Kota Bogor Waspadai Abu Vulkanik Anak Krakatau, ISPU Sedang 85 PM2.5

3 menit membaca View : 18
Abdul Halim
Kesehatan, News - 12 Sep 2026

INFOSENTULCITY.ID – Pemerintah Kota Bogor mengimbau warga, terutama kelompok rentan, untuk meningkatkan kewaspadaan dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Imbauan ini muncul setelah pemantauan kualitas udara menunjukkan kondisi Kota Bogor berada pada kategori sedang, dengan konsentrasi PM2.5 mencapai 85 mikrogram per meter kubik pada Jumat, 11 September 2026.

Selain memperhatikan kualitas udara, Pemkot Bogor juga memantau perkembangan gangguan kesehatan yang berpotensi berkaitan dengan paparan abu. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bogor, Ana Ismawati, menegaskan fokus perhatian diarahkan kepada lansia, anak-anak, penderita asma, alergi, serta warga dengan gangguan jantung dan pernapasan.

ISPU kategori sedang, PM2.5 85 mikrogram per meter kubik

Berdasarkan data pemantauan pada 11 September 2026, kualitas udara Kota Bogor berada pada tingkat sedang. Konsentrasi partikulat halus PM2.5 sebesar 85 mikrogram per meter kubik menjadi salah satu indikator yang membuat Pemkot meminta masyarakat lebih berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan.

Dalam pemantauan indeks standar pencemar udara (ISPU) selama 24 jam, tercatat rata-rata konsentrasi sebesar 69,33 mikrogram per meter kubik. Angka terendah tercatat 43,1 mikrogram per meter kubik pada pukul 20.00 WIB, sedangkan titik tertinggi mencapai 80,9 mikrogram per meter kubik pada pukul 12.00 WIB. Pola fluktuasi ini menunjukkan paparan tidak merata sepanjang hari, sehingga durasi dan intensitas aktivitas luar ruang perlu disesuaikan dengan kondisi.

Kelompok sensitif diminta membatasi aktivitas fisik berat

Ana menyampaikan imbauan agar warga, khususnya kelompok rentan, membatasi aktivitas fisik berat di luar ruangan dalam waktu lama. Langkah ini ditujukan untuk mengurangi risiko iritasi saluran pernapasan, memperparah kondisi asma dan alergi, serta memicu keluhan pada warga dengan gangguan jantung dan pernapasan.

Bagi masyarakat yang kondisi kesehatannya relatif baik, Pemkot tidak melarang aktivitas sepenuhnya. Namun, warga tetap diminta memperhatikan respons tubuh dan perkembangan kualitas udara. Jika muncul gejala seperti sesak, batuk tidak biasa, atau mata terasa perih, tindakan segera diperlukan agar keluhan tidak berkembang.

Kasus kesehatan dipantau meningkat, fokus ISPA, mata, dan kulit

Pemantauan tidak berhenti pada kualitas udara. Pemkot Bogor juga memantau perkembangan gangguan kesehatan melalui fasilitas pelayanan kesehatan. Data yang dihimpun menunjukkan jumlah pasien yang terpantau meningkat dari 1.360 pasien pada periode sebelumnya menjadi 1.544 pasien pada periode saat ini, bertambah 184 pasien.

Jenis keluhan yang menjadi perhatian meliputi infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), gangguan mata, dan gangguan kulit. Lonjakan jumlah pasien ini menjadi sinyal bahwa paparan partikulat dan perubahan kondisi lingkungan berpotensi memengaruhi kesehatan, meski hubungan sebab-akibat tetap perlu dicermati melalui kajian lebih lanjut.

“Kenaikan ini masih memerlukan kajian lebih lanjut untuk mengetahui faktor penyebab dan keterkaitannya dengan dampak erupsi Gunung Anak Krakatau,” ujar Ana Ismawati.

Koordinasi lintas dinas untuk kewaspadaan dini

Untuk memastikan langkah penanganan sesuai situasi di lapangan, Pemkot menyatakan koordinasi dilakukan secara berkala. Ana menyebut bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan agar pemantauan perkembangan kasus dapat dilakukan secara rutin, termasuk penyesuaian respons layanan kesehatan bila diperlukan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Erna Nuraena, menambahkan koordinasi pemantauan kualitas udara dilakukan bersama Dinas Lingkungan Hidup, BMKG, dan BPBD. Kolaborasi ini penting karena kualitas udara dipengaruhi berbagai faktor seperti kondisi meteorologi, pergerakan angin, serta dinamika sebaran abu, sehingga informasi yang terintegrasi membantu penetapan kebijakan kewaspadaan.

Imbauan penggunaan masker dan akses layanan kesehatan terdekat

Dalam imbauan yang disampaikan Pemkot, warga diminta tetap tenang, menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, serta mengurangi aktivitas fisik berkepanjangan di luar ruangan, terutama bagi kelompok sensitif. Rekomendasi tersebut diselaraskan dengan kondisi ISPU yang saat ini berada pada kategori sedang.

Jika warga mengalami keluhan kesehatan, khususnya gangguan pernapasan, mata, atau kulit, Pemkot meminta agar segera mencari pelayanan di fasilitas kesehatan terdekat. Tindakan cepat dinilai membantu penanganan gejala sejak awal, sekaligus memperkuat data pemantauan yang sedang berjalan.

Erna menegaskan, rekomendasi penyesuaian aktivitas dan penggunaan masker sejalan dengan kondisi ISPU kategori Sedang yang terpantau di Kota Bogor.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x