Hanin Dhiya hibur Metropolitan Awards 2026 di Hotel Harris Cibinong

3 menit membaca View : 12
Abdul Halim
Bogor, News - 17 Okt 2026

Hanin Dhiya mengisi malam Metropolitan Awards 2026 di Hotel Harris Cibinong City Mall (CCM), Jumat 16 Agustus 2026. Penyanyi asal Gunungputri, Kabupaten Bogor, tampil sebagai penghibur sekaligus penguat suasana acara dengan membawakan empat lagu yang mengajak tamu undangan bernyanyi bersama. Penampilannya berlangsung meriah, namun tetap menyelipkan pesan sosial yang menyentuh perhatian hadirin.

Acara di Cibinong, Kabupaten Bogor, itu menghadirkan momen apresiasi bagi para penerima penghargaan, lalu ditutup dengan rangkaian penampilan Hanin Dhiya yang dimulai dari lagu-lagu bernuansa nasional hingga lagu populer tanah air. Melalui pilihan repertoar dan ajakan langsung kepada penonton, ia berusaha membuat acara tidak hanya terasa sebagai seremoni, tetapi juga ruang untuk refleksi sosial, termasuk kepedulian terhadap musibah kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.

Penampilan Hanin Dhiya di Metropolitan Awards 2026

Di awal penampilannya, Hanin Dhiya membawakan “Tanah Airku” ciptaan Ibu Soed dan “Indonesia Pusaka” karya Ismail Marzuki. Dua lagu yang sarat nilai kebangsaan itu menjadi pembuka yang kuat, memberi penegasan tentang identitas dan rasa kebersamaan yang diharapkan hadir dalam sebuah ajang penghargaan. Kehadiran lagu-lagu tersebut juga membuat suasana semakin khidmat, sebelum beralih ke bagian yang lebih interaktif.

Setelah pembuka, ia melanjutkan dengan lagu “Roman Picisan” yang dipopulerkan Dewa 19, serta “Cinta Ini Membunuhku” karya D’Massiv. Pada tahap ini, tamu undangan tidak hanya menjadi penonton pasif. Hanin Dhiya berhasil mengajak mereka bernyanyi bersama, sehingga alur acara terasa hidup dan hangat. Strategi musikal seperti ini biasanya efektif untuk menjaga atensi audiens, terutama saat acara penghargaan memasuki bagian hiburan.

Pesan sosial untuk korban karhutla

Di sela penampilannya, Hanin Dhiya menyampaikan ajakan agar para tamu mendoakan saudara yang terdampak kebakaran hutan dan lahan. Ia menekankan bahwa kegembiraan di malam itu semestinya tidak membuat hadirin melupakan musibah yang masih berlangsung di berbagai wilayah. Ajakan tersebut membuat pesan acara bergeser dari sekadar perayaan, menjadi ruang empati yang nyata.

Ia juga berpesan agar perhatian terhadap kondisi karhutla tetap dijaga, dengan doa agar keadaan segera membaik. Pernyataan ini memberi konteks yang relevan bagi masyarakat Kabupaten Bogor dan sekitarnya, karena karhutla kerap berdampak pada kualitas udara, aktivitas harian, hingga kesehatan warga. Dengan cara tersebut, hiburan panggung menjadi jembatan komunikasi yang menghubungkan momen apresiasi dengan realitas sosial yang sedang dihadapi.

Ucapan selamat kepada para pemenang

Sebelum turun dan berinteraksi langsung dengan penonton, Hanin Dhiya sempat menyampaikan ucapan selamat kepada para pemenang Metropolitan Awards 2026. Ia menyampaikan terima kasih karena para penerima penghargaan dinilai telah menginspirasi banyak orang untuk menghadirkan hal-hal baik bagi sesama. Pesan ini memperkuat makna “awards” sebagai pengakuan atas kontribusi, bukan hanya pencapaian personal.

Dalam kerangka acara penghargaan, ungkapan dari figur publik seperti penyanyi biasanya berfungsi sebagai penguat narasi utama. Hadirin yang datang dengan tujuan melihat hasil penghargaan memperoleh energi tambahan dari pesan yang menekankan dampak sosial dari prestasi. Dengan demikian, momen penghargaan terasa lebih terhubung dengan nilai yang ingin dibawa oleh penyelenggara.

Kolaborasi spontan di atas panggung

Hanin Dhiya bahkan tidak membatasi penampilannya di area panggung. Ia turun ke tengah acara dan mengajak salah satu tamu untuk bernyanyi bersama lagu “Cinta Ini Membunuhku”. Interaksi langsung seperti ini sering menjadi elemen pembeda dalam program hiburan, karena memberi kesan kedekatan antara artis dan audiens.

Ia juga menjelaskan bahwa lagu tersebut merupakan karya dari grup band ikonik D’Massiv dan tahun ini ia “recycle” atau mengolah kembali lagu tersebut. Ia berharap hadirin dapat menikmati versi terbarunya. Penjelasan singkat soal proses mengolah ulang lagu memberi lapisan menarik bagi penonton, sekaligus menjadi pengantar bahwa penampilan malam itu bukan sekadar membawakan lagu lama, melainkan menghadirkan interpretasi baru.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x