Rekening Gratis Satu Orang Satu Rekening, Airlangga: finalisasi hingga 2026

4 menit membaca View : 3
Abdul Halim
Ekonomi, News - 05 Nov 2026

Infosentulcity.id – Pemerintah tengah mematangkan program rekening gratis untuk warga berusia 17 tahun ke atas melalui skema “Satu Orang Satu Rekening”. Targetnya, program ini direalisasikan pada akhir 2026, dengan fokus pada kelompok desil 1 hingga desil 4 yang belum memiliki rekening bank.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan proses pematangan masih berjalan dan pemerintah menargetkan program tersebut dapat diwujudkan dalam waktu dekat. Dalam keterangan yang disampaikan pada Kamis, 5 November 2026, Airlangga menyebut realisasi ditargetkan berlangsung dalam “dua bulan” setelah tahap pematangan selesai.

Program rekening gratis untuk inklusi keuangan dan penyaluran bantuan

Skema “Satu Orang Satu Rekening” diarahkan untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal. Pemerintah juga menyiapkan mekanisme agar penyaluran bantuan sosial dapat lebih cepat dan tepat sasaran, dengan rekening bank sebagai kanal penyerahan manfaat.

Rekening yang dibuka melalui program ini ditujukan bagi penduduk dewasa usia 17 tahun ke atas dari kelompok desil 1 sampai desil 4 yang belum memiliki rekening bank. Pemerintah menargetkan pembukaan rekening bagi sekitar 25,16 juta penduduk dewasa, dengan saldo awal Rp50 ribu per rekening.

Untuk kebutuhan anggaran, pemerintah menempatkan estimasi sekitar Rp1,28 triliun bagi pembukaan rekening tersebut. Dengan desain seperti ini, pemerintah menggabungkan tujuan inklusi keuangan dan penajaman distribusi bantuan, sehingga penerima manfaat memiliki akses pada layanan keuangan yang lebih terstruktur.

Rencana bantuan pangan dan subsidi upah menyertai rekening gratis

Selain pembukaan rekening gratis, pemerintah menyiapkan bantuan pangan berupa beras 10 kilogram bagi 33,24 juta keluarga penerima manfaat. Paket bantuan ini dirancang sebagai bagian dari program dukungan pada periode akhir tahun, bersamaan dengan skema lain yang menyasar pekerja dan kebutuhan mobilitas.

Untuk dukungan bagi pekerja, pemerintah juga berencana memberikan Bantuan Subsidi Upah sebesar Rp900 ribu kepada 13,3 juta pekerja. Airlangga menjelaskan bantuan ini ditujukan bagi pekerja dengan gaji maksimal Rp3,5 juta atau yang berada di bawah UMP (upah minimum provinsi).

“Bantuan Subsidi Upah sebesar Rp900 ribu bagi 13,3 juta pekerja dengan gaji maksimal Rp3,5 juta atau di bawah UMP (upah minimum provinsi),” paparnya.

Dengan rentang sasaran yang disebutkan tersebut, pemerintah menempatkan bantuan upah sebagai penyangga daya beli, sementara rekening gratis berperan sebagai infrastruktur layanan yang dapat mendukung penyaluran bantuan secara lebih tertata.

Insentif transportasi Natal 2026 dan Tahun Baru 2027

Di penghujung 2026, pemerintah juga menyiapkan insentif transportasi untuk masa libur Natal 2026 dan Tahun Baru 2027. Insentif diberikan untuk beberapa moda, termasuk transportasi udara, kereta api, kapal laut, serta angkutan penyeberangan.

Untuk tiket pesawat ekonomi domestik, pemerintah menanggung PPN 100 persen untuk periode 22 Desember sampai dengan 10 Januari. Targetnya mencapai 3,75 juta penumpang penerbangan kelas ekonomi.

“PPN (Pajak Pertambahan Nilai) ditanggung pemerintah 100 persen untuk tiket pesawat ekonomi domestik per 22 Desember sampai dengan 10 Januari. Ini targetnya untuk 3,75 juta penumpang penerbangan kelas ekonomi,” lanjutnya.

Pada kereta api, pemerintah memberikan diskon tiket sebesar 30 persen dengan sasaran sekitar 1,04 juta penumpang. Program berlaku untuk perjalanan pada 22 Desember 2026 hingga 4 Januari 2027.

Sementara itu, untuk kapal laut milik PT Pelni, insentif diarahkan pada sekitar 414.000 orang. Untuk angkutan penyeberangan, tarif jasa kepelabuhanan di 14 pelabuhan yang dikelola PT ASDP Indonesia Ferry digratiskan dengan target penerima manfaat sebanyak 1,42 juta penumpang.

Airlangga juga menegaskan bahwa periode insentif transportasi berada pada rentang 22 Desember sampai dengan 10 Januari.

Dampak yang bisa dirasakan warga terkait rekening dan bantuan

Bagi masyarakat yang belum memiliki rekening bank, skema rekening gratis menjadi pintu masuk ke layanan keuangan formal, sekaligus memudahkan akses terhadap penyaluran bantuan yang menggunakan kanal perbankan. Pemerintah menargetkan puluhan juta penerima, sehingga implementasinya berpotensi memengaruhi cara bantuan didistribusikan pada periode akhir tahun.

Di saat yang sama, paket dukungan lain seperti bantuan pangan, subsidi upah, dan insentif transportasi memberi gambaran bahwa pemerintah menyusun sejumlah instrumen sekaligus. Bagi pekerja dengan kriteria gaji maksimal Rp3,5 juta atau di bawah UMP, Bantuan Subsidi Upah Rp900 ribu menjadi komponen yang langsung berkaitan dengan daya beli pada masa libur.

Untuk warga pengguna transportasi, insentif yang menyasar tiket pesawat, diskon kereta, serta skema dukungan di kapal laut dan penyeberangan berpotensi mengurangi beban biaya perjalanan pada periode 22 Desember sampai dengan 10 Januari, sesuai skema yang disebutkan pemerintah.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x