DLH Bogor dan Polres Selidiki Dugaan Pembuangan Limbah B3 Berbau di Parung

5 menit membaca View : 5
Abdul Halim
Hukum & Kriminal, News - 24 Sep 2026

INFOSENTULCITY.ID – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor bersama Polres Bogor menindaklanjuti laporan warga tentang dugaan pembuangan limbah berbau menyengat di Kampung Cibandar, RT 05/01, Desa Parung, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor. Penanganan ini dilakukan setelah warga mengeluhkan munculnya bau tajam dan asap, terutama saat hujan turun, pada Kamis, 24 September 2026.

Dalam penelusuran di lokasi, petugas gabungan turun bersama unsur pemerintah kecamatan, RT setempat, dan warga untuk memastikan dugaan pembuangan tersebut, termasuk jenis limbah yang diduga dibuang secara sembarangan. Kabid Penegakan Hukum dan Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) DLH Kabupaten Bogor, Riri Agustina Lubis, menyebut penanganan dugaan dumping atau pembuangan limbah B3 kini menjadi kewenangan Polres Bogor, sementara proses penyelidikan masih berjalan.

Dugaan limbah B3 berbau menyengat muncul di Parung

Peristiwa bermula dari laporan warga setempat yang mencium bau menyengat dari area Kampung Cibandar, Desa Parung. Warga juga mengaitkan kemunculan bau dan asap dengan kondisi cuaca, karena keluhan paling terasa saat hujan turun. Pola ini biasanya membuat warga semakin yakin bahwa ada aktivitas pembuangan yang memicu pelepasan zat berbau ke udara, bukan sekadar gangguan lingkungan biasa.

Selain itu, warga menyampaikan bahwa kejadian serupa pernah terjadi sekitar tiga kali. Informasi berulang dari masyarakat menjadi faktor penting saat petugas melakukan pemeriksaan, sebab kejadian yang berulang dapat memperkuat dugaan adanya praktik pembuangan yang tidak terkontrol, baik dari aktivitas usaha maupun dari pihak yang memasukkan material tertentu ke lingkungan tanpa pengelolaan yang semestinya.

DLH dan Polres turun ke lokasi, pemastian jenis limbah jadi kunci

DLH bersama Polres Bogor melakukan peninjauan langsung ke lokasi yang dilaporkan. Pemeriksaan lapangan melibatkan pemerintah kecamatan, perangkat RT, dan warga, agar informasi dari masyarakat dapat dibandingkan dengan kondisi nyata di lapangan. Langkah ini juga membantu petugas menelusuri titik pembuangan, pola akses ke lokasi, serta dugaan sumber limbah.

Riri menjelaskan bahwa penanganan dugaan dumping limbah B3 berada di proses kewenangan Polres Bogor. Artinya, setelah tahap verifikasi awal, fokus beralih pada langkah penyelidikan, penelusuran pihak terkait, serta penguatan bukti. Dalam kasus seperti ini, kepastian jenis limbah menjadi elemen yang menentukan, karena limbah B3 memiliki karakter yang berbeda dari limbah domestik maupun limbah non-B3, termasuk risiko terhadap kesehatan dan lingkungan.

Kenapa bau dan asap saat hujan jadi perhatian serius

Bau menyengat dan munculnya asap, terutama ketika hujan turun, dapat mengindikasikan adanya reaksi atau penguapan dari material yang tidak semestinya. Saat hujan, material di permukaan maupun yang meresap ke tanah dapat bereaksi dengan air, lalu memicu pelepasan aroma atau gas tertentu. Kondisi tersebut membuat keluhan warga cenderung lebih terasa dan memerlukan respon cepat agar tidak ada paparan lanjutan.

Petugas biasanya akan memperhatikan beberapa aspek, seperti perubahan warna atau kondisi area sekitar, keberadaan sisa material, serta jejak aktivitas yang mengarah pada pembuangan. Keterlibatan warga juga penting, karena mereka dapat membantu memetakan kapan bau mulai muncul dan apakah ada aktivitas yang terlihat sebelum keluhan terjadi.

Proses hukum berjalan, Polres menjadi penanggung jawab penyelidikan

Riri menyampaikan bahwa penanganan dugaan pembuangan limbah B3 sedang berproses dan ditangani oleh Polres Bogor. Ia menegaskan bahwa yang bisa disampaikan pada tahap ini adalah prosesnya berjalan, sementara penyelidikan masih berlangsung. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa DLH berperan dalam aspek penegakan hukum lingkungan sesuai kewenangannya, sementara penegakan melalui proses penyelidikan lebih lanjut berada pada aparat kepolisian.

Dalam situasi seperti ini, warga kerap berharap kejadian tidak terulang. Riri juga menyampaikan harapannya agar peristiwa seperti ini tidak terjadi lagi, mengingat keluhan sudah muncul beberapa kali. Harapan tersebut sejalan dengan kebutuhan warga akan kepastian, baik dari sisi penanganan dampak lingkungan maupun dari sisi penindakan terhadap pihak yang diduga melakukan pembuangan sembarangan.

Imbauan DLH: jangan mudah menerima material urugan

Selain menanggapi laporan warga, DLH juga memberikan imbauan agar masyarakat lebih hati-hati, khususnya terkait penerimaan material sebagai bahan urukan. Riri menekankan agar warga tidak mudah menerima sesuatu yang ditawarkan sebagai bahan urukan, karena material tersebut berpotensi menimbulkan masalah lingkungan di kemudian hari. Imbauan ini relevan karena praktik pembuangan limbah kadang tersamarkan melalui pengelolaan yang tidak transparan, misalnya saat material dicampur atau digunakan untuk pengurukan tanpa pemeriksaan.

Dengan adanya kejadian di Parung, imbauan tersebut menjadi penanda bahwa risiko lingkungan tidak selalu datang dari kejadian yang terlihat jelas. Warga perlu memastikan asal material dan memahami bahwa material urukan yang tidak jelas asalnya dapat membawa konsekuensi jangka panjang, mulai dari gangguan bau hingga risiko pencemaran lingkungan.

Dampak ke warga sekitar dan kebutuhan respons cepat

Bagi warga Kampung Cibandar dan sekitarnya, bau menyengat dan asap bukan sekadar gangguan kenyamanan. Keluhan semacam ini dapat memengaruhi aktivitas harian, termasuk kualitas udara saat beraktivitas di luar rumah, kenyamanan saat hujan, hingga kekhawatiran terhadap kesehatan. Ketika keluhan muncul berulang, masyarakat biasanya makin sulit beradaptasi karena masalahnya tidak selesai dengan sendirinya.

Karena itu, respons petugas gabungan menjadi penting agar pemeriksaan tidak berhenti pada tahap laporan. Penelusuran lapangan dan proses penyelidikan diharapkan bisa menjawab dua hal utama, yakni sumber dugaan limbah dan upaya pencegahan agar tidak ada kejadian serupa di lokasi lain. Proses yang berjalan di Parung kini menjadi perhatian warga setempat, terutama karena informasi kejadian serupa sudah pernah terjadi sekitar tiga kali.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x