Akses Jalan Tembus Katulampa Bogor Timur Progres 48 Persen, Target Desember 2026

4 menit membaca View : 10
Abdul Halim
Bogor, News - 13 Okt 2026

INFOSENTULCITY.ID – Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menyampaikan pembangunan infrastruktur pendukung calon pusat pemerintahan baru Kota Bogor terus dikerjakan di Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur. Fokusnya adalah jalan akses yang menghubungkan Tol Bogor Selatan dengan kawasan Bogor Raya City, sekaligus mempermudah konektivitas menuju area perencanaan pusat layanan publik terpadu. Dedie menyebut progres pembangunan jalan akses telah mencapai 48 persen dan menargetkan penyelesaian konstruksi pada November 2026.

Dalam penjelasannya, jalan tembus itu dirancang melintasi area perkantoran Pemerintah Kota Bogor, lalu terhubung kembali ke kawasan Bogor Raya. Dedie memperkirakan setelah seluruh tahapan konstruksi dan persiapan fasilitas rampung, jalan berpeluang mulai dioperasikan pada Desember 2026 atau Januari 2027. Proyek juga diiringi pematangan lahan untuk pengembangan kawasan layanan publik terpadu seluas kurang lebih enam hektare dengan anggaran Rp1.528.467.524,90 atau sekitar Rp1,52 miliar.

Jalan tembus Tol Bogor Selatan ke Bogor Raya City progres 48 persen

Pembangunan jalan akses di Katulampa menjadi salah satu komponen penting dalam menyiapkan keterhubungan menuju kawasan yang disiapkan sebagai pusat pemerintahan baru. Dedie menjelaskan capaian 48 persen tersebut merujuk pada pembangunan jalan tembus yang menghubungkan akses dari Tol Bogor Selatan masuk ke area Bogor Raya City, melewati kawasan perkantoran Pemkot Bogor, kemudian kembali terhubung ke Bogor Raya.

Dalam praktiknya, jalan tembus dengan deviasi positif 10 persen itu diharapkan tidak hanya memperpendek rute perjalanan, tetapi juga mengurangi hambatan mobilitas di sekitar koridor yang selama ini menjadi tujuan warga maupun aktivitas pemerintahan. Rute yang lebih langsung dapat membantu arus kendaraan saat kunjungan layanan administrasi, pengurusan perizinan, hingga kebutuhan warga yang datang ke kantor-kantor perangkat daerah.

Target selesai November 2026, uji coba hingga penerangan setelah konstruksi

Pemerintah Kota Bogor menargetkan pekerjaan konstruksi jalan akses selesai pada November 2026. Setelah tahap konstruksi rampung, proyek akan masuk ke tahapan lanjutan berupa uji coba jalur, pemasangan marka jalan, serta penyediaan fasilitas penerangan. Tahap-tahap tersebut dinilai diperlukan sebelum jalan dapat benar-benar difungsikan untuk masyarakat.

Perkiraan pengoperasian jalan berada pada rentang Desember 2026 hingga Januari 2027. Jadwal ini memperlihatkan bahwa Pemkot tidak hanya mengejar penyelesaian fisik, tetapi juga menyiapkan aspek keselamatan dan kelayakan operasional di lapangan melalui marka dan penerangan. Dengan begitu, jalan baru diharapkan dapat langsung mendukung kebutuhan mobilitas warga setelah proses verifikasi selesai.

Dampak ke warga sekitar Bogor Timur dan pengunjung layanan pemerintahan

Kehadiran jalur baru diharapkan memberikan kemudahan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan di sekitar kawasan Bogor Raya City dan area calon pusat pemerintahan baru. Bagi warga, keberadaan akses yang lebih terhubung biasanya berpengaruh pada efisiensi waktu tempuh, pilihan rute, hingga kenyamanan saat beraktivitas di area yang padat tujuan.

Selain itu, bagi pengunjung layanan pemerintahan, jalan akses yang lebih jelas dan terarah dapat mengurangi kebingungan saat menuju lokasi kantor perangkat daerah. Ketika akses sudah tersedia dan fasilitas pendukung siap, masyarakat dapat mengatur kunjungan dengan lebih pasti, terutama untuk urusan yang membutuhkan beberapa langkah administrasi.

Pematangan lahan Rp1,52 miliar untuk pusat layanan publik terpadu 21 OPD

Di luar pembangunan jalan, Pemkot Bogor juga mengerjakan pematangan lahan untuk pengembangan pusat pemerintahan baru di Katulampa. Pekerjaan pematangan lahan bernilai anggaran Rp1.528.467.524,90 atau sekitar Rp1,52 miliar, dengan luas area kurang lebih enam hektare. Penyiapan lahan ini menjadi fondasi agar pembangunan fasilitas layanan publik dapat berjalan sesuai rencana.

Rencananya, lahan tersebut digunakan untuk lokasi pusat layanan publik terpadu yang menampung 21 Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Konsep penggabungan sejumlah OPD dalam satu kawasan ditujukan agar masyarakat tidak perlu berpindah lokasi ketika mengurus izin atau kebutuhan layanan pemerintahan. Selama ini, lokasi kantor perangkat daerah yang tersebar membuat warga menyesuaikan tujuan kunjungan berdasarkan kantor yang menangani kebutuhannya masing-masing.

Integrasi layanan di satu kawasan, dari administrasi hingga kebutuhan publik

Melalui pusat layanan terpadu, Pemkot Bogor merencanakan agar berbagai layanan dapat diakses dalam satu lokasi. Dedie menegaskan bahwa nantinya akan dibangun pusat layanan masyarakat yang diisi oleh 21 OPD, sehingga urusan warga tidak terpencar-pencar. Dengan pengaturan seperti ini, alur pelayanan dapat dibuat lebih terstruktur, terutama untuk warga yang harus berurusan dengan lebih dari satu jenis layanan.

Rencana integrasi layanan juga berkaitan erat dengan infrastruktur akses yang sedang dibangun. Jalan tembus yang menghubungkan koridor Tol Bogor Selatan hingga kawasan Bogor Raya menjadi penguat keterhubungan kawasan, sehingga mobilitas menuju pusat layanan publik terpadu lebih mudah. Pembangunan di Katulampa mencakup penyiapan lahan dan infrastruktur akses sebagai bagian dari pengembangan pusat pemerintahan baru.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x