Tol Sawangan-Bojonggede-Salabenda, konstruksi 2026 ditarget mulai

4 menit membaca View : 6
Abdul Halim
Ekonomi, News - 30 Agu 2026

INFOSENTULCITY.ID – Rencana kelanjutan Tol Depok-Antasari kembali mendapat kepastian. Ruas Tol Sawangan-Bojonggede-Salabenda ditargetkan masuk tahap konstruksi pada 2026, menyambung jaringan yang saat ini sudah beroperasi hingga Sawangan. Proyek ini menjadi sorotan karena diharapkan memperkuat akses transportasi masyarakat Depok dan Kabupaten Bogor melalui koridor lanjutan menuju wilayah Bojonggede dan Salabenda.

Kepastian jadwal tersebut disampaikan oleh pengusaha jalan tol sekaligus Dewan Penasihat PT Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP) Tbk, Mohammad Jusuf Hamka, yang akrab disapa Babah Alun. Dalam pernyataannya, ia menyebut bahwa konstruksi dari Sawangan menuju Salabenda diharapkan sudah dimulai pada tahun ini, dengan tahapan yang kemudian mengarah pada target konstruksi 2026.

Jadwal konstruksi Tol Sawangan-Bojonggede-Salabenda dan target operasi 2028

Menurut rencana yang disampaikan, ruas Tol Sawangan-Bojonggede-Salabenda memiliki tahapan yang saling terhubung dari sisi persiapan hingga pelaksanaan fisik. Target konstruksi pada 2026 menjadi penanda bahwa proyek memasuki fase implementasi setelah sebelumnya menghadapi berbagai kendala pada tahap persiapan. Bagi pengguna jalan dan warga sekitar, kepastian jadwal ini penting karena selama ini kelanjutan Tol Desari menuju wilayah Kabupaten Bogor masih menjadi pertanyaan besar.

Di sisi lain, perkembangan terbaru juga menyebut target operasi pada 2028. Namun, pencapaian tanggal operasi tersebut tidak berdiri sendiri. Pelaksanaannya bergantung pada kelancaran tahapan pembangunan yang harus diselesaikan terlebih dahulu, mulai dari pekerjaan konstruksi, penyelesaian infrastruktur pendukung, hingga kesiapan sistem yang memungkinkan jalan tol berfungsi secara penuh bagi kendaraan.

Rincian panjang ruas dan perannya dalam jaringan Tol Depok-Antasari

Ruas yang akan dibangun terbagi dalam dua segmen utama. Pertama, Sawangan-Bojonggede dengan panjang sekitar 9,5 kilometer. Kedua, Bojonggede-Salabenda sepanjang sekitar 6,4 kilometer. Jika dijumlahkan, total panjang pengembangan pada koridor ini sekitar 15,9 kilometer.

Dalam skema pengembangan jaringan yang lebih luas, disebutkan total panjang dari Sawangan hingga Salabenda mencapai sekitar 27,9 kilometer. Angka ini menunjukkan bahwa proyek tidak hanya berhenti pada segmen yang disebut secara langsung, melainkan terhubung dengan bagian jaringan lain yang telah lebih dulu berjalan dan perlu diselaraskan agar arus kendaraan dari Depok menuju arah Bogor lebih mulus.

Bagian tol yang sudah beroperasi dan kesinambungan konektivitas

Untuk memahami dampaknya, perlu dilihat bahwa jaringan Tol Depok-Antasari memang sudah berjalan pada beberapa ruas. Adapun bagian awal yang telah beroperasi meliputi Antasari-Brigif sekitar 5,8 kilometer, Brigif-Krukut sekitar 2,7 kilometer, serta Krukut-Sawangan sekitar 3,6 kilometer. Dengan adanya ruas lanjutan, konektivitas akan bertambah dari titik akhir yang saat ini berada di Sawangan.

Kesinambungan ini penting karena tol umumnya berdampak besar pada pola pergerakan harian, bukan hanya untuk perjalanan antarkota, tetapi juga untuk mobilitas logistik dan aktivitas ekonomi di koridor yang dilewati. Ketika segmen lanjutan dibangun, warga yang sebelumnya menempuh rute lebih panjang atau bergantung pada jalan arteri dapat memperoleh alternatif yang lebih cepat dan terprediksi.

Koneksi ke Bogor Outer Ring Road melalui kawasan Salabenda

Rencana pengembangan juga menempatkan ruas ini sebagai bagian dari konektivitas yang lebih besar. Disebutkan bahwa konektivitas tol diproyeksikan terhubung dengan jaringan Bogor Outer Ring Road (BORR) melalui kawasan Salabenda. Artinya, tol bukan hanya menjadi jalur penghubung Depok-Bogor secara langsung, melainkan juga membuka peluang keterhubungan ke jaringan ring road yang berfungsi mereduksi beban arus di titik-titik pusat kota.

Jika integrasi ini berjalan sesuai rencana, dampaknya bisa terasa pada pengaturan arus kendaraan dari berbagai arah. Bagi pelaku usaha, jalur yang terhubung dengan ring road biasanya membantu efisiensi waktu tempuh dan perencanaan distribusi. Sementara bagi masyarakat umum, ketersediaan akses yang lebih baik dapat mengurangi kerumitan perjalanan yang kerap dipengaruhi kemacetan di ruas-ruas tertentu.

Pengembangan lanjutan dari Bogor ke Caringin, rencana berlanjut setelah Salabenda

Rencana pengembangan tidak berhenti di Salabenda. Dalam pernyataannya, Mohammad Jusuf Hamka juga menyebut adanya gagasan pengembangan jaringan jalan tol dari kawasan Bogor menuju Caringin, Kabupaten Bogor. Narasi ini memperlihatkan bahwa koridor yang sedang dikejar saat ini merupakan bagian dari rangkaian yang lebih panjang, sehingga pembangunan tahap demi tahap diharapkan membentuk jaringan yang saling menguatkan.

Implikasinya, masyarakat di Depok dan Kabupaten Bogor dapat melihat peta jalan yang lebih jelas untuk peningkatan akses transportasi. Namun, tetap perlu diingat bahwa proyek infrastruktur berskala besar memerlukan koordinasi lintas tahapan, termasuk penyelesaian aspek teknis dan kesiapan pelaksanaan di lapangan. Kepastian jadwal konstruksi 2026 dan target operasi 2028 menjadi sinyal awal, sekaligus pengingat bahwa realisasi akan sangat bergantung pada kelancaran proses pembangunan.

Dengan demikian, Tol Sawangan-Bojonggede-Salabenda diproyeksikan menjadi elemen kunci dalam memperkuat hubungan transportasi antara Depok dan Kabupaten Bogor. Jika target dapat dikejar, ruas ini berpotensi memperbaiki konektivitas harian, memperlancar pergerakan logistik, serta mendukung keterhubungan jaringan tol yang lebih luas pada masa mendatang.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x