddin, menyebut Wali Kota Bogor akan menjadi salah satu dewan juri untuk penghargaan khusus bagi UMKM Kota Bogor, yang direncanakan digelar pada akhir tahun, tepatnya November 2026.

Program Damping UMKM: dorong inovasi hingga naik kelas

Komitmen pendampingan ini tidak berhenti pada pemberian materi. Peserta yang telah mengikuti pembinaan akan diuji melalui tahapan presentasi, di mana mereka memaparkan progres dan perkembangan usaha. Setelah itu, peserta dikompetisikan dan dinilai oleh dewan juri yang mengkurasi hasil pembinaan, termasuk aspek yang berkaitan dengan pengelolaan usaha.

Arief Mujahiddin menjelaskan bahwa harapannya, UMKM bisa naik kelas bukan hanya dari sisi omzet, melainkan juga dari pengetahuan, manajemen, pengelolaan keuangan, serta kemampuan membangun jejaring. Dengan pendekatan seperti ini, program berupaya mendorong perubahan yang lebih menyeluruh, dari cara menjalankan bisnis sampai strategi bertumbuh.

Damping UMKM Awards, ada kategori boga dan nonboga

Dalam proses kurasi dan penilaian, UMKM yang akan ikut dinilai mencakup sektor boga dan nonboga, atau yang populer disebut kuliner dan nonkuliner. Pembagian ini penting karena kebutuhan pembinaan tiap jenis usaha sering kali berbeda, misalnya terkait pengembangan produk, standar layanan, hingga strategi pemasaran.

Arief menambahkan bahwa Damping UMKM Awards merupakan penghargaan untuk pelaku UMKM di seluruh Indonesia yang mengikuti program pembinaan. Untuk Kota Bogor, terdapat penghargaan khusus, sehingga pelaku usaha lokal memperoleh ruang untuk menunjukkan capaian mereka di tingkat kota sekaligus berpotensi masuk pengakuan yang lebih luas.

Timeline program: mulai awal September, penghargaan November 2026

Secara tahapan, program Damping telah berjalan sejak awal September 2026. Setelah proses pembinaan berlangsung, Damping UMKM Awards direncanakan berlangsung pada akhir tahun, pada bulan November 2026. Tahap presentasi progres dan penilaian oleh dewan juri menjadi penanda fase akhir dari rangkaian pembinaan, sekaligus momen bagi UMKM untuk memperlihatkan hasil yang sudah dicapai.

Dengan jadwal tersebut, pelaku UMKM yang berminat perlu menyiapkan data perkembangan usaha secara rapi, termasuk perkembangan produk, strategi penjualan, hingga pembenahan manajemen. Semakin terstruktur presentasi progres, semakin mudah bagi tim penilai melihat kemajuan yang terjadi selama masa pendampingan.

Peran Wali Kota Bogor: dukung jejaring dan penguatan City of Gastronomy

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyatakan kerja sama ini dapat mendukung berbagai program pengembangan UMKM di Kota Bogor. Ia menyoroti peluang yang selaras dengan pembinaan pedagang kaki lima (PKL) serta penguatan konsep Bogor sebagai City of Gastronomy.

Dedie meminta Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perdagangan dan Perindustrian (Dinkukmdagin) Kota Bogor untuk memberikan motivasi kepada para pelaku UMKM agar dapat berpartisipasi dalam program tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi kesempatan UMKM Kota Bogor untuk berjejaring dan bertemu dengan pelaku usaha dari berbagai kota di Indonesia.

Kenapa program ini relevan bagi UMKM Bogor

Bagi pelaku usaha kecil, tantangan yang sering muncul bukan hanya soal modal, tetapi juga cara mengelola keuangan, meningkatkan kualitas manajemen, dan memperluas jaringan pasar. Program Damping menargetkan aspek-aspek tersebut melalui pembinaan yang berujung pada kompetisi, sehingga UMKM terdorong untuk menunjukkan hasil nyata, bukan sekadar mengikuti kegiatan secara pasif.

Di sisi lain, adanya kurasi untuk kategori kuliner dan nonkuliner membuat UMKM memiliki ruang yang lebih setara untuk menunjukkan keunikan usaha. Kota Bogor sendiri dikenal memiliki ekosistem kuliner yang kuat, sehingga pembinaan pada sektor boga dapat mempercepat peningkatan daya saing produk, sementara nonboga dapat memperluas peluang bagi pelaku usaha di luar produk makanan.

Dengan Wali Kota Bogor yang terlibat sebagai dewan juri pada penghargaan khusus UMKM Kota Bogor, proses penilaian juga berpotensi memberi sinyal bahwa pemerintah daerah memberi perhatian pada kualitas pertumbuhan UMKM, termasuk kemampuan membangun jejaring dan memperkuat tata kelola usaha.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x