Kurir ganja double L di Terminal Bubulak Bogor ditangkap, perintah dari buron

4 menit membaca View : 10
Abdul Halim
Hukum & Kriminal, News - 08 Sep 2026

INFOSENTULCITY.ID – Seorang kurir berinisial MDF (25) ditangkap karena diduga terlibat penyelundupan ganja dan obat keras jenis double L di Terminal Bus Bubulak, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor. Pemuda asal Sidoarjo, Jawa Timur itu diamankan setelah tim menangani perkara menemukan paket mencurigakan yang mengarah pada pengiriman ke wilayah tujuan Sidoarjo.

Dalam pengungkapan perkara, polisi menyebut MDF menjalankan perintah dari rekannya berinisial YS (27) yang kini berstatus buron. MDF dijanjikan upah Rp3,5 juta untuk mengantarkan barang haram tersebut, sementara jaringan berusaha mengelabui petugas dengan modus memalsukan dokumen pengiriman kargo agar terlihat seperti paket rokok.

Modus kurir ganja dan double L, paket dikirim berputar lewat terminal

Kasus ini bermula dari laporan masyarakat pada Rabu, 2 September 2026 sekitar pukul 22.00 WIB. Petugas menerima informasi adanya paket mencurigakan di salah satu agen bus di Terminal Bubulak, lalu melakukan penyelidikan dengan pendekatan terukur untuk memastikan pemilik maupun penerima barang.

Direktur penanganan perkara, Kompol Ali Jupri, menjelaskan bahwa MDF mengaku sudah mengenal YS sejak tiga tahun lalu. Keduanya merupakan teman tongkrongan yang dulu kerap beraktivitas bersama, termasuk naik Vespa. Pengakuan tersebut menjadi titik awal untuk menelusuri alur perintah dan peran masing-masing orang dalam jaringan.

Menurut keterangan polisi, jaringan tidak mengirim barang secara langsung. Paket dialihkan melewati Terminal Baranangsiang dan Terminal Bubulak di Kota Bogor sebelum akhirnya diarahkan ke bus antarkota tujuan Jawa Timur. Pola pengiriman berputar itu bertujuan mengurangi kecurigaan petugas dan memperlambat pelacakan.

Barang bukti yang diamankan di Terminal Bubulak

Dalam operasi penyerahan terselubung, petugas berhasil mengamankan MDF bersama barang bukti. Dari penggeledahan, polisi menyita ganja seberat 18 kilogram yang dikemas dalam 17 paket, serta 1.000 butir pil obat keras jenis double L.

Selain barang haram, petugas juga mengamankan satu unit sepeda motor warna merah bernomor polisi B 3359 TB dan satu unit ponsel. Perangkat komunikasi itu diduga memuat jejak koordinasi, termasuk instruksi pengantaran dan informasi terkait jadwal pengiriman.

Upaya penyamaran juga dilakukan melalui pemalsuan manifes pengiriman kargo. Dalam penjelasan polisi, dokumen tersebut dibuat agar paket tampak sebagai kiriman berisi rokok, padahal isinya diduga ganja dan obat keras.

Peran tersangka dan status buron YS

Kompol Ali Jupri menegaskan bahwa MDF diduga hanya menjalankan tugas sebagai kurir. Ia menerima perintah dari YS yang disebut sebagai pengatur pengiriman. Saat ditangkap, MDF mengaku perintah datang dari rekannya, sementara YS saat ini masuk daftar pencarian orang karena sudah berstatus DPO.

Waka Polresta Bogor Kota, AKBP Arie Trestiawan, menambahkan bahwa tim melakukan penelusuran menggunakan metode controlled delivery. Pendekatan ini dilakukan untuk melacak pemilik dan penerima paket bernomor resi tujuan Sidoarjo, agar penindakan tidak berhenti pada kurir.

Dengan status YS sebagai buron, fokus penyidik bergeser pada pengungkapan jaringan yang lebih luas. Identifikasi peran YS menjadi kunci, terutama untuk mengetahui bagaimana rekrutmen kurir dilakukan dan bagaimana komunikasi antaranggota berlangsung sebelum paket sampai ke tangan penerima.

Controlled delivery dan pemalsuan dokumen sebagai tantangan penegakan hukum

Penggunaan modus pemalsuan manifes menunjukkan bahwa pelaku berusaha memanfaatkan celah pada proses administrasi pengiriman. Ketika dokumen terlihat sesuai, petugas lapangan kerap menghadapi kesulitan untuk mendeteksi isi paket hanya dari tampilan fisik.

Di sisi lain, pola pengiriman berputar antarterminal menambah kompleksitas pelacakan. Tim penegak hukum perlu memastikan titik keberangkatan dan alur perpindahan paket secara detail, sehingga barang tidak sempat berpindah ke pihak lain sebelum dilakukan penindakan.

Metode controlled delivery yang diterapkan dalam perkara ini menjadi langkah penting karena memungkinkan polisi menunggu momen yang tepat. Dengan cara tersebut, penyidik dapat mengumpulkan bukti yang lebih kuat terkait siapa yang memerintahkan, siapa yang mengantar, dan ke mana paket seharusnya diserahkan.

Dampak jaringan penyelundupan ganja dan double L bagi wilayah

Ganja dan obat keras jenis double L termasuk kategori barang yang berisiko tinggi jika beredar di masyarakat. Dalam kasus ini, rute yang mengarah ke Jawa Timur menunjukkan bahwa jaringan tidak berhenti pada satu titik, melainkan membangun alur pengiriman antardaerah.

Penangkapan MDF di Terminal Bubulak memperlihatkan bahwa pengawasan di simpul transportasi seperti terminal bus masih menjadi fokus utama. Polisi juga mengingatkan bahwa upaya penyamaran melalui label dan dokumen pengiriman dapat menutupi niat sebenarnya, sehingga laporan masyarakat dan respons cepat petugas menjadi faktor penentu.

Perkara ini masih berlanjut dengan pengejaran YS. Langkah penyidik selanjutnya akan menitikberatkan pada penelusuran jaringan, termasuk kemungkinan keterlibatan pihak lain yang membantu pemalsuan dokumen atau mengatur perpindahan paket di beberapa terminal.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x