Harga cabai rawit merah di Pasar Jumat Cibitung Bogor naik jadi Rp70 ribu

3 menit membaca View : 11
Abdul Halim
Ekonomi, News - 08 Sep 2026

INFOSENTULCITY.ID – Harga cabai rawit merah di Pasar Jumat, Desa Cibitung, Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor mengalami kenaikan tajam dalam beberapa hari terakhir. Pedagang setempat menyebut harga yang semula sekitar Rp40 ribu per kilogram kini sudah mencapai Rp70 ribu per kilogram, sehingga belanja harian warga turut ikut terpengaruh.

Kenaikan ini dirasakan langsung di lapak pedagang pada Selasa (8/9/2026). Salah satu pedagang, Faqih, mengatakan lonjakan terjadi karena pasokan dari pemasok atau distributor berkurang, membuat ketersediaan di tingkat pasar menjadi lebih terbatas. Saat stok menipis, harga eceran cenderung cepat naik karena permintaan tetap berjalan.

Pasokan berkurang, harga cabai rawit melonjak di tingkat eceran

Faqih menjelaskan perubahan harga berlangsung cukup cepat. Jika sebelumnya cabai rawit merah bisa dibeli dengan kisaran Rp40 ribu per kilogram, kini pembeli harus membayar Rp70 ribu untuk jumlah yang sama. Perbedaan harga tersebut terasa besar bagi pedagang maupun pelanggan yang selama ini sudah membangun pola belanja rutin.

Menurut pengamatan di lapangan, keterbatasan pasokan membuat pedagang harus menyesuaikan harga jual agar tetap bisa memenuhi kebutuhan operasional. Dalam kondisi seperti ini, pedagang biasanya tidak bisa banyak menahan stok terlalu lama, karena biaya perputaran barang dan risiko kualitas cabai yang berubah juga ikut menjadi pertimbangan.

Dampak ke pembelian warga dan pelaku usaha kuliner

Kenaikan harga cabai rawit tidak hanya berdampak pada pedagang, tetapi juga mengubah kebiasaan belanja masyarakat. Faqih menyebut sejumlah pelanggan memilih mengurangi jumlah pembelian demi menekan pengeluaran harian. Jika biasanya pelanggan membeli satu kilogram, kini sebagian memilih setengah kilogram saja.

Perubahan volume belanja ini terlihat dari cara pembeli menawar jumlah, bukan sekadar menanyakan harga. Ada pelanggan yang lebih memilih menyesuaikan porsi agar kebutuhan rumah tangga tetap terpenuhi, sementara anggaran tidak membengkak. Di sisi lain, sebagian warga yang memiliki usaha kuliner juga terpaksa memangkas porsi pembelian cabai agar modal harian tetap bisa dikelola.

Ekonomi pasar bergeser, pedagang berharap pasokan kembali normal

Ketika harga cabai rawit terus bergerak naik, efeknya merembet ke berbagai aktivitas perdagangan di pasar. Pedagang di Pasar Jumat Cibitung berharap pasokan cabai dari pemasok kembali normal sehingga harga di tingkat eceran dapat kembali stabil. Stabilitas harga penting karena dapat mengurangi tekanan pada daya beli masyarakat dan membantu pelaku usaha menghitung biaya produksi dengan lebih pasti.

Harapan tersebut juga sejalan dengan kebutuhan pelanggan yang ingin harga tidak terlalu membebani. Bagi pedagang, harga yang terlalu tinggi berpotensi menurunkan transaksi, sedangkan bagi pembeli, lonjakan harga dapat membuat kebutuhan bumbu dapur menjadi prioritas yang harus disesuaikan.

Perubahan harga cabai rawit, sinyal dari rantai pasok

Lonjakan dari Rp40 ribu ke Rp70 ribu per kilogram menjadi sinyal bahwa rantai pasok komoditas cabai sedang mengalami gangguan. Saat pasokan berkurang, pasar akan lebih cepat merespons melalui kenaikan harga, terutama pada komoditas yang memiliki peran besar dalam kebutuhan memasak sehari-hari.

Bagi warga sekitar Pasar Jumat, kondisi ini membuat mereka perlu menyesuaikan pola belanja, sementara pedagang menunggu ketersediaan kembali. Sampai pasokan membaik, harga cabai rawit merah berpotensi tetap menjadi faktor utama yang menentukan seberapa besar pengeluaran harian masyarakat dan besaran belanja di lapak-lapak pasar.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x