
Universitas Global Jakarta (Jakarta Global University/JGU) bekerja sama dengan Badan Standardisasi Nasional (BSN) menyelenggarakan kegiatan SNI Goes to Campus 2026 pada Rabu, 21 Oktober 2026, di Lecture Theatre 1 sampai 4 Jakarta Global University, kawasan kampus di Jakarta. Acara bertema “Kampus Berdampak, Lulusan Siap Bersaing di Dunia Kerja” ini diikuti mahasiswa dari berbagai program studi, dengan fokus pada pemahaman Standar Nasional Indonesia (SNI) dan penilaian kesesuaian yang relevan bagi kebutuhan industri.

Dalam rangkaian diskusi, kegiatan menghadirkan narasumber dari regulator, industri, dan kalangan akademisi. Rektor Jakarta Global University, Dr. Ir. Djoko Setyo Widodo, hadir langsung, sementara BSN diwakili oleh Nur Hidayati, Direktur Penguatan Penerapan Standar dan Penilaian Kesesuaian. Dari sisi industri, pembahasan disampaikan oleh Veronika Noviana, Senior Manager QFS System, Compliance & Culture PT Tirta Investama, sedangkan materi akademik disampaikan oleh dosen Teknik Industri JGU, Sinta Restuasih, dan diskusi dipandu oleh dosen Manajemen JGU, Dwi Rahmawati.
Kehadiran pimpinan universitas dalam acara ini diposisikan sebagai dukungan institusi untuk memperkuat literasi standardisasi di kalangan mahasiswa. Onki, Humas JGU, menilai bahwa pemahaman standardisasi bukan sekadar pengetahuan tambahan, melainkan kompetensi yang semakin dibutuhkan dalam dunia kerja modern. Pola pikir ini sejalan dengan kebutuhan perusahaan yang mengandalkan sistem mutu dan kepatuhan terhadap standar untuk memastikan konsistensi produk maupun layanan.
Kegiatan ini juga mempertemukan tiga sudut pandang yang saling melengkapi. Narasumber dari BSN membawa kerangka regulasi dan konsep penilaian kesesuaian, sementara pihak industri mengaitkannya dengan praktik di lini produksi dan budaya kepatuhan perusahaan. Di sisi lain, akademisi menghadirkan cara pandang yang lebih terstruktur agar mahasiswa bisa memahami bagaimana standar diterapkan secara nyata, bukan hanya dipelajari secara teoritis.
Nur Hidayati dari BSN membahas penguatan penerapan standar dan penilaian kesesuaian. Fokusnya menekankan bagaimana standar menjadi rujukan dalam proses pengujian, verifikasi, dan penerapan yang pada akhirnya membantu memastikan produk atau layanan memenuhi persyaratan tertentu. Dari sudut pandang regulator, pembahasan seperti ini penting karena standar berperan sebagai jembatan antara kebijakan dan kebutuhan pasar.
Veronika Noviana dari PT Tirta Investama membawa perspektif industri yang lebih operasional. Ia menyoroti bagaimana sistem mutu, kepatuhan, dan budaya organisasi berpengaruh pada implementasi standar. Dalam konteks perusahaan yang bergerak di sektor yang menuntut kualitas dan keamanan, penerapan standar menjadi bagian dari kerja harian, bukan aktivitas musiman. Paparan semacam ini membantu mahasiswa melihat “apa yang terjadi setelah standar ditetapkan,” termasuk bagaimana perusahaan mengelola proses, memantau risiko, dan menjaga konsistensi.
Sementara itu, Sinta Restuasih menyampaikan materi dari ranah akademik. Pendekatan dosen Teknik Industri JGU memberi ruang untuk memahami penerapan standar dari sisi proses, sistem, dan rancangan perbaikan. Diskusi kemudian dipandu oleh Dwi Rahmawati dari Manajemen JGU, yang mengarahkan percakapan agar relevan dengan kesiapan lulusan menghadapi kebutuhan organisasi, termasuk cara menghubungkan kompetensi teknis dengan tuntutan kepatuhan.
Dalam pemaparannya, Onki menegaskan bahwa pemahaman standardisasi menjadi nilai tambah bagi lulusan, khususnya di sektor manufaktur, pangan, serta industri jasa yang menuntut kepatuhan terhadap standar mutu. Bagi mahasiswa, pembelajaran seperti ini dapat memperjelas kompetensi yang diharapkan rekrutmen, misalnya kemampuan memahami persyaratan teknis, mengerti proses penilaian kesesuaian, dan memahami bagaimana standar memengaruhi kualitas produk maupun layanan.
Relevansi tersebut juga terlihat dari cara kegiatan disusun. Diskusi tidak berhenti pada penjelasan konsep. Perpaduan regulator, industri, dan akademisi memberi mahasiswa gambaran menyeluruh tentang perjalanan penerapan SNI, mulai dari kerangka kebijakan hingga implementasi di perusahaan. Dengan demikian, mahasiswa dapat membayangkan peran mereka ketika memasuki dunia kerja, termasuk bagaimana mereka harus mampu bekerja dengan standar yang berlaku.
Sebagai bagian dari rangkaian program SNI Goes to Campus, BSN turut menyelenggarakan kompetisi Poster Standardisasi Mahasiswa. Kompetisi ini dimaksudkan untuk melatih mahasiswa menerjemahkan konsep standardisasi menjadi karya visual yang komunikatif, sekaligus mengasah kemampuan menyampaikan ide secara jelas.
Dalam kompetisi tersebut, tiga mahasiswa Jakarta Global University diumumkan sebagai pemenang. Hasil ini menunjukkan antusiasme sekaligus kemampuan mahasiswa dalam mengolah gagasan standardisasi menjadi materi yang mudah dipahami, sehingga konsep yang dibahas dalam forum diskusi tidak berhenti di ruang kelas.
Penyelenggaraan SNI Goes to Campus 2026 juga dikaitkan dengan implementasi Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi. Kegiatan ini mencerminkan IKU 3 mengenai keikutsertaan mahasiswa dalam kompetisi, serta IKU 5 tentang kerja sama perguruan tinggi dengan mitra. Dengan pendekatan seperti ini, kampus tidak hanya menjalankan aktivitas akademik, tetapi juga mendorong mahasiswa terlibat langsung dalam kegiatan yang memiliki keterkaitan dengan kebutuhan industri dan standar nasional.
Onki menambahkan bahwa kolaborasi dengan lembaga pemerintah seperti BSN memperkuat posisi kampus sebagai bagian dari ekosistem yang menghubungkan pendidikan tinggi dengan kebutuhan industri nasional. Dampak yang terasa bagi mahasiswa adalah terbukanya ruang untuk memahami standar sebagai bagian dari proses kerja, sekaligus memperluas jejaring dengan pihak yang terlibat dalam penyusunan dan penerapan standar.
Melalui kegiatan ini, Jakarta Global University menegaskan komitmennya sebagai kampus berdampak dalam menyiapkan lulusan yang tidak hanya menguasai bidang keilmuan, tetapi juga memahami standar mutu yang berlaku di dunia kerja, sehingga memiliki bekal untuk bersaing di tingkat nasional maupun global.






Tidak ada komentar