Pembangunan Gedung Rektorat ITB Vinus Bogor di Cibinong Dimulai 24 September 2026

4 menit membaca View : 5
Abdul Halim
News, Pendidikan - 24 Sep 2026

INFOSENTULCITY.ID – Institut Teknologi dan Bisnis Visi Nusantara (ITB Vinus) Bogor memulai pembangunan gedung rektorat di Cibinong, Kabupaten Bogor, Kamis (24/9/2026). Peristiwa peletakan batu pertama itu dihadiri Wakil Bupati Bogor Jaro Ade, Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika, Anggota DPR RI Mulyadi, serta Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman.

Acara tersebut menegaskan arah pengembangan kampus agar tidak berhenti pada penciptaan lulusan, tetapi juga mendorong mahasiswa kembali ke daerah asal dan berkontribusi. ITB Vinus juga menyiapkan kurikulum berbasis dampak dan kemandirian, termasuk rencana wisuda perdana bagi angkatan pertama pada tahun ini, serta penguatan sinergi dengan pemerintah daerah dan dunia usaha.

ITB Vinus Bogor dorong model “satu sarjana satu desa”

Ketua Yayasan Nusantara Maju, Yusfitriadi, menyampaikan bahwa gagasan pendidikan yang dikembangkan kampus menekankan kemandirian mahasiswa sekaligus tanggung jawab sosial. Menurutnya, kampus tidak hanya menjadi tempat belajar akademik, melainkan juga wadah pembentukan sumber daya manusia yang mampu mengambil peran di masyarakat desa.

Yusfitriadi menilai, perguruan tinggi perlu menghasilkan mahasiswa yang berdaya dan mandiri sehingga bisa bergerak sesuai kemampuan masing-masing. Ia menegaskan bahwa konsep yang dibangun bukan kampus yang “kaku”, tetapi kampus yang memberi ruang bagi mahasiswa untuk menjadi pengusaha, entrepreneur, politisi, atau profesi lain yang relevan dengan kebutuhan daerah.

Dalam konteks Kabupaten Bogor, program Satu Sarjana Satu Desa diposisikan sebagai jembatan agar mahasiswa yang berasal dari desa dapat kembali dan memberi kontribusi. Dukungan pemerintah daerah disebut menjadi faktor penting untuk memperkuat arah program tersebut, termasuk bagaimana mahasiswa diarahkan agar tidak berhenti setelah studi selesai.

Gedung rektorat di Cibinong sebagai penguatan sinergi

Peletakan batu pertama gedung rektorat ITB Vinus Bogor di Cibinong juga dipahami sebagai bagian dari pengembangan institusi sekaligus penguatan sinergi berbagai pihak. Dalam acara itu hadir pula perwakilan Kementerian UMKM RI dan civitas akademika ITB Vinus Bogor, menandakan fokus kampus yang ingin terhubung dengan ekosistem usaha dan pemberdayaan.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman menyoroti peran perguruan tinggi dalam pembangunan sumber daya manusia, bukan semata memproduksi lulusan. Ia menyebut pembangunan SDM menjadi bagian dari upaya mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 dan Jawa Barat Istimewa, sekaligus berharap kampus ikut menyumbang solusi nyata atas persoalan pembangunan.

Dengan demikian, pembangunan fasilitas kampus diposisikan sebagai penguat kapasitas kelembagaan. Gedung rektorat bukan hanya simbol, melainkan ruang tata kelola yang dibutuhkan untuk menjalankan kurikulum baru, pengembangan program studi, serta penguatan kolaborasi dengan mitra eksternal.

Kurikulum berdampak, proyek mulai semester tiga

Rektor ITB Vinus Bogor, Daniel Suron, menyampaikan bahwa saat ini terdapat 1.432 mahasiswa yang terdaftar di kampus tersebut. Ia juga menyebut ITB Vinus akan menggelar wisuda perdana pada tahun ini untuk angkatan pertama, yang menjadi penanda fase awal perjalanan kampus.

Daniel menjelaskan kampus sedang mengembangkan kurikulum yang menekankan dampak dan kemandirian mahasiswa. Mulai semester tiga, mahasiswa diarahkan memiliki proyek khusus yang dapat dikembangkan menjadi bagian dari tugas akhir atau skripsi pada semester delapan. Pola ini diharapkan membuat proses akademik lebih terhubung dengan kebutuhan lapangan.

Rancangan tersebut juga memberi ruang bagi mahasiswa untuk menguji gagasan melalui proyek, lalu menyusun hasilnya secara akademik pada tahap akhir studi. Dengan pola proyek bertahap, kampus berupaya memastikan mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu merumuskan solusi yang dapat dipraktikkan.

Rencana penambahan program studi dan perubahan status universitas

ITB Vinus berencana menambah program studi pada akhir tahun sekaligus mempersiapkan perubahan status menjadi universitas. Langkah ini menunjukkan arah perluasan kapasitas pendidikan, termasuk kebutuhan sumber daya, sistem akademik, serta jejaring kerja sama yang lebih luas.

Daniel menuturkan kerja sama dengan kementerian, perusahaan, pelaku usaha, dan konsorsium bisnis turut dijajaki. Kolaborasi semacam ini diharapkan memperluas kontribusi kampus terhadap pembangunan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Bogor, sekaligus membuka peluang keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan yang relevan dengan sektor-sektor usaha.

Dampaknya bagi warga Bogor dan ekosistem pendidikan

Bagi warga Kabupaten Bogor, keberadaan kampus yang mendorong mahasiswa kembali ke desa berpotensi berdampak pada cara penyerapan tenaga kerja terampil dan munculnya inovasi berbasis kebutuhan lokal. Program yang menekankan proyek sejak semester tiga juga membuka peluang terbentuknya kegiatan pengabdian atau pengembangan yang lebih dekat dengan masalah di lingkungan sekitar.

Di sisi lain, pembangunan gedung rektorat dapat memperkuat layanan kelembagaan kampus, mulai dari pengelolaan akademik hingga koordinasi kerja sama. Dengan jumlah mahasiswa yang telah mencapai 1.432 orang, kebutuhan ruang dan sistem yang tertata menjadi makin penting agar proses belajar, riset, dan pengembangan proyek berjalan konsisten sampai tahap tugas akhir.

Peletakan batu pertama gedung rektorat tersebut, pada akhirnya, menjadi penanda bahwa ITB Vinus Bogor menempatkan pendidikan sebagai upaya pemberdayaan, selaras dengan agenda pembangunan manusia yang lebih luas di Jawa Barat dan arah penguatan ekosistem UMKM.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x