Curanmor di Ciseeng Bogor Gagal, Warga Tangkap Pelaku BS dan TI

3 menit membaca View : 10
Abdul Halim
Hukum & Kriminal, News - 08 Sep 2026

INFOSENTULCITY.ID – Aksi pencurian kendaraan bermotor di Kampung Curug Gardu, Desa Putat Nutug, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor, berakhir gagal. Seorang pria diamankan warga saat berusaha membawa kabur sepeda motor milik Jamal, pemilik kendaraan yang saat itu diparkir di depan rumahnya.

Peristiwa terjadi pada Selasa 8 September 2026 sekitar pukul 16.30 WIB. Pelaku berinisial BS dan TI, keduanya warga Kabupaten Bogor, kemudian diserahkan ke Unit Reskrim Polsek Parung untuk proses pemeriksaan lebih lanjut.

Pengungkapan curanmor berawal dari suara mencurigakan

Ketua RT setempat, Irman, menjelaskan bahwa kejadian bermula ketika seorang saksi mendengar bunyi yang dianggap tidak wajar dari arah sepeda motor yang terparkir. Rasa penasaran mendorong saksi mengintip dari jendela rumah dan melihat pelaku sedang membawa keluar sepeda motor milik korban.

Dalam situasi seperti ini, pengamatan warga sering menjadi titik awal yang menentukan. Bunyi kendaraan yang diganggu atau gerakan yang tidak biasa biasanya lebih mudah terdengar di lingkungan permukiman dibanding di lokasi yang ramai. Saat saksi memastikan ada tindakan pencurian, warga bergerak cepat untuk mencegah sepeda motor dibawa kabur lebih jauh.

Pelaku ditangkap saat mendorong sepeda motor

Setelah mengetahui sepeda motor sedang dibawa keluar, warga melakukan pengejaran. Upaya tersebut membuahkan hasil, kedua pelaku berhasil diamankan ketika mereka sedang mendorong kendaraan yang hendak dibawa pergi.

Menurut kronologi yang disampaikan, proses penangkapan dilakukan oleh warga tanpa menunggu waktu lama. Kecepatan respons ini berpengaruh langsung terhadap peluang pelaku melarikan diri, terutama karena pencurian kendaraan bermotor umumnya bertumpu pada waktu singkat sebelum kendaraan berpindah lokasi.

Polisi amankan barang bukti curanmor

Dalam penanganan perkara tersebut, polisi mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya satu unit sepeda motor Honda Scoopy warna hijau dan satu kunci T.

Keberadaan kunci T menjadi perhatian penting karena kerap digunakan dalam upaya membuka atau menghidupkan kendaraan tanpa akses resmi. Barang bukti seperti ini biasanya membantu penyidik menelusuri modus pelaku, termasuk kemungkinan ada persiapan sebelum aksi dilakukan.

Polsek apresiasi warga, imbauan jangan main hakim sendiri

Kapolsek Parung, Kompol Maman Firmansyah, menyampaikan apresiasi atas peran masyarakat yang segera melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian. Ia menekankan bahwa keterlibatan warga dapat mempercepat proses penanganan, selama tetap mengikuti prosedur yang benar.

Maman juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap tindak pidana pencurian kendaraan bermotor. Jika menemukan atau mengetahui adanya upaya pencurian, warga diminta segera melapor kepada aparat, bukan melakukan tindakan main hakim sendiri.

Imbauan itu penting karena penanganan langsung oleh warga berpotensi menimbulkan risiko baru, baik bagi pelaku maupun warga lain. Dengan melibatkan kepolisian, proses hukum bisa berjalan sesuai ketentuan, sekaligus menjaga keamanan lingkungan.

Penanganan kasus di Polsek Parung

Setelah diamankan, BS dan TI dibawa ke Unit Reskrim Polsek Parung untuk pemeriksaan. Langkah ini menjadi bagian dari proses penegakan hukum, mulai dari verifikasi keterangan, pengumpulan alat bukti, hingga penentuan status perkara.

Kasus curanmor yang gagal di Ciseeng ini memperlihatkan bahwa kewaspadaan warga dan respons cepat dapat menghentikan aksi sebelum kendaraan benar-benar berpindah tangan. Di sisi lain, keberhasilan penindakan tetap bergantung pada koordinasi dengan aparat agar prosesnya tertib dan terukur.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x