
Hanin Dhiya tampil sebagai pengisi hiburan pada Metropolitan Awards 2026 di Hotel Harris Cibinong City Mall (CCM), Kabupaten Bogor, pada Jumat, 16 Agustus 2026 malam. Penyanyi jebolan Rising Star Indonesia itu membawakan beberapa lagu sekaligus mengajak tamu undangan bernyanyi bersama, menjadikan acara penghargaan terasa lebih hangat dan meriah.

Dalam penampilannya, Hanin Dhiya juga menyelipkan pesan sosial kepada para hadirin, termasuk ajakan untuk mendoakan saudara-saudara yang terdampak kebakaran hutan dan lahan atau karhutla. Ia berharap, di tengah suasana perayaan, kepedulian terhadap musibah yang sedang berlangsung tetap terjaga, baik melalui doa maupun perhatian terhadap kondisi di lapangan.
Acara Metropolitan Awards 2026 berlangsung di Hotel Harris Cibinong City Mall, sebuah lokasi yang berada di kawasan Cibinong, Kabupaten Bogor. Kehadiran Hanin Dhiya menjadi salah satu momen yang ditunggu, karena ia tidak hanya menyanyikan lagu-lagu yang dikenal luas, tetapi juga berhasil membangun interaksi dengan penonton.
Hanin Dhiya membawakan empat lagu dalam rangkaian penampilannya. Di awal penampilan, ia menyanyikan Tanah Airku ciptaan Ibu Soed dan Indonesia Pusaka karya Ismail Marzuki. Pemilihan lagu-lagu bernuansa nasionalisme ini membuat suasana pembuka terasa khidmat, sebelum beralih ke bagian yang lebih mengajak hadirin ikut bernyanyi.
Setelah menyampaikan nuansa awal melalui lagu-lagu berakar pada identitas kebangsaan, Hanin Dhiya melanjutkan dengan Roman Picisan yang dipopulerkan Dewa 19 serta Cinta Ini Membunuhku karya D’Massiv. Pada bagian-bagian tertentu, ia mendorong suasana agar lebih hidup, sehingga tamu undangan tidak hanya mendengarkan, tetapi ikut larut dalam lantunan syair yang mereka kenal.
Interaksi itu tampak saat ia mengajak para hadirin bernyanyi bersama, termasuk pada lagu Cinta Ini Membunuhku. Bahkan, Hanin tidak ragu turun dari panggung untuk mengundang salah satu tamu tampil bersama. Langkah ini membuat momen hiburan menjadi lebih personal, karena peserta yang diajak tampil memperoleh pengalaman langsung di tengah acara penghargaan.
Di luar urusan panggung, Hanin Dhiya menyampaikan pesan yang menekankan kepedulian sosial. Ia mengajak seluruh tamu undangan untuk mendoakan saudara yang terdampak karhutla. Ajakan ini disampaikan dengan nada reflektif, seolah mengingatkan bahwa kebahagiaan acara tidak seharusnya menghapus perhatian pada musibah yang dialami banyak pihak.
Hanin menekankan harapannya agar kondisi para korban karhutla segera membaik. Pesan tersebut relevan dengan situasi bencana yang kerap muncul pada musim tertentu, ketika kabut asap dan dampak kesehatan maupun aktivitas ekonomi masyarakat dapat terasa hingga wilayah yang lebih luas. Dengan menyisipkan doa pada acara penghargaan, panitia dan pengisi acara memperlihatkan bahwa unsur hiburan bisa berjalan seiring dengan empati sosial.
Sebelum sesi bernyanyi lebih lanjut, Hanin sempat memberikan ucapan selamat kepada para pemenang Metropolitan Awards 2026. Ia menyampaikan apresiasi kepada para penerima penghargaan yang, menurutnya, turut menginspirasi masyarakat untuk melakukan hal-hal baik bagi sesama.
Dalam konteks acara penghargaan, dukungan semacam ini biasanya bertujuan memperkuat makna penghargaan itu sendiri. Bukan sekadar simbol kemenangan, tetapi juga dorongan agar penerima penghargaan terus memberi dampak positif, baik pada komunitas maupun lingkungan yang lebih luas. Dengan penguatan pesan tersebut, hiburan yang dibawakan menjadi bagian dari rangkaian narasi acara, bukan elemen terpisah.
Menjelang akhir rangkaian penampilan, Hanin Dhiya menyampaikan informasi terkait karya yang ia bawakan. Ia menyebut lagu Cinta Ini Membunuhku sebagai karya dari grup ikonik D’Massiv, dan menyatakan bahwa tahun ini ia “recycle” lagu tersebut. Istilah recycle dalam konteks pertunjukan biasanya dimaknai sebagai upaya meramu ulang materi lama agar tampil segar, namun tetap mengikat pada daya tarik aslinya.
Hanin juga menyampaikan bahwa ia berharap hadirin dapat menikmati karya terbarunya. Pernyataan ini memberi sinyal bahwa ia sedang menyiapkan atau merancang pembaruan materi untuk penonton, sekaligus menunjukkan cara seniman menjaga hubungan dengan lagu-lagu yang sudah dikenal luas, tanpa kehilangan identitas musikalnya.
Rangkaian penampilan Hanin di Metropolitan Awards 2026 berakhir dengan suasana yang tetap hangat, karena interaksi langsungnya dengan tamu dan pesan sosial yang disampaikan memberi warna berbeda bagi acara penghargaan di Kabupaten Bogor malam itu.






Tidak ada komentar