ITB Vinus bangun gedung rektorat baru di Cibinong, mulai 24 September 2026

4 menit membaca View : 5
Abdul Halim
News, Pendidikan - 24 Sep 2026

INFOSENTULCITY.ID – Institut Teknologi dan Bisnis Visi Nusantara (ITB Vinus) mulai membangun gedung rektorat baru di Kabupaten Bogor. Peletakan batu pertama dilakukan pada Kamis, 24 September 2026, di Komplek Pendidikan Terpadu, Karadenan, Kecamatan Cibinong, dengan luas lahan sekitar dua hektare.

Pembangunan tahap awal menargetkan sekitar 5.000 meter persegi dan direncanakan rampung dalam delapan bulan. Kegiatan ini juga dihadiri perwakilan Kementerian, anggota DPR RI Mulyadi, Sekda Jawa Barat Herman Suryatman, Wakil Bupati Bogor Jaro Ade, serta Sekda Kabupaten Bogor Ajat R Jatnika, sekaligus menjadi bagian dari penguatan fasilitas kampus untuk mahasiswa di wilayah Bogor.

Gedung rektorat ITB Vinus di Cibinong berlokasi di lahan 2 hektare

Proyek gedung rektorat baru ITB Vinus berdiri di Komplek Pendidikan Terpadu Karadenan, yang berada di Cibinong. Pemilihan lokasi ini relevan dengan peran kampus induk ITB Vinus untuk melayani kebutuhan pendidikan tinggi di wilayah tengah dan utara Kabupaten Bogor.

Ketua Yayasan Visi Nusantara Maju, Yusfitriadi, menjelaskan bahwa pembangunan tersebut tidak hanya menambah infrastruktur, tetapi juga memperkuat ekosistem kegiatan akademik dan kemahasiswaan. Di tahap awal, kampus menyiapkan sekitar 5.000 meter persegi dengan target pengerjaan delapan bulan, sehingga diharapkan aktivitas administrasi dan layanan kampus dapat berjalan lebih optimal saat fasilitas baru mulai digunakan.

Fasilitas kampus yang dirancang untuk mendukung aktivitas mahasiswa

Selain gedung rektorat, rencana fasilitas penunjang disebutkan akan meliputi ruang kelas, kantin, area berkumpul mahasiswa, masjid, serta ballroom. Gambaran tata ruang yang disampaikan Yusfitriadi juga menekankan adanya ruang yang nyaman untuk interaksi mahasiswa, termasuk taman dan area berkegiatan di beberapa titik.

Menurutnya, desain fasilitas diarahkan agar mahasiswa memiliki tempat belajar sekaligus ruang sosial yang memadai. Masjid ditempatkan pada area yang mudah dijangkau, sementara ballroom dirancang untuk kegiatan yang membutuhkan kapasitas lebih besar, seperti acara akademik maupun kegiatan organisasi kemahasiswaan.

PBAK diikuti 1.200 mahasiswa baru, jadi penguat aktivitas akademik

Di waktu yang sama dengan peletakan batu pertama, ITB Vinus menggelar Pekan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) bagi sekitar 1.200 mahasiswa baru. Kegiatan orientasi ini menjadi penanda dimulainya siklus akademik angkatan keempat, sekaligus menghubungkan pembangunan fisik kampus dengan kesiapan layanan bagi mahasiswa.

Yusfitriadi menyebut sebagian mahasiswa yang mengikuti PBAK merupakan penerima program pemerintah daerah melalui bantuan keuangan desa dalam skema Satu Sarjana Satu Desa. Skema tersebut membuat kampus memiliki penerima manfaat yang lebih beragam, terutama dari sisi akses pendidikan tinggi bagi keluarga yang sebelumnya memiliki hambatan biaya maupun jarak.

Kampus regional untuk mengurangi hambatan jarak dan biaya kuliah

ITB Vinus tidak hanya mengembangkan kampus induk di Cibinong. Yusfitriadi menegaskan kampus memiliki jaringan kampus di beberapa wilayah Kabupaten Bogor agar akses masyarakat lebih dekat dengan tempat belajar. Kampus Cibinong difokuskan untuk masyarakat wilayah tengah dan utara, sedangkan kampus di Cileungsi ditujukan menjangkau wilayah timur seperti Jonggol dan Sukamakmur.

Selain itu, kampus juga direncanakan hadir di Cijeruk untuk menjangkau Cigombong hingga Tamansari, serta kampus di Cibungbulang yang menyasar wilayah Parung Panjang dan sekitarnya. Pendekatan ini didorong oleh kondisi geografis Kabupaten Bogor yang luas, sehingga tidak semua calon mahasiswa bisa menghadapi jarak dan biaya perjalanan menuju kampus induk.

Yusfitriadi juga menekankan bahwa kampus ingin menghindari stigma seolah masyarakat Bogor malas kuliah. Menurutnya, hambatan yang dialami calon mahasiswa bisa berupa jauhnya lokasi kampus, keterbatasan ongkos, hingga kondisi ekonomi keluarga. Karena itu, kampus melakukan pendekatan langsung ke masyarakat dan membuka program di tempat yang lebih dekat dengan kebutuhan mereka.

Mahasiswa dipersiapkan punya usaha sejak semester empat

Selain fokus pada penyelesaian akademik, ITB Vinus menyiapkan mahasiswa agar memiliki rencana usaha sebelum lulus. Yusfitriadi menjelaskan bahwa mulai semester empat, pihak kampus melakukan pemetaan terhadap potensi usaha yang dimiliki mahasiswa. Dari hasil pemetaan tersebut, mahasiswa kemudian menyusun skripsi yang relevan dengan usaha yang mereka jalankan atau rintis.

Pola ini dirancang agar aktivitas akademik tidak berhenti pada tugas akhir, tetapi bisa berlanjut menjadi pengembangan usaha setelah mahasiswa menyelesaikan pendidikan. ITB Vinus sendiri membuka tiga program studi, yakni S1 Sistem Informasi, S1 Bisnis Digital, dan S1 Entrepreneurship.

Untuk tahapan kelulusan, Yusfitriadi menyebut wisuda angkatan pertama direncanakan pada November 2026 dengan jumlah sekitar 80 lulusan. Dengan begitu, pembangunan fasilitas baru dan penguatan program usaha diharapkan selaras dengan kesiapan para mahasiswa memasuki tahap pembuktian kompetensi.

Wakil Bupati Bogor apresiasi investasi SDM dan mendorong kolaborasi

Wakil Bupati Bogor, Jaro Ade, mengapresiasi pembangunan dan pengembangan ITB Vinus di Kabupaten Bogor. Ia menilai investasi sumber daya manusia merupakan kebutuhan penting untuk menghadapi tantangan pembangunan saat ini, terutama dalam meningkatkan kualitas pendidikan agar berdampak pada kondisi sosial-ekonomi.

Jaro Ade berharap ITB Vinus memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Bogor serta membangun jejaring dengan perguruan tinggi dan sekolah lain. Ia juga menekankan kolaborasi tidak hanya berhenti pada kerja sama dengan pemerintah daerah, tetapi terintegrasi dengan ekosistem pendidikan yang lebih luas di Kabupaten Bogor.

Wakil bupati menambahkan, penguatan akses pendidikan tinggi sejalan dengan upaya menekan angka putus sekolah dan mengurangi pengangguran. Ia menyatakan kesesuaian program tersebut dengan arahan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi untuk menekan putus sekolah agar berdampak pada penurunan angka pengangguran di daerah.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x