Prabowo Tiba di New Delhi untuk KTT BRICS ke-18, Indonesia Resmi Anggota Penuh

4 menit membaca View : 9
Abdul Halim
Ekonomi, News - 12 Sep 2026

INFOSENTULCITY.ID – Presiden Prabowo Subianto tiba di New Delhi, India, untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi BRICS ke-18 pada 12-13 September 2026. Kehadiran Prabowo menjadi sorotan karena Indonesia kini berstatus anggota penuh BRICS, sebuah langkah yang memperluas ruang partisipasi dalam pembahasan perdagangan, investasi, energi, serta reformasi arsitektur keuangan global.

Konferensi ini berlangsung saat situasi geopolitik dan ekonomi dunia sedang menegang. Konflik di Timur Tengah, perang Rusia-Ukraina, hingga ketegangan perdagangan global berpotensi memengaruhi stabilitas rantai pasok dan biaya energi, termasuk harga minyak yang berdampak langsung pada perekonomian negara berkembang seperti Indonesia.

KTT BRICS ke-18 di New Delhi, Indonesia Masuk Fase Baru Kerja Sama

New Delhi menjadi tuan rumah pertemuan pemimpin negara BRICS yang berfokus pada kerja sama ekonomi sekaligus isu-isu global yang berdampak pada negara berkembang dan emerging economies. Bagi Indonesia, momen ini tidak hanya bernilai diplomatik, tetapi juga membuka jalur yang lebih lebar untuk ikut menyusun agenda bersama.

Indonesia resmi bergabung sebagai anggota penuh BRICS pada 1 Januari 2025. Dengan status tersebut, Indonesia memiliki peluang lebih besar untuk terlibat dalam forum pembahasan yang lebih teknis dan strategis, mulai dari perdagangan lintas negara, investasi, energi, hingga upaya reformasi lembaga keuangan internasional agar lebih representatif terhadap kepentingan negara berkembang.

Geopolitik Memanas, Dampak ke Harga Energi dan Ekonomi Domestik

KTT BRICS tahun ini digelar ketika dunia menghadapi ketidakpastian geopolitik. Salah satu perhatian adalah eskalasi konflik di Timur Tengah yang berhubungan dengan jalur perdagangan energi. Perkembangan tersebut dapat memberi tekanan pada arus pasokan minyak, terutama terkait jalur di kawasan Selat Hormuz, yang pada akhirnya memengaruhi pergerakan harga komoditas energi.

Bagi Indonesia, perubahan harga energi tidak berhenti di level pasar global. Kenaikan biaya energi dapat merembet ke sektor transportasi, aktivitas industri, serta harga berbagai barang kebutuhan. Karena itu, pertemuan BRICS juga dipandang sebagai ruang untuk membahas keamanan energi dan langkah koordinasi yang relevan bagi negara anggota.

Agenda Ekonomi BRICS: Perdagangan, Investasi, Keamanan Energi, dan Pangan

Di balik agenda seremonial, KTT BRICS memuat pembahasan yang lebih operasional. Kerja sama ekonomi menjadi fokus utama, termasuk isu perdagangan, investasi, keamanan energi, dan ketahanan pangan. Selain itu, pembicaraan juga menyentuh teknologi, rantai pasok, serta reformasi lembaga keuangan global yang dinilai belum sepenuhnya mencerminkan kebutuhan negara berkembang.

BRICS juga mendorong kemudahan dalam sistem pembayaran lintas negara. Arah kebijakan ini relevan bagi Indonesia karena transaksi perdagangan internasional yang lebih efisien dapat membantu menurunkan biaya, mempercepat arus barang, dan memperluas akses pasar bagi pelaku usaha.

Reformasi Keuangan Global dan IMF-World Bank: Ruang Suara Negara Berkembang

Sebelum pertemuan tingkat tinggi berlangsung, para pejabat terkait dari negara anggota membahas urgensi reformasi lembaga keuangan global. Dorongan yang mengemuka adalah perlunya penyesuaian agar institusi seperti IMF dan Bank Dunia lebih representatif terhadap negara berkembang, bukan semata mengikuti komposisi kekuatan lama.

Bagi Indonesia, isu ini penting karena kebijakan keuangan global berpengaruh pada kondisi likuiditas, arus modal, hingga arah pendanaan proyek pembangunan. Dengan keanggotaan penuh, Indonesia diharapkan dapat membawa kepentingan negara berkembang lebih kuat dalam perumusan posisi bersama.

Lebih dari Diplomasi: Peluang Ekspor dan Investasi untuk Indonesia

Kehadiran Prabowo di KTT BRICS menjadi peluang untuk memperluas pasar ekspor Indonesia. Negara-negara BRICS mencakup ekonomi besar, sehingga potensi kerja sama industri dan perdagangan dapat diperluas melalui skema investasi, kemitraan, dan penguatan konektivitas ekonomi.

Indonesia juga dapat memanfaatkan momentum ini untuk memperdalam kerja sama di bidang energi, pangan, teknologi, dan infrastruktur. Namun, kesempatan tersebut berjalan berdampingan dengan kebutuhan menjaga keseimbangan hubungan luar negeri. Indonesia tetap memiliki jejaring perdagangan dan investasi yang kuat dengan mitra di luar BRICS, termasuk negara-negara yang menjadi pusat rantai pasok dan pasar utama.

Tantangan Menyatukan Kepentingan, India sebagai Tuan Rumah

BRICS terus bertambah jumlah anggotanya, sehingga koordinasi kepentingan menjadi semakin kompleks. Perbedaan posisi antaranggota terkait isu geopolitik dapat menguji kemampuan forum untuk menghasilkan sikap bersama, terutama ketika dunia sedang menghadapi konflik dan rivalitas strategis.

India sebagai tuan rumah menghadapi tantangan agar KTT tetap fokus pada kerja sama ekonomi dan tidak terjebak pada perpecahan akibat persoalan global. Bagi Indonesia, dinamika ini bisa menjadi kesempatan memperoleh akses dan kerja sama lebih luas, sekaligus ujian untuk memastikan manfaat yang diperoleh tetap konkret bagi kepentingan nasional.

Apa yang Dipertaruhkan Indonesia di KTT BRICS ke-18

Setidaknya ada beberapa kepentingan strategis yang ingin dijaga dalam pertemuan ini. Pertama, Indonesia perlu memastikan keanggotaannya menghasilkan manfaat nyata bagi perdagangan dan investasi, bukan berhenti pada agenda pernyataan umum. Kedua, kerja sama energi menjadi semakin penting seiring volatilitas harga minyak dunia yang dapat memengaruhi biaya produksi dan harga barang dalam negeri.

Ketiga, Indonesia dapat menggunakan posisi di BRICS untuk mendorong kepentingan negara berkembang dalam sistem ekonomi global, termasuk dalam pembahasan reformasi lembaga keuangan dan kebijakan yang menyangkut arus perdagangan serta investasi. Dengan begitu, keikutsertaan Indonesia di KTT BRICS ke-18 diharapkan memberi ruang negosiasi yang lebih luas dan relevan bagi agenda pembangunan nasional.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x