Keracunan MBG Berastagi, Karo: Bacillus cereus hingga E. coli terdeteksi

4 menit membaca View : 23
Abdul Halim
Kesehatan, News - 09 Sep 2026

INFOSENTULCITY.ID – Dugaan keracunan massal program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, kembali menjadi sorotan setelah hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan yang dikonsumsi siswa dipublikasikan. Insiden terjadi pada 13 Agustus 2026, saat 279 siswa dari tiga sekolah mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi menu MBG.

Hasil uji laboratorium menyebutkan sejumlah bakteri ditemukan pada beberapa komponen makanan. Temuan itu antara lain Bacillus cereus pada sampel nasi, Staphylococcus aureus pada ikan dencis bersaus, serta Escherichia coli atau E. coli pada sampel buah melon. Selain makanan, sampel muntahan seorang siswi juga dilaporkan positif Staphylococcus aureus.

Temuan bakteri pada sampel makanan MBG Berastagi

Dokumen hasil pemeriksaan UPTD Laboratorium Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara bernomor 008.2/4129/UPTD LABKES/VIII/2026 mencantumkan bahwa ada 11 jenis sampel yang diuji. Dari keseluruhan sampel tersebut, beberapa dinyatakan positif mengandung bakteri, sementara sebagian lainnya dilaporkan negatif berdasarkan parameter pemeriksaan yang digunakan.

Untuk sampel nasi yang berasal dari sekolah, hasilnya menyebutkan adanya Bacillus cereus. Pada sampel ikan dencis dengan saus dari sekolah, laboratorium menemukan Staphylococcus aureus. Sementara itu, buah melon dari sekolah dilaporkan positif mengandung E. coli.

Di luar komponen makanan, ada juga temuan pada sampel muntahan salah satu korban yang disebut positif Staphylococcus aureus. Namun, temuan ini tidak otomatis berarti seluruh menu MBG yang dikonsumsi siswa memiliki kandungan bakteri yang sama. Sebagian sampel lain, termasuk beberapa makanan yang diambil dari dapur, disebutkan tidak menunjukkan hasil positif dalam pemeriksaan.

Waktu hasil lab diterima hingga memicu pertanyaan orang tua

Selain jenis bakteri yang ditemukan, publik juga mempertanyakan kapan hasil pemeriksaan laboratorium itu diketahui. Informasi yang kemudian beredar menyebutkan dokumen pemeriksaan sudah diterima Dinas Kesehatan Kabupaten Karo pada 16 Agustus 2026, beberapa hari setelah insiden terjadi.

Perhatian kembali menguat ketika orang tua korban menyatakan baru mengetahui adanya temuan bakteri saat mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Karo pada 7 September 2026. Dalam forum tersebut, mereka mempertanyakan alasan informasi hasil uji laboratorium baru disampaikan belakangan.

Situasi ini memunculkan desakan agar pihak terkait memberikan penjelasan lebih terbuka kepada para orang tua, termasuk bagaimana hasil pemeriksaan diproses, disampaikan, serta apa tindak lanjut yang dilakukan setelah dokumen tersebut diterima.

Dinkes Sumut minta penjelasan detail ke Dinkes Karo

Sekretaris Dinas Kesehatan Sumatera Utara, Hamid Rijal, membenarkan bahwa pemeriksaan sampel MBG dilakukan melalui laboratorium kesehatan di wilayah provinsi. Namun, ia menegaskan bahwa pengajuan pemeriksaan dilakukan secara tertulis oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Karo.

Hamid menyampaikan bahwa karena kabupaten merupakan pihak yang mengajukan pemeriksaan dan memiliki kepentingan langsung terhadap tindak lanjut kasus, pertanyaan terkait penjelasan hasil uji laboratorium serta langkah berikutnya sebaiknya disampaikan kepada Dinas Kesehatan Karo.

Pernyataan tersebut membuat perhatian publik kembali mengarah pada Pemkab Karo, khususnya dalam hal transparansi informasi serta kejelasan proses setelah hasil laboratorium diterima.

279 siswa terdampak dan perawatan di sejumlah rumah sakit

Kasus dugaan keracunan MBG bermula ketika ratusan siswa di Berastagi mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan MBG pada 13 Agustus 2026. Dinas Kesehatan Sumut mencatat jumlah korban mencapai 279 orang, yang merupakan hasil penelusuran sementara pada saat awal penanganan.

Para siswa yang mengalami gangguan kesehatan kemudian mendapatkan perawatan di beberapa fasilitas kesehatan. Pada saat kejadian, korban tercatat ditangani antara lain di RSU Kabanjahe, RS Efarina, dan RS Amanda.

Di tahap penanganan awal, fokus utama diarahkan pada pemeriksaan klinis dan pemulihan kondisi siswa, sementara pihak terkait melakukan penelusuran terhadap alur distribusi serta pengolahan makanan yang disajikan.

SPPG sempat dihentikan, proses suplai MBG jadi sorotan

Akibat peristiwa tersebut, Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memasok makanan MBG untuk para siswa. Penghentian sementara dilakukan sebagai respons atas kasus yang menimpa penerima manfaat.

SPPG yang disebut memasok makanan dalam kasus ini diketahui dikelola oleh Yayasan Manunggal Kartika Jaya. Dengan adanya penghentian operasional, proses evaluasi terhadap rantai pasok, standar kebersihan, serta prosedur pengolahan dan penyajian menjadi bagian yang ditunggu publik.

Menariknya, dapur MBG yang memasok makanan tersebut sebelumnya disebut telah memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Temuan bakteri pada sejumlah sampel lantas menimbulkan kebutuhan penjelasan lanjutan tentang bagaimana makanan diproses, disimpan, didistribusikan, dan disajikan sebelum dikonsumsi siswa.

Babak baru: dugaan bukan sekadar keracunan, tetapi juga soal kontrol higienitas

Masuknya hasil laboratorium membuat persoalan dugaan keracunan MBG di Karo memasuki tahap yang lebih spesifik. Temuan Bacillus cereus pada nasi, Staphylococcus aureus pada ikan dencis bersaus, serta E. coli pada melon dari sekolah, menuntut penelusuran lebih detail terkait titik rawan dalam proses penanganan pangan.

Publik kini menunggu penjelasan yang lebih konkret, termasuk bagaimana pemeriksaan dilakukan, sampel diambil dari bagian mana saja, serta apa tindak lanjut yang dilakukan setelah hasil uji laboratorium diterima. Dengan jumlah terdampak mencapai 279 siswa, langkah verifikasi dan akuntabilitas menjadi aspek yang paling mendapat perhatian dari orang tua dan masyarakat setempat.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x