Bawaslu Kabupaten Bogor Perkuat Program Desa Anti Politik Uang dan Kampung Pengawasan

3 menit membaca View : 7
Abdul Halim
Hukum & Kriminal, News - 22 Sep 2026

INFOSENTULCITY.ID – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bogor memperkuat pencegahan politik uang lewat program Desa Anti Politik Uang, Kampung Pengawasan, dan Forum Warga. Upaya ini dibahas dalam kegiatan bertajuk konsolidasi demokrasi untuk menjaga stabilitas wilayah, yang berlangsung di Lorin Sentul, Kabupaten Bogor, selama dua hari hingga Selasa, 22 September 2026. Langkah tersebut menjadi bagian dari kerja pengawasan yang tidak menunggu momen tahapan pemilu.

Ketua Bawaslu Kabupaten Bogor, Ridwan Arifin, menegaskan kegiatan yang dihelat di luar tahapan pemilu itu diarahkan pada sosialisasi dan penguatan pemahaman masyarakat. Fokusnya, mendorong warga agar terlibat dalam pengawasan serta memahami cara melapor dugaan pelanggaran sesuai persyaratan formil dan materiil.

Konsolidasi demokrasi di luar tahapan pemilu

Ridwan menjelaskan, kegiatan konsolidasi demokrasi yang dilakukan oleh Bawaslu tidak hanya hadir ketika pemilu sedang berjalan. Dalam fase non-tahapan, Bawaslu memilih melakukan penguatan melalui ikhtiar pencegahan politik uang dan memperkuat ekosistem pengawasan di tingkat desa dan kampung.

Menurutnya, program Desa Anti Politik Uang, Kampung Pengawasan, dan Forum Warga disusun sebagai bentuk sosialisasi yang menyentuh warga langsung. Dengan pendekatan tersebut, pesan pencegahan politik uang tidak berhenti di level kabupaten, melainkan diteruskan melalui turun ke kampung-kampung agar masyarakat memperoleh informasi yang lebih praktis.

Desa Anti Politik Uang, Kampung Pengawasan, dan Forum Warga

Dalam kegiatan tersebut, peserta juga diajak berdiskusi bersama sejumlah pemateri. Ridwan menyebut keterlibatan pihak-pihak terkait, termasuk mantan anggota Bawaslu RI serta unsur pemerintah daerah, untuk memperkaya perspektif pengawasan dan cara kerja pencegahan.

Kerangka program yang diperkenalkan Bawaslu diarahkan untuk membangun kesadaran warga mengenai dampak politik uang serta pentingnya integritas dalam proses demokrasi. Desa Anti Politik Uang menjadi pintu masuk edukasi di level pemerintahan desa, sedangkan Kampung Pengawasan dan Forum Warga berfungsi sebagai ruang partisipasi agar warga tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut mengawasi.

Ridwan menegaskan, Bawaslu akan terus bergerak setelah kegiatan konsolidasi usai. Sosialisasi direncanakan berlanjut dengan kunjungan dan kegiatan di wilayah yang lebih dekat dengan masyarakat, sehingga komunikasi terkait pengawasan dan pencegahan pelanggaran bisa berjalan lebih efektif.

Pembelajaran Bawaslu Mengajar dan pembaruan pengetahuan warga

Selain penguatan program pengawasan, Bawaslu Kabupaten Bogor juga menjalankan edukasi melalui Bawaslu Mengajar. Program ini diarahkan untuk memperbarui pengetahuan masyarakat tentang demokrasi, termasuk pemahaman mengenai daftar pemilih.

Pendekatan edukatif seperti ini relevan karena pemahaman warga mengenai mekanisme demokrasi sering kali menjadi penentu kualitas partisipasi. Ketika masyarakat memahami dasar-dasar demokrasi dan proses yang terkait, mereka akan lebih mudah membedakan informasi yang valid dan memahami langkah yang semestinya ditempuh ketika menemukan potensi pelanggaran.

Tanggapan soal tagar “Percuma Lapor Bawaslu”

Dalam forum yang sama, Ridwan juga menanggapi tagar “Percuma Lapor Bawaslu” yang sempat berkembang di masyarakat. Ia melihat tagar tersebut sebagai bahan introspeksi, terutama untuk meningkatkan pemahaman publik mengenai mekanisme pelaporan dugaan pelanggaran.

Ridwan menjelaskan bahwa tidak semua laporan masyarakat bisa langsung diproses. Ada laporan yang tidak dapat ditindaklanjuti karena belum memenuhi persyaratan formil dan materiil. Karena itu, muncul persepsi bahwa pelaporan tidak berguna, padahal hambatannya berada pada kesesuaian administrasi dan kelengkapan bukti.

Ia menekankan rencana perbaikan melalui Kampung Pengawasan dan Forum Warga, yang memuat sosialisasi lebih spesifik tentang cara melapor dan apa saja yang termasuk persyaratan formil maupun materiil. Dengan penjelasan yang lebih jelas, masyarakat diharapkan dapat menyiapkan laporan yang lebih lengkap sejak awal.

Persyaratan formil dan materiil dalam pelaporan dugaan pelanggaran

Ridwan menegaskan bahwa pelaporan dugaan pelanggaran tidak berhenti pada penyampaian laporan semata. Ada tahapan tindak lanjut yang berkaitan dengan bukti dan saksi, sehingga laporan perlu memuat informasi yang memungkinkan proses pemeriksaan dilakukan sesuai mekanisme yang berlaku.

Ia mencontohkan bahwa selain “lapor saja”, masyarakat juga perlu memahami bagaimana proses berikutnya akan berjalan, termasuk keterlibatan saksi dalam rangkaian penanganan. Dengan cara ini, warga tidak hanya terdorong untuk melapor, tetapi juga diarahkan agar memahami substansi laporan yang dibutuhkan agar dapat diproses.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x