
INFOSENTULCITY.ID – Warga Desa Tugujaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, digegerkan dengan penemuan 81 munisi mortir yang diduga masih aktif. Temuan itu muncul saat pekerja melakukan penggalian tanah untuk persiapan pembangunan Turap Penahan Tanah (TPT) pada Rabu, 22 September 2026, di Kampung Sukamanah, RT 02, RW 10.

Insiden ini berawal ketika proses penggalian berlangsung dan sejumlah pekerja menemukan benda asing yang mengarah pada munisi mortir. Karena berpotensi membahayakan, para pekerja tidak melakukan tindakan lebih lanjut, melainkan segera melaporkan temuan tersebut kepada Pemerintah Desa Tugujaya, lalu diteruskan kepada aparat keamanan. Setelah informasi diterima, tim TNI dari Detasemen Peralatan (Denpal) III/1 Bogor dikerahkan untuk melakukan evakuasi.
Kepala Desa Tugujaya, M. Rifky Fadillah, menjelaskan bahwa penemuan tersebut terjadi pada saat pekerjaan penggalian tanah untuk kebutuhan TPT. Lokasi tepatnya berada di Kampung Sukamanah, RT 02/RW 10, Desa Tugujaya, Cigombong, Kabupaten Bogor. Menurutnya, temuan yang berjumlah puluhan itu membuat situasi langsung dianggap serius karena jenis mortir termasuk munisi militer yang menggunakan bahan peledak.
Rifky menegaskan bahwa seluruh munisi kemudian diamankan oleh tim TNI yang memiliki kewenangan serta keahlian dalam penanganan munisi militer. Proses evakuasi dilakukan pada hari yang sama, setelah laporan dari warga dan pekerja diteruskan ke pihak berwenang.

Dalam penjelasannya, Rifky menyebut evakuasi dikerjakan oleh tim ahli dari Detasemen Peralatan (Denpal) III/1 Bogor. Penekanan dilakukan pada aspek keamanan, mengingat mortir tidak hanya berbahaya bila disentuh, tetapi juga berisiko bila dipindahkan atau dibuka paksa oleh pihak yang tidak berkompeten.
Langkah pengamanan yang cepat juga menjadi alasan warga tidak perlu melakukan tindakan sendiri ketika menemukan benda mencurigakan. Dengan adanya penanganan oleh tim khusus, potensi kecelakaan kerja maupun risiko ledakan yang tidak terkendali dapat diminimalkan sejak awal.
Rifky menguraikan kronologi secara ringkas. Saat pekerja menggali tanah untuk persiapan pembangunan turap penahan tanah, mereka menemukan benda asing yang diduga kuat merupakan munisi mortir. Pekerja kemudian memilih untuk menghentikan aktivitas di sekitar temuan dan segera melapor, alih-alih mencoba memeriksa lebih jauh.
Menurut Rifky, keputusan itu lahir dari kesadaran bahwa benda tersebut berpotensi membahayakan. Warga dan pekerja langsung menyampaikan informasi kepada pemerintah desa, yang kemudian merespons dengan meneruskan laporan kepada aparat keamanan agar penanganan dilakukan secara profesional.
Pemerintah Desa Tugujaya juga menyampaikan imbauan kepada masyarakat dan para pekerja. Rifky menjelaskan bahwa pihaknya mengingatkan warga untuk segera menjauh dari lokasi bila menemukan benda yang dicurigai sebagai bahan peledak, serta melaporkan temuan tersebut kepada aparat.
Dalam imbauan itu, pemerintah desa juga menegaskan agar warga tidak menyentuh, memindahkan, atau mencoba membuka benda yang diduga munisi. Hal tersebut dimaksudkan untuk menjaga keselamatan, mengingat tindakan sembrono dapat memperbesar risiko kecelakaan.
Penemuan 81 munisi mortir di area proyek pembangunan TPT membuat proses kerja di sekitar Kampung Sukamanah kemungkinan harus menyesuaikan dengan prosedur pengamanan. Dampaknya terasa pada aktivitas pekerja yang harus menghindari area berisiko, sekaligus mengutamakan sterilisasi lokasi oleh tim penanganan.
Bagi warga, kejadian ini juga menjadi pengingat bahwa pekerjaan konstruksi berbasis penggalian tanah dapat memunculkan temuan berbahaya di lokasi tertentu. Karena itu, respons cepat dari pemerintah desa dan aparat menjadi faktor penting agar keselamatan warga tetap terjaga, sementara proyek dapat ditangani sesuai prosedur setelah area dinyatakan aman.
Rifky menambahkan bahwa pemerintah desa telah bertindak cepat sejak menerima laporan dari warga dan pekerja, termasuk memberikan imbauan langsung agar setiap temuan mencurigakan tidak dibiarkan tanpa tindak lanjut.






Tidak ada komentar