Abu vulkanik Anak Krakatau ganggu warga Bogor, mata perih dan tenggorokan sakit

4 menit membaca View : 14
Abdul Halim
Bogor, News - 06 Sep 2026

INFOSENTULCITY.ID – Abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau mulai terasa di sejumlah wilayah Kota Bogor. Sejumlah warga melaporkan gangguan pada mata dan saluran pernapasan, mulai dari rasa perih hingga sakit tenggorokan, terutama setelah beraktivitas di luar rumah.

Seorang warga Kota Bogor, Rifki Fairuz, mengaku merasakan keluhan setelah mengantarkan istrinya ke Pasar Jambu Dua. Ia menyebut mata terasa perih, apalagi saat berkendara menggunakan motor, sementara area sekitar rumah juga tampak dipenuhi debu. Kondisi serupa turut dirasakan Yenny Wulandari, yang mengaku sempat membersihkan halaman dan kendaraan yang dipenuhi abu vulkanik, lalu mengalami sakit tenggorokan pada siang harinya.

Keluhan warga Bogor setelah paparan abu vulkanik

Rifki menceritakan bahwa teras dan halaman rumahnya terlihat berdebu meski sudah beberapa kali disapu. Karena debu tampak masih beterbangan, ia memilih membatasi aktivitas putranya di luar rumah. Langkah pencegahan sederhana itu, menurutnya, dilakukan agar anak tidak terpapar langsung partikel abu yang melayang di area sekitar.

Yenny menyampaikan pengalaman yang berawal dari pengamatan pagi hari, ketika ia melihat halaman rumah dan kendaraan dipenuhi abu. Setelah membersihkan, ia justru merasakan sakit tenggorokan. Ia juga mengakui tidak menggunakan masker saat membersihkan area tersebut, dengan alasan stok masker saat itu sedang habis. Cerita dua warga ini menggambarkan pola yang umum terjadi saat abu vulkanik turun, yaitu paparan paling terasa setelah aktivitas yang membuat debu terhirup atau tersapu.

Imbauan BPBD Kota Bogor soal masker dan kebersihan

BPBD Kota Bogor menyebut sebagian besar wilayah di kota itu terdampak sebaran abu vulkanik yang berasal dari erupsi Gunung Anak Krakatau. Kepala BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko Prahadisasongko, mengatakan ada banyak aduan dari masyarakat terkait abu yang telah mencapai wilayah Bogor. Ia mengimbau warga tetap tenang, namun meningkatkan kewaspadaan karena partikel abu berpotensi mengganggu kesehatan.

Menurut Dimas Tiko, warga yang beraktivitas di luar ruangan disarankan menggunakan masker untuk mengurangi risiko gangguan saluran pernapasan atau ISPA akibat partikel abu vulkanik yang halus dan pekat. Selain masker, ia juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan rumah, termasuk membersihkan kendaraan, teras, atau perabot yang terpapar debu agar tidak kembali terhirup saat debu beterbangan.

Langkah praktis melindungi kesehatan saat abu melanda

Dalam penanganan harian, Dimas Tiko menyarankan warga membersihkan area yang terkena abu secara lebih terarah, bukan sekadar menyapu tanpa kontrol. Membersihkan kendaraan dan permukaan rumah dapat membantu mengurangi partikel yang berpotensi ikut terangkat saat angin bertiup. Ia juga mengingatkan warga untuk menutup rapat sumber air bersih atau penampungan air terbuka, karena abu yang jatuh dapat mencemari air yang tidak terlindungi.

Bagi warga yang mulai merasakan gangguan kesehatan yang cukup berarti, BPBD menyarankan untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat. Tujuannya agar keluhan seperti iritasi mata, rasa tidak nyaman pada hidung, hingga sakit tenggorokan dapat ditangani lebih cepat, terutama bila gejala berkembang menjadi lebih berat.

Dampak abu vulkanik dan kenapa pencegahan perlu segera

Abu vulkanik pada dasarnya merupakan material halus yang dapat terbawa oleh angin. Ketika abu turun dan menempel pada permukaan, debu dapat kembali terangkat saat aktivitas rumah tangga dilakukan, misalnya menyapu halaman atau membersihkan kendaraan. Itulah sebabnya penggunaan masker menjadi perhatian utama, karena paparan dapat terjadi bukan hanya saat abu sedang jatuh, tetapi juga saat debu diangkat kembali ke udara.

Pengalaman Rifki dan Yenny menunjukkan perbedaan respons yang juga dipengaruhi kebiasaan saat membersihkan area terdampak. Rifki memilih membatasi aktivitas anak setelah melihat debu masih beterbangan, sedangkan Yenny tidak memakai masker saat membersihkan halaman. Perbedaan tersebut memberi gambaran bahwa pencegahan sederhana, seperti menutup saluran pernapasan dan mengatur aktivitas di luar rumah, dapat membantu menekan keluhan.

Warga diminta terus waspada, sambil memantau kondisi

Dengan adanya aduan dari berbagai wilayah di Kota Bogor, kewaspadaan perlu dijaga hingga kondisi mereda. Warga dapat mengurangi paparan dengan tetap berada di dalam rumah bila memungkinkan, menutup jendela saat abu terlihat melayang, serta melakukan pembersihan secara hati-hati. Jika muncul keluhan pernapasan atau iritasi yang tidak membaik, pemeriksaan medis menjadi langkah yang tepat.

BPBD juga mengajak warga untuk tidak panik, tetapi tetap mempersiapkan diri. Saat abu vulkanik memengaruhi aktivitas harian, disiplin terhadap protokol keselamatan, seperti penggunaan masker dan perlindungan sumber air, menjadi kunci agar gangguan kesehatan tidak berlanjut lebih luas.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x