Pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi 6 Bogor pindah dari Jalan Ahmad Yani

4 menit membaca View : 9
Abdul Halim
News, Pendidikan - 18 Okt 2026

Pemerintah Kota Bogor menyiapkan perpindahan kegiatan belajar mengajar Sekolah Rakyat Terintegrasi 6 dari lokasi rintisan di Jalan Ahmad Yani menuju fasilitas permanen di kawasan Rancamaya. Rencana perpindahan ini muncul setelah pembangunan di Rancamaya rampung dan fasilitas siap digunakan, sehingga proses pendidikan tidak terhenti bagi siswa yang sudah mengikuti program tersebut.

Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menyampaikan rencana itu saat melakukan kunjungan ke Sekolah Rakyat Terintegrasi 6 pada Sabtu, 17 Oktober 2026. Ia menegaskan bahwa sekolah yang saat ini beroperasi berstatus tahap awal agar pembelajaran tetap berjalan selama tahap pembangunan berlangsung.

Belajar tetap berlangsung, sementara fasilitas permanen di Rancamaya dibangun

Saat ini, Sekolah Rakyat Terintegrasi 6 masih menggunakan area asrama kementerian di Jalan Ahmad Yani sebagai tempat sementara. Dengan pola tersebut, siswa dapat mengikuti kegiatan pendidikan tanpa harus menunggu seluruh pembangunan fasilitas permanen di Rancamaya selesai. Pemilihan lokasi sementara juga menjadi cara untuk memastikan keberlanjutan layanan pendidikan, terutama bagi anak-anak dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi di Kota Bogor.

Dedie menjelaskan bahwa rintisan yang sedang berjalan disiapkan secara paralel dengan pembangunan di Rancamaya. Artinya, pembelajaran tetap berlangsung sambil fasilitas baru diselesaikan, sehingga ketika perpindahan dilakukan, aktivitas sekolah tidak dimulai dari nol. Gagasan ini berangkat dari kebutuhan mengurangi gangguan jadwal dan menjaga konsistensi proses belajar.

Skema perpindahan: siswa lanjutan, guru, pendamping ikut pindah

Ketika kawasan Rancamaya sudah siap, perpindahan akan dilakukan agar siswa dan seluruh layanan sekolah dapat berlanjut. Dedie menyebut bahwa siswa lanjutan nantinya tinggal berpindah dari beberapa ruang atau lokasi yang sudah ada saat ini. Dalam skema tersebut, guru, pendamping, dan pihak-pihak yang mendukung kegiatan harian turut dipindahkan agar ekosistem belajar tidak berubah secara drastis.

Namun, waktu pastinya akan mengikuti kesiapan fasilitas permanen di Rancamaya. Pemkot Bogor juga menyiapkan proses perpindahan agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan ketika gedung baru sudah bisa digunakan. Dengan pendekatan ini, siswa yang telah menjalani pendidikan di lokasi rintisan diharapkan tidak perlu mengulang tahapan dari awal.

Asrama dan pendidikan berasrama untuk membentuk kemandirian

Dedie menempatkan Sekolah Rakyat sebagai bagian dari upaya memperluas kesempatan belajar bagi anak-anak dari keluarga sederhana. Ia juga menyoroti sistem pendidikan berasrama yang memberi pengalaman lebih luas dibanding pembelajaran yang hanya berlangsung di kelas. Selain mengikuti pembelajaran formal, siswa dibiasakan menjalani aktivitas sehari-hari secara lebih mandiri dan bertanggung jawab.

Adaptasi menjadi sorotan tersendiri. Dedie menyampaikan bahwa banyak siswa berasal dari keluarga yang belum terbiasa menghadapi situasi asrama. Karena itu, lingkungan asrama dipandang sebagai bagian dari proses pendidikan, tempat siswa dibentuk untuk belajar hidup teratur, disiplin, dan siap menghadapi tantangan di masa mendatang.

Perawatan sarana prasarana jadi kunci keberlanjutan layanan

Selain menekankan kelanjutan pendidikan, Dedie juga mengingatkan pentingnya menjaga sarana dan prasarana yang sudah disediakan pemerintah. Ia menilai fasilitas sekolah dan asrama harus dirawat agar tetap layak digunakan dalam jangka panjang, termasuk untuk siswa yang akan masuk pada tahun-tahun berikutnya.

Ajakan tersebut mengarah pada kebiasaan sehari-hari: siswa diminta menjaga kebersihan ruangan, menggunakan fasilitas secara bertanggung jawab, serta tidak merusak perlengkapan yang tersedia. Cara pandang ini juga berkaitan dengan keberlanjutan pemanfaatan fasilitas oleh peserta didik, karena kerusakan atau kelalaian dapat mengganggu layanan dan menambah biaya perawatan.

Dampak bagi warga: akses pendidikan tetap berjalan tanpa jeda pembangunan

Bagi keluarga yang anaknya mengikuti Sekolah Rakyat Terintegrasi 6, rencana pembangunan dan perpindahan berarti layanan pendidikan tidak berhenti meski fasilitas permanen masih dikerjakan. Dengan pola belajar di lokasi rintisan, siswa tetap memiliki jadwal kegiatan pendidikan, sementara proses pindah ke Rancamaya akan dilakukan setelah fasilitas siap. Hal ini membantu orang tua atau wali dalam menyiapkan rutinitas anak, tanpa harus menanggung ketidakpastian lama.

Di sisi lain, pembangunan fasilitas permanen di Rancamaya diharapkan mampu mendukung keberlanjutan program tersebut ketika lokasi baru digunakan. Dengan demikian, sekolah tidak hanya bertambah kapasitas tempat belajar, tetapi juga mempertahankan kesinambungan pendampingan, termasuk pembiasaan hidup mandiri yang menjadi bagian dari karakter program pendidikan berasrama.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x