
INFOSENTULCITY.ID – Tim Penggerak PKK Kota Bogor menjalin kerja sama dengan Lembaga Penyiaran Publik RRI Bogor untuk memperluas penyebarluasan informasi dan edukasi program pemerintah kepada masyarakat. Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di Kantor LPP RRI Bogor, Jalan Pangrango, Kota Bogor, pada Selasa (22/9/2026).

Melalui kemitraan tersebut, informasi program pemberdayaan keluarga dan masyarakat akan disampaikan menggunakan media penyiaran, termasuk penyampaian informasi Asta Cita Presiden. Ketua TP PKK Kota Bogor, Yantie Rachim, menegaskan kerja sama ini dirancang agar pesan program tidak berhenti di lingkungan pengurus PKK, tetapi menjangkau warga Kota Bogor yang lebih luas melalui radio.
Penandatanganan MoU dilakukan langsung oleh Yantie Rachim bersama Kepala LPP RRI Bogor, Nordiana. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak menyepakati bahwa kerja sama akan berfokus pada peningkatan sinergi dalam pemberian informasi, edukasi, serta sosialisasi terkait program pemberdayaan keluarga dan masyarakat.
Yantie Rachim menjelaskan, TP PKK memiliki peran yang tidak hanya dijalankan melalui kegiatan lapangan. Menurutnya, pemanfaatan media diperlukan agar program yang disusun lebih mudah dipahami dan relevan dengan kebutuhan sehari-hari keluarga. Radio dipilih karena memiliki kedekatan dengan masyarakat serta mampu menembus berbagai kalangan.

Kerja sama ini juga dipandang sebagai langkah strategis untuk memperluas distribusi informasi. Yantie menyebutkan bahwa selama ini PKK bergerak dengan program yang menyentuh langsung masyarakat, namun penyebaran informasi perlu didorong agar warga semakin memahami tujuan, manfaat, dan cara berpartisipasi.
Ia menilai, sinergi PKK dan RRI memberi ruang agar edukasi tidak hanya berupa kegiatan sesaat, melainkan menjadi informasi yang berulang dan terstruktur sesuai jadwal tema siaran. Dengan begitu, warga yang mendengarkan siaran tidak sekadar mengetahui program, tetapi juga mendapat penjelasan yang lebih mudah dicerna.
Dalam pelaksanaannya, materi yang disampaikan akan menyesuaikan tema yang dijadwalkan oleh RRI. Sejumlah topik disebut akan diangkat dalam siaran, mulai dari Makan Bergizi Gratis (MBG), pengarusutamaan gender, disabilitas dan inklusi, hingga Indonesia Sehat dan Kita Indonesia.
Selain itu, informasi mengenai program pemberdayaan keluarga dan masyarakat lainnya juga akan masuk dalam agenda pembahasan. Pengaturan materi yang mengikuti tema siaran dinilai membantu penyampaian informasi menjadi lebih konsisten, karena penjelasan dapat disusun sesuai kebutuhan masyarakat dan arah kebijakan yang sedang berjalan.
Yantie Rachim juga menekankan bahwa kolaborasi ini merupakan bentuk optimalisasi media penyiaran publik sebagai sarana informasi, edukasi, dan penguatan nilai-nilai kebangsaan. Dengan pendekatan yang lebih komunikatif, informasi diharapkan bisa disampaikan dalam bahasa yang ringan, edukatif, dan mudah dipahami.
Ia menilai, setiap Pokja di TP PKK Kota Bogor mendapat kesempatan untuk menyampaikan program sekaligus memberikan edukasi praktis. Dari sisi warga, informasi yang disajikan di radio diharapkan membantu mereka memahami berbagai program pemerintah serta menemukan ruang partisipasi yang dapat dilakukan untuk mendukung pembangunan.
Sementara itu, Kepala LPP RRI Bogor, Nordiana, mengatakan kerja sama dengan TP PKK Kota Bogor menjadi kesempatan bagi RRI untuk ikut mendukung program pembangunan yang dijalankan Pemerintah Kota Bogor. Menurutnya, media penyiaran publik memiliki peran penting karena mampu menghadirkan informasi yang edukatif dan bermanfaat bagi masyarakat.
Nordiana memandang kemitraan ini sebagai jembatan antara program pemerintah dan kebutuhan warga. Dengan format siaran radio, pesan dapat menjangkau pendengar secara lebih luas, termasuk warga yang tidak mengikuti kegiatan PKK secara langsung, sehingga informasi program dapat diterima dengan cara yang lebih dekat dan sesuai karakter komunikasi radio.






Tidak ada komentar