
INFOSENTULCITY.ID – Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) mendorong pelajar agar mampu menjadi content creator yang kreatif, bijak, dan bertanggung jawab. Program ini disampaikan lewat kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Content Creator yang diikuti siswa dan guru, sebagai upaya meningkatkan kecakapan digital sekaligus membentuk kebiasaan bermedia sosial yang positif.

Dalam kegiatan tersebut, Kepala Diskominfo Kabupaten Bogor, Bambang Widodo Tawekal, menegaskan bahwa perkembangan teknologi telah mengubah cara belajar, berkomunikasi, mencari informasi, hingga menyampaikan ide. Namun menjadi content creator, menurutnya, tidak berhenti pada kemampuan membuat video menarik atau mengejar jumlah penonton, melainkan harus menghasilkan konten yang bermanfaat, informatif, beretika, dan bisa dipertanggungjawabkan.
Bimtek Content Creator yang melibatkan siswa dan guru dirancang untuk menjawab kebutuhan literasi digital di lingkungan sekolah. Saat media sosial semakin sering dipakai untuk belajar, promosi, dan penyebaran informasi, kemampuan membuat konten yang rapi, relevan, dan terarah menjadi keterampilan yang ikut menentukan kualitas partisipasi generasi muda di ruang digital.
Menurut Bambang, perubahan perilaku masyarakat yang semakin bergantung pada platform digital membuat kemampuan mengelola informasi perlu ditingkatkan. Kecakapan digital di sini tidak hanya soal teknis, melainkan juga bagaimana peserta memahami dampak dari konten yang dipublikasikan, termasuk cara berpikir sebelum mengunggah.

Bambang menekankan bahwa kreativitas di ruang digital harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab. Ia menilai, konten yang baik tidak semata-mata dinilai dari daya tarik visual atau viralitas. Konten juga harus memiliki nilai guna, memberikan informasi yang jelas, serta menjaga etika agar tidak merugikan pihak lain.
Ajakan tersebut terasa relevan bagi pelajar yang kerap berada pada fase eksplorasi. Di satu sisi, mereka punya energi untuk mencoba format baru. Di sisi lain, mereka perlu pegangan agar karya tidak berubah menjadi penyebaran informasi yang belum teruji atau memicu konflik di ruang publik.
Diskominfo juga mengarahkan peserta agar menjadikan potensi di Kabupaten Bogor sebagai sumber inspirasi. Bambang menyebut sejumlah tema yang bisa diangkat, seperti kreativitas siswa, prestasi sekolah, budaya daerah, lingkungan, pendidikan, pariwisata, hingga UMKM dan kegiatan positif lainnya.
Dengan pilihan tema yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, peserta dapat membuat konten yang lebih otentik dan mudah diverifikasi. Misalnya, liputan kegiatan sekolah, profil usaha lokal, atau dokumentasi kegiatan budaya dan lingkungan. Pendekatan seperti ini berpotensi memperkuat ekosistem informasi positif, sekaligus memberi ruang bagi pelajar untuk belajar berkreasi dengan dasar yang kuat.
Selain mendorong kreativitas, Bambang juga mengingatkan agar generasi muda tidak takut mencoba dan berkarya di ruang digital, tetapi tetap memperhatikan etika serta dampak sosial. Pesan ini menegaskan bahwa kebebasan berekspresi perlu diimbangi dengan tanggung jawab terhadap konsekuensi dari konten yang dibagikan.
Ia mengajak siswa membiasakan diri memastikan kebenaran dan manfaat informasi sebelum membuat maupun menyebarkan konten. Salah satu panduan yang disampaikan adalah bertanya pada diri sendiri apakah konten tersebut benar, apakah bermanfaat, dan apakah tidak merugikan orang lain. Cara berpikir seperti ini diharapkan membentuk kebiasaan yang lebih hati-hati ketika peserta berada dalam situasi cepat viral atau tren yang sedang ramai.
Program ini tidak hanya berdampak pada peserta pelatihan, tetapi juga berpotensi memengaruhi cara informasi beredar di masyarakat. Ketika pelajar mampu membuat konten yang informatif dan beretika, kualitas percakapan publik di media sosial bisa meningkat, termasuk dari sisi akurasi dan cara penyampaian pesan.
Diskominfo menyebut upaya peningkatan literasi dan kecakapan digital diarahkan untuk membangun ekosistem digital yang maju secara teknologi, tetapi didukung masyarakat yang cerdas, kreatif, aman, santun, dan bertanggung jawab. Dengan begitu, konten dari kalangan muda diharapkan ikut memperkuat ruang digital yang lebih sehat, sekaligus mengurangi risiko penyebaran informasi yang menyesatkan.
Bambang berharap keterampilan yang diperoleh dari Bimtek dapat terus dikembangkan, baik untuk aktivitas bermedia sosial maupun untuk kegiatan pembelajaran di sekolah. Guru, menurutnya, juga perlu memanfaatkan media digital sebagai sarana pembelajaran dan penyebarluasan informasi positif agar proses belajar lebih menarik dan relevan.
Melalui program semacam ini, Diskominfo menargetkan lahir content creator muda yang kreatif dan inspiratif dari Kabupaten Bogor. Harapan tersebut juga diarahkan agar karya pelajar mampu menampilkan potensi daerah secara lebih luas, dari prestasi sekolah hingga kekayaan budaya dan aktivitas ekonomi lokal.






Tidak ada komentar