Stretch mark: penyebab, risiko, dan pilihan perawatan medis yang realistis

5 menit membaca View : 2
Abdul Halim
Kesehatan, News - 07 Okt 2026

INFOSENTULCITY.ID – Stretch mark atau striae adalah garis memanjang pada kulit yang muncul ketika kulit meregang lalu menyusut secara cepat. Kondisi ini banyak dialami orang, dan dokter kulit menjelaskan prosesnya terkait kerusakan kolagen serta elastin, dua protein yang menjaga kekuatan dan kelenturan kulit. Meski umumnya tidak berbahaya, perubahan tampilan yang terjadi sering membuat sebagian orang mencari cara menguranginya.

Garis-garis tersebut dapat muncul pada fase pubertas, selama kehamilan, atau saat berat badan naik dan turun secara cepat. Pada awal kemunculan, stretch mark umumnya tampak menonjol dan bisa disertai rasa gatal pada area seperti perut, paha, pinggul, bokong, hingga payudara. Seiring waktu, warnanya cenderung memudar menjadi lebih terang dan kadang terlihat sedikit cekung, namun tidak selalu hilang sepenuhnya. Sekitar 90% orang memiliki stretch mark, jadi masalah ini relatif umum dan beragam pada tiap individu.

Penyebab stretch mark: peregangan cepat dan perubahan jaringan kulit

Stretch mark terbentuk karena kombinasi peregangan dan penyusutan jaringan kulit yang terjadi mendadak. Saat kulit tertarik terlalu cepat, struktur penyangga di bawah permukaan kulit tidak sempat beradaptasi dengan baik. Akibatnya, bekas garis dapat terlihat dengan pola dan ketebalan berbeda, tergantung lokasi, usia kemunculan, serta warna kulit masing-masing orang.

Warna stretch mark bisa bervariasi, mulai dari merah, pink, ungu, biru, hingga cokelat tua. Pada fase awal, garis sering lebih menonjol, bahkan ada yang terasa gatal. Setelah beberapa waktu, warna tersebut biasanya memudar dan semakin menyatu dengan warna kulit, meski teksturnya tidak selalu kembali seperti semula.

Siapa yang lebih berisiko: perubahan fisik, genetik, dan obat tertentu

Selain pubertas dan kehamilan, perubahan berat badan yang cepat juga menjadi pemicu yang sering. Kenaikan atau penurunan yang tidak stabil membuat kulit mengalami perubahan ukuran relatif cepat. Pada beberapa orang, aktivitas seperti binaraga atau latihan angkat beban juga dapat berperan, karena komposisi tubuh dan ukuran otot bisa berubah dalam rentang waktu yang relatif singkat.

Faktor medis dan genetik juga turut memengaruhi. Dokter kulit menyebut penggunaan steroid berulang dapat membuat kulit lebih tipis, sehingga stretch mark lebih mudah muncul. Risiko ini terutama relevan bila steroid dioleskan berulang pada area tertentu seperti ketiak, paha bagian dalam, atau selangkangan.

Dari sisi genetik, kelainan pada jaringan ikat dapat membuat kulit lebih rentan meninggalkan bekas saat mengalami peregangan. Gangguan seperti sindrom Marfan dan sindrom Ehlers-Danlos disebut dapat melemahkan struktur penopang kulit. Ada pula sindrom Cushing yang terkait produksi kortisol berlebihan dalam jangka waktu lama, sehingga serat elastis kulit melemah dan stretch mark lebih mudah terbentuk.

Apakah stretch mark berbahaya dan bisa benar-benar hilang?

Secara kesehatan, stretch mark tidak membahayakan tubuh. Karena itu, tidak ada kewajiban klinis untuk mengobatinya. Banyak orang memilih menerima kondisi ini sebagai bagian alami dari perubahan tubuh, terutama setelah fase pubertas, kehamilan, atau perubahan berat badan.

Meski demikian, sebagian orang ingin mengurangi tampilan garis demi kenyamanan psikologis dan rasa percaya diri. Dokter kulit menegaskan bahwa tidak ada perawatan yang terbukti mampu menghilangkan stretch mark secara total. Namun, tampilan dapat dibuat lebih samar, terutama bila penanganan dilakukan saat stretch mark masih relatif baru. Hasil yang dicapai juga dipengaruhi usia stretch mark, lokasi, serta respons kulit tiap individu.

Pilihan perawatan medis: microneedling, retinoid, dan laser

Perawatan klinis umumnya berfokus pada stimulasi pembentukan kolagen dan elastin baru agar tekstur kulit tampak lebih halus. Salah satu prosedur yang sering dipilih adalah microneedling, yaitu tindakan dengan jarum tipis yang membuat luka-luka kecil terkontrol pada kulit. Untuk melihat perubahan yang lebih nyata, umumnya diperlukan beberapa sesi, sekitar tiga sampai enam kali, dalam rentang beberapa bulan. Efek samping yang mungkin muncul antara lain pembengkakan, iritasi, kulit mengelupas, serta perubahan warna.

Pilihan lain adalah krim retinoid dengan resep dokter. Dokter kulit menyebut retinoid, terutama tretinoin, dapat membantu mengurangi tampilan stretch mark yang masih baru, misalnya yang muncul dalam beberapa bulan terakhir. Mekanismenya berkaitan dengan rangsangan pembentukan kolagen. Meski begitu, krim ini bisa menimbulkan rasa sakit, kekeringan, hingga iritasi, sehingga penggunaannya sebaiknya melalui konsultasi dokter.

Untuk pendekatan yang menargetkan permukaan kulit, laser skin resurfacing menggunakan sinar laser untuk meratakan tampilan sekaligus merangsang kolagen. Efek samping yang mungkin termasuk pembengkakan, milia, dan perubahan warna kulit. Pada stretch mark berwarna merah atau ungu, laser vaskular dapat digunakan untuk menargetkan pembuluh darah di area tersebut agar warna lebih cepat memudar. Prosedur laser juga dapat disertai ketidaknyamanan sementara dan memar pada area yang ditangani.

Pencegahan dan kehati-hatian terhadap pengobatan rumahan

Dokter kulit mengingatkan bahwa banyak produk perawatan mandiri di rumah menawarkan klaim terlalu tinggi tanpa bukti klinis yang kuat. Produk yang dijual bebas maupun promosi di media sosial kerap menonjolkan harapan dibanding data hasil yang terukur. Anggapan bahwa bahan alami seperti minyak kelapa atau cocoa butter bisa menjadi solusi instan juga tidak didukung secara memadai.

Jika seseorang tetap ingin memakai bahan tertentu, dokter kulit menyarankan penggunaan segera setelah stretch mark muncul dan dilakukan dengan pemijatan rutin setiap hari selama beberapa minggu. Namun, fokus perawatan tetap perlu realistis, karena mengandalkan rutinitas rumah tidak selalu memperbaiki kerusakan kolagen dan elastin yang terjadi.

Selain itu, kestabilan berat badan dinilai berpengaruh. Lonjakan atau penurunan berat badan yang cepat merupakan pemicu yang umum, sehingga menjaga pola makan dan perubahan berat yang lebih terkontrol dapat membantu mengurangi risiko peregangan berulang. Untuk penggunaan obat, khususnya steroid, dokter menekankan agar mengikuti arahan medis, memakai dosis terendah yang memungkinkan, dan menghentikannya secara bertahap bila memang diperlukan.

Beberapa kandungan juga sedang dipelajari untuk pencegahan, seperti hyaluronic acid pada losion atau krim, serta Centella asiatica yang pernah dikaitkan dengan upaya pencegahan selama kehamilan. Meski demikian, bukti yang ada masih terbatas dan memerlukan penelitian lanjutan. Pada banyak kasus, stretch mark akan makin tidak mencolok seiring waktu karena warnanya memudar dan menyatu dengan warna kulit, meski persepsi tiap orang bisa berbeda karena garis sering lebih mudah terlihat oleh pemiliknya sendiri.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x