Gerakan menanam pohon di Sentul City Bogor, TumbuhBogorKUW hadirkan “Satu Pohon Satu Cerita”

4 menit membaca View : 20
Abdul Halim
News, Sentul City - 04 Sep 2026

INFOSENTULCITY.ID – Gerakan menanam pohon kini tidak berhenti di tahap menaruh bibit ke tanah. Di Sentul City, Kabupaten Bogor, program TumbuhBogorKUW mengubah aktivitas penghijauan menjadi rangkaian pencatatan digital yang bisa ditelusuri kembali melalui peta, foto, dan cerita setiap pohon.

Kegiatan penanaman pohon berlangsung pada Jumat, 4 September 2026, sebagai bagian dari kolaborasi PT Sentul City Tbk dan Kuta Udaya Wangsa (KUW) melalui program TumbuhBogorKUW. Dalam acara tersebut, sejumlah jenis pohon ditanam, termasuk mahoni, trembesi, dan tabebuya, sekaligus mendukung Program Penanaman Pohon Tahap VI.

Penanaman pohon di Sentul City, mahoni, trembesi, dan tabebuya

Penanaman di kawasan Sentul City menjadi bukti bahwa penghijauan bisa dikemas lebih terarah, bukan sekadar seremonial. Kehadiran beragam jenis pohon, seperti mahoni dan trembesi, lazim dipilih karena karakter tumbuhannya yang mendukung fungsi ekologis jangka panjang. Sementara tabebuya menambah nilai estetika, karena bunganya dikenal mencolok saat masa berbunga.

Program ini juga membawa narasi besar “Grow Together for a Greener Future” yang sejalan dengan semangat “Tumbuh Bersama, Hijaukan Masa Depan”. Dengan begitu, kegiatan penanaman tidak hanya diarahkan pada penambahan tutupan hijau, tetapi juga pada upaya membangun kebiasaan peduli lingkungan yang bisa diikuti banyak pihak.

“Catat Pohon” mengubah kontribusi menjadi data yang bisa diverifikasi

Hal paling menonjol dari TumbuhBogorKUW adalah cara program tersebut mendokumentasikan setiap pohon. Platform ini menyediakan fitur “Catat Pohon” yang membuat prosesnya terstruktur, mulai dari tanam, foto, hingga catat. Pengguna kemudian dapat memperoleh sertifikat setelah kontribusi melalui tahap verifikasi.

Verifikasi menjadi elemen penting karena memastikan data yang masuk benar-benar berasal dari pohon yang ditanam. Di dalam alur tersebut, pengguna dapat mengambil foto pohon, menuliskan informasi yang relevan, serta menandai lokasinya. Setelah data diperiksa, barulah hasilnya masuk ke statistik publik.

Pendekatan ini berpengaruh pada kualitas program. Kontribusi penghijauan menjadi lebih transparan, mudah ditelusuri, dan tidak mudah hilang begitu saja setelah kegiatan selesai.

Peta Pohon dan fitur Cerita, kontribusi terlihat dan terasa

Selain “Catat Pohon”, TumbuhBogorKUW juga menyiapkan fitur Peta Pohon. Melalui fitur ini, pohon yang sudah diverifikasi dapat dilihat berdasarkan lokasinya. Peta tersebut memudahkan masyarakat memahami sebaran titik penanaman, sekaligus memberi gambaran nyata bahwa gerakan penghijauan berkembang dari waktu ke waktu.

Tak berhenti di visualisasi lokasi, platform ini juga menghadirkan fitur Cerita. Setiap pohon dapat memiliki kisahnya sendiri, termasuk informasi seperti nama pohon, nama ilmiah, pihak yang menanam, lokasi, serta tanggal penanaman. Dengan adanya “cerita” tersebut, pohon tidak hanya menjadi objek lingkungan, melainkan juga rekaman kontribusi yang dapat dikenang.

Konsep “Satu Pohon, Satu Cerita” membuat keterlibatan publik lebih bermakna. Orang yang ikut menanam memiliki jejak yang jelas, sementara pihak lain bisa melihat jejak kontribusi tanpa harus hadir langsung di lokasi.

Perluasan partisipasi lewat Adopsi, Tantangan, hingga Green Office

Tumbuh Bogor KUW juga menyediakan fitur lain untuk memperluas keterlibatan masyarakat. Di antaranya adalah Adopsi, Tantangan, Simulasi, Keluarga, Green Office, serta Marketplace. Fitur-fitur ini berupaya membuat partisipasi tidak terbatas pada kegiatan penanaman fisik, melainkan juga mendorong interaksi yang lebih variatif.

Platform ini juga menampilkan pemetaan kontribusi berdasarkan wilayah. Semangat antarwilayah dibangun melalui peringkat yang didasarkan pada jumlah pohon yang telah diverifikasi. Dengan mekanisme seperti ini, motivasi untuk terus ikut berkontribusi bisa meningkat, karena ada indikator yang jelas atas partisipasi yang telah dilakukan.

Langkah kecil, dampak lingkungan yang berkelanjutan

Kolaborasi PT Sentul City Tbk dan KUW lewat program penanaman pohon menegaskan bahwa kepedulian lingkungan bisa dimulai dari langkah sederhana. Penanaman mahoni, trembesi, dan tabebuya menambah tanaman di ruang hijau, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana langkah tersebut diteruskan melalui pencatatan dan dokumentasi yang terintegrasi.

Ketika setiap pohon memiliki lokasi, waktu penanaman, dan cerita tersendiri, kontribusi penghijauan menjadi lebih mudah dipantau serta tidak mudah hilang begitu saja. Pada akhirnya, gerakan penghijauan bukan hanya soal angka jumlah bibit, melainkan bagaimana kesadaran untuk menjaga lingkungan terus tumbuh dan melibatkan lebih banyak orang.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x