AMDAL PPEB Bogor Timur mulai disusun di Sukamakmur, 63,89 hektare

4 menit membaca View : 3
Abdul Halim
Bogor, News - 24 Sep 2026

INFOSENTULCITY.ID – Pemerintah Kabupaten Bogor memulai proses penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) untuk Rencana Pembangunan Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru (PPEB) Bogor Timur. Tahap ini memasuki konsultasi publik dan menyoroti lahan seluas 63,89 hektare di Desa Sukaresmi, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, sebagai salah satu fokus kajian lingkungan sebelum pembangunan berjalan.

Pembahasan dilakukan melalui konsultasi publik yang digelar Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bapperida) Kabupaten Bogor di Aula Harmoni, Desa Sukaresmi. Ketua Tim Harmonisasi dan Ekualisasi Kewilayahan Bapperida Kabupaten Bogor, Pramudito, menjelaskan konsultasi ini menjadi bagian dari rangkaian penyusunan dokumen AMDAL agar kondisi riil wilayah dapat dipotret dan potensi dampak dapat diantisipasi sejak awal.

AMDAL jadi syarat sebelum pembangunan PPEB Bogor Timur

AMDAL berfungsi sebagai persyaratan wajib dalam pelaksanaan pembangunan, khususnya untuk proyek yang melibatkan pembangunan infrastruktur dan bangunan yang direncanakan pemerintah daerah. Dalam konteks PPEB Bogor Timur, dokumen AMDAL disiapkan untuk memastikan rencana pembangunan tidak hanya mengikuti arah perencanaan, tetapi juga mempertimbangkan dampak lingkungan yang mungkin muncul ketika proyek mulai dikerjakan.

Pramudito menyampaikan bahwa konsultasi publik AMDAL merupakan tahapan penting sebelum pembangunan dimulai. Ia menegaskan proses ini tidak berdiri sendiri, melainkan bagian dari rangkaian penyusunan dokumen analisis dampak lingkungan. Menurutnya, pembahasan ini diarahkan untuk kawasan inti perkotaan dan pusat pengembangan ekonomi baru di Desa Sukaresmi, Kecamatan Sukamakmur.

Lokasi kajian dan fokus seluas 63,89 hektare di Sukaresmi

Dalam kajian yang dibahas pada konsultasi publik, lahan yang menjadi fokus berada di Desa Sukaresmi, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, dengan luas 63,89 hektare. Penentuan lokasi dan luasan ini penting karena AMDAL pada praktiknya akan menilai bagaimana perubahan penggunaan lahan, aktivitas konstruksi, hingga rencana operasional kawasan dapat memengaruhi lingkungan sekitar.

Dengan adanya fokus kajian pada area seluas tersebut, proses penyusunan dokumen diharapkan mampu menggambarkan karakter wilayah secara lebih detail. Hal ini juga berkaitan dengan kebutuhan untuk menilai potensi dampak, misalnya dari sisi perubahan bentang alam, peningkatan aktivitas manusia, hingga kemungkinan kebutuhan infrastruktur pendukung yang mengikuti perkembangan kawasan.

Masih tahap perencanaan detail, persyaratan teknis terus dilengkapi

Pramudito menuturkan, proses PPEB Bogor Timur saat ini masih berada pada tahap perencanaan secara detail. Pihak terkait masih melengkapi sejumlah persyaratan, baik dari sisi teknis administrasi maupun teknis kajian lingkungan, sebelum masuk ke tahapan berikutnya. Artinya, konsultasi publik menjadi jembatan agar masukan dan informasi lapangan dapat memperkaya dokumen yang sedang disusun.

Ia juga menyebutkan bahwa setelah proses perencanaan dan kelengkapan persyaratan teknis selesai, tahapan penganggaran untuk pelaksanaan pembangunan akan disepakati lebih lanjut. Penjelasan ini memberi gambaran bahwa rencana pembangunan masih dalam fase persiapan dokumen dan penataan rancangan, bukan pada tahap eksekusi fisik.

Keterlibatan masyarakat diminta sejak tahap awal

Pada kesempatan yang sama, Pelaksana Tugas (Plt) Camat Sukamakmur, Andri Rahman, menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat sejak tahap awal. Ia berharap warga tidak hanya dilibatkan ketika proyek sudah berjalan, tetapi ikut berperan dalam proses pembangunan hingga operasional kawasan berlangsung.

Andri Rahman menambahkan bahwa dokumen AMDAL yang disusun perlu memotret kondisi riil wilayah. Harapannya, dokumen tersebut juga dapat mengantisipasi potensi dampak lingkungan yang mungkin timbul dari proyek, sehingga mitigasi dapat direncanakan sejak awal, bukan setelah dampak muncul.

Dampak nyata bagi warga, dari lingkungan hingga layanan kawasan

Rencana PPEB Bogor Timur di Sukamakmur berpotensi memengaruhi aktivitas warga sekitar, terutama karena pembangunan kawasan biasanya membawa perubahan pada pola penggunaan lahan dan peningkatan intensitas kegiatan di lingkungan. Ketika proyek memasuki tahap konstruksi dan operasional, warga dapat menghadapi perubahan akses, kebutuhan infrastruktur pendukung, hingga dinamika sosial ekonomi di sekitar lokasi.

Karena itu, proses AMDAL yang berlangsung melalui konsultasi publik menjadi langkah yang menentukan kualitas perencanaan mitigasi. Dokumen yang baik semestinya tidak hanya menuliskan rencana pembangunan, tetapi juga memuat gambaran dampak yang realistis, termasuk aspek yang berkaitan dengan lingkungan sekitar Desa Sukaresmi. Dengan keterlibatan masyarakat sejak awal, informasi lapangan yang disampaikan warga dapat membantu penyusunan kajian lebih sesuai dengan karakter wilayah.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x