
INFOSENTULCITY.ID – ASUS Indonesia bersama Agres.id resmi membuka ASUS Store by Agres.id di Jalan Babakan Raya No. 63, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor pada Rabu, 7 Oktober 2026. Pembukaan ini menghadirkan ruang ritel teknologi yang memungkinkan calon pembeli melihat, mencoba, hingga berkonsultasi sebelum menentukan pilihan perangkat seperti laptop, kebutuhan kerja, produk gaming, dan perangkat pendukung kreativitas.

Lokasi Dramaga dipilih karena berada di sekitar ekosistem pendidikan, termasuk kawasan IPB, serta berdekatan dengan area perbankan, komersial, dan permukiman. Kehadiran toko fisik ini juga diarahkan untuk memudahkan akses layanan purnajual, sehingga pelanggan tidak hanya bertransaksi, tetapi juga mendapatkan informasi terkait dukungan setelah pembelian. Program pembukaan turut disiapkan, termasuk skema cicilan 0 persen, hadiah langsung untuk program tertentu, serta perlindungan AgresCare sesuai ketentuan yang berlaku.
Direktur Utama Agres.id, Benny Susanto Santoso, menyampaikan bahwa toko baru tersebut menjadi upaya mendekatkan akses teknologi kepada masyarakat Bogor. Menurutnya, komitmen utama adalah menghadirkan produk teknologi yang lebih mudah dijangkau, lebih lengkap pilihannya, dan lebih nyaman untuk dipilih.
Dalam penjelasannya, Benny menekankan nilai tambah dari keberadaan toko fisik. Konsumen dapat mengecek detail perangkat secara langsung, mulai dari ukuran, desain, kualitas layar, hingga pengalaman mengetik pada keyboard. Aspek lain yang bisa diperiksa langsung adalah bobot perangkat dan fitur-fitur spesifik yang sering menjadi pertimbangan, terutama bagi pengguna yang bekerja dengan mobilitas tinggi atau membutuhkan performa tertentu untuk aktivitas kreatif dan gaming.
Country Manager ASUS Indonesia, Lenny Lin, menjelaskan bahwa ASUS Store by Agres.id tidak diposisikan sekadar sebagai tempat transaksi. Toko ini dirancang sebagai destinasi bagi pelanggan untuk mengeksplorasi produk, mencoba perangkat, dan menemukan teknologi yang paling sesuai dengan kebutuhan masing-masing.
Konsep yang diusung, “Explore. Experience. Find Your Tech.”, juga membuka peluang agar toko berfungsi sebagai ruang kegiatan teknologi. Kegiatan yang disebutkan mencakup workshop, pengalaman produk, gathering komunitas, aktivitas gaming, hingga program edukasi. Dengan model seperti ini, pelanggan yang datang tidak hanya melihat spesifikasi, tetapi juga mendapatkan konteks penggunaan dari perangkat yang dipajang.
Pemilihan Dramaga memiliki alasan operasional yang cukup kuat. Kecamatan ini berada di sekitar kawasan pendidikan, termasuk IPB, sehingga banyak calon pengguna perangkat teknologi berasal dari mahasiswa, dosen, dan ekosistem akademik yang membutuhkan perangkat untuk studi, riset, dan produktivitas.
Di sisi lain, kedekatan toko dengan area perbankan, komersial, dan permukiman membuat jangkauan pelanggan lebih beragam. Dampaknya terasa pada pola belanja: warga dan pekerja di sekitar wilayah tersebut bisa mengakses layanan tanpa harus menempuh perjalanan jauh, sementara pelanggan yang datang dari lingkungan kampus juga lebih mudah mengecek perangkat sesuai kebutuhan belajar atau kerja.
Bagi pembaca yang sehari-hari bergantung pada perangkat digital, toko fisik seperti ini biasanya mengurangi “ketidakpastian” sebelum membeli. Misalnya, pengguna yang ingin memastikan kenyamanan layar atau ritme mengetik tidak perlu menunggu keputusan berdasarkan foto dan spesifikasi semata. Mereka dapat menilai langsung bagaimana perangkat terasa saat digunakan.
Selain itu, toko juga menyediakan layanan konsultasi dan informasi terkait layanan purnajual. Artinya, pelanggan dapat menanyakan mekanisme dukungan setelah pembelian, sehingga proses perawatan dan kebutuhan servis lebih jelas. Kehadiran layanan semacam ini berpengaruh pada perencanaan pengeluaran, karena pembeli dapat mempertimbangkan faktor garansi dan perlindungan dengan lebih terukur sejak awal.
Dalam rangka pembukaan, pengunjung ditawari sejumlah program. Salah satunya adalah cicilan 0 persen yang dapat membantu pembeli menyesuaikan rencana pembayaran. Ada pula hadiah langsung untuk program tertentu, yang menjadi insentif tambahan bagi konsumen yang melakukan pembelian saat periode pembukaan.
Toko juga menawarkan perlindungan AgresCare sesuai ketentuan yang berlaku. Skema perlindungan seperti ini umumnya menjadi pertimbangan penting, terutama bagi pengguna yang membutuhkan perangkat untuk aktivitas harian dan ingin meminimalkan risiko gangguan operasional setelah pembelian.
Lenny Lin menyebut ASUS terbuka untuk memperluas konsep serupa ke kota-kota lain di Indonesia. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pembukaan di Dramaga diposisikan sebagai langkah awal yang dapat dikembangkan, jika respons pasar mendukung.
Dengan adanya toko fisik yang menonjolkan eksplorasi dan pengalaman produk, model ini berpotensi menjawab kebutuhan pelanggan yang ingin memastikan kecocokan perangkat sebelum memutuskan pembelian. Langkah ekspansi berikutnya akan menjadi perhatian, terutama bagi wilayah yang memiliki karakter mirip, seperti kedekatan dengan pusat pendidikan dan aktivitas komersial.






Tidak ada komentar