Hapkido Kota Bogor Genjot Latihan di Ciapus Hadapi Porprov Jabar 2026

3 menit membaca View : 13
Abdul Halim
News, Olahraga - 17 Okt 2026

Hapkido Kota Bogor tengah memusatkan latihan di Ciapus, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada November. Pengurus Cabang Hapkido Kota Bogor menargetkan tiga medali emas, dengan persiapan yang sudah berjalan sekitar satu setengah tahun dan saat ini masuk tahap pemantapan melalui training camp.

Target itu disusun setelah kontingen Kota Bogor meraih lima medali emas pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Hapkido di Lampung. Ketua Pengurus Cabang Hapkido Kota Bogor, Muhamad Opik, menyebut raihan tersebut menjadi modal sekaligus bahan evaluasi untuk menghadapi nomor-nomor yang dipertandingkan di Porprov Jabar 2026.

Modal lima emas Kejurnas Lampung jadi bahan evaluasi Porprov

Pada Kejurnas Hapkido di Lampung, Jawa Barat keluar sebagai juara umum dengan 31 medali, termasuk 11 emas. Dari jumlah itu, lima medali emas disumbangkan atlet Kota Bogor. Opik memandang capaian tersebut bukan sekadar bukti kemampuan, melainkan juga indikator bahwa atlet Kota Bogor mampu bersaing di level nasional dan siap diuji lebih ketat pada ajang provinsi.

Menurut Opik, target tiga emas ditetapkan dengan mempertimbangkan kekuatan atlet serta peluang pada nomor yang dipertandingkan. Dalam persiapan menjelang Porprov, tim tidak hanya mengejar peningkatan performa, tetapi juga menata ulang strategi berdasarkan hasil yang pernah diraih, termasuk mengidentifikasi bagian yang masih bisa ditingkatkan.

Training camp di Ciapus fokus pemantapan teknik, mental, dan taktik

Untuk mengejar target tersebut, persiapan saat ini dilakukan melalui pemusatan latihan di kawasan Ciapus, Tamansari, Kabupaten Bogor. Pelatih Hapkido Kota Bogor, Muhammad Bahrul Gifari, menjelaskan bahwa program pemusatan latihan telah berlangsung selama dua bulan dan diarahkan pada tiga aspek utama: peningkatan performa, penguatan mental bertanding, serta pematangan taktik dan strategi.

Evaluasi dari Kejurnas menjadi bekal penting untuk memperbaiki kekurangan yang terlihat saat kompetisi. Bahrul menekankan bahwa fase latihan yang dijalani saat ini berfokus menjaga konsistensi performa, sekaligus membangun kekompakan tim pelatih dan kedekatan antaratlet agar mereka lebih siap menghadapi tekanan di lapangan saat Porprov berlangsung.

13 atlet dipersiapkan, mayoritas turun di nomor Daeryun

Pada Porprov Jabar 2026, Hapkido Kota Bogor menurunkan 13 atlet. Komposisi kontingen ini beragam, mulai dari pelajar dan mahasiswa hingga personel TNI/Polri serta aparatur sipil negara (ASN). Dari total tersebut, 11 atlet diproyeksikan tampil pada nomor tarung Daeryun, sementara satu atlet mengikuti nomor lompat tinggi atau Nakbob, dan satu atlet lainnya turun pada nomor seni atau Hyung.

Salah satu figur yang mendapat perhatian adalah Lintang, pelajar kelas XII SMA kelahiran 2009. Meski menjadi atlet termuda dalam kontingen, Lintang pernah meraih medali perunggu pada Kejurnas Hapkido di Lampung. Keberadaan atlet muda ini memberi warna tersendiri bagi tim, sekaligus menjadi penanda bahwa pembinaan yang berjalan selama sekitar satu setengah tahun menghasilkan regenerasi.

Opik menyatakan tim optimistis atlet mampu memberikan hasil terbaik. Dengan pemantapan yang sedang dikejar melalui training camp, pengurus menaruh harapan agar target tiga emas dapat diwujudkan di Porprov Jabar 2026.

Pesaing dari Bandung dan Bekasi, tuan rumah jadi faktor tambahan

Meski persiapan terus digenjot, Bahrul menilai jalan menuju podium tertinggi tidak mudah. Ia menyebut Kota Bandung, Kabupaten Bekasi, dan Kota Bekasi sebagai lawan yang patut diwaspadai. Perhitungan kekuatan lawan menjadi bagian dari strategi tim, karena karakter pertandingan di Porprov biasanya menuntut kesiapan yang matang, baik dari sisi teknik maupun mental saat berhadapan dengan atlet dari daerah lain.

Status Kota Bekasi sebagai tuan rumah juga ikut diperhitungkan dalam persaingan. Namun, Hapkido Kota Bogor memilih tetap mengunci fokus pada kesiapan internal, memaksimalkan program latihan yang sedang berjalan, serta menjaga agar performa atlet tetap stabil ketika memasuki fase pertandingan.

Bahrul menegaskan target tiga emas dinilai realistis, bahkan peluang untuk melampaui angka tersebut tetap terbuka selama evaluasi dari Kejurnas terus dibenahi dan kekompakan tim tetap terjaga hingga hari-H Porprov.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x