KIM Kelurahan Cibuluh dan Cikaret Bogor Perangi Hoaks Lewat Literasi Informasi

4 menit membaca View : 6
Abdul Halim
News, Peristiwa - 24 Sep 2026

INFOSENTULCITY.ID – Kelompok Informasi Masyarakat atau KIM di beberapa kelurahan Kota Bogor terus diperkuat agar berfungsi sebagai wadah pengelolaan informasi publik sekaligus filter terhadap kabar bohong. Di Kelurahan Cibuluh, Kecamatan Bogor Utara, KIM telah dibentuk sejak 29 Maret 2023, sementara KIM Tunas Muda di Kelurahan Cikaret, Kecamatan Bogor Selatan, berdiri pada 24 Januari 2025. Upaya ini dijalankan dengan tujuan menekan penyebaran hoaks dan memperlancar arus komunikasi antara warga dan pemerintah.

Pada Kamis, 24 September 2026, Ketua KIM Kelurahan Cibuluh, M. Alit Sanusi, menegaskan fokus lembaganya adalah menyaring isu informasi yang berkembang di masyarakat. Di sisi lain, Ketua KIM Tunas Muda Cikaret, Apriadi Setiawan, menyebut keberadaan KIM bertujuan mendukung komunikasi dua arah, namun tingkat pemahaman publik terhadap KIM masih menjadi pekerjaan rumah. Melalui penyaringan berita sebelum disebarluaskan, kedua KIM berupaya memastikan warga menerima informasi yang valid dan terverifikasi.

KIM Kelurahan Cibuluh Bogor Utara, dibentuk sejak 2023

Di Kelurahan Cibuluh, Kecamatan Bogor Utara, KIM dibentuk pada 29 Maret 2023 dan kini memiliki 18 anggota. Menariknya, struktur kepengurusan tidak hanya melibatkan unsur masyarakat, tetapi juga mengikutsertakan Camat Bogor Utara serta Lurah Cibuluh sebagai pelindung dan penasihat. Pola ini memperlihatkan model kolaborasi, di mana pengelolaan informasi tidak berdiri sendiri, melainkan terhubung dengan perangkat wilayah.

M. Alit Sanusi menjelaskan bahwa fungsi utama KIM yang dipimpinnya adalah menyaring informasi yang tengah berkembang di masyarakat. Menurutnya, tugas tersebut relevan dengan kebutuhan warga setempat, termasuk penguatan nilai tambah sesuai karakteristik wilayah Cibuluh. Dengan pendekatan itu, KIM diarahkan bukan sekadar menjadi “saluran”, tetapi juga memastikan isi yang beredar memiliki dasar yang jelas sebelum sampai ke publik.

Peran KIM sebagai benteng informasi dan penekan hoaks

Kehadiran KIM diposisikan sebagai benteng dalam menyaring informasi. Di tingkat kelurahan, arus kabar biasanya bergerak cepat, baik lewat percakapan warga maupun penyebaran pesan di ruang digital. Karena itulah, KIM berupaya menekan berita bohong yang berpotensi memicu salah paham atau kegaduhan sosial.

Alit juga mengakui potensi wilayah Cibuluh belum dimanfaatkan sepenuhnya secara optimal. Ia menilai ada sejumlah faktor pendukung yang belum bersinergi maksimal untuk mendorong potensi lokal. Di tengah kondisi tersebut, KIM diarahkan untuk mengoptimalkan perannya di masyarakat, terutama lewat edukasi agar warga terhindar dari hoaks. Upaya edukasi ini penting karena literasi informasi tidak bisa hanya mengandalkan mekanisme penyaringan, melainkan juga pemahaman publik tentang cara memilah kabar.

KIM Tunas Muda Cikaret, fokus komunikasi dua arah

Di Kelurahan Cikaret, Kecamatan Bogor Selatan, KIM Tunas Muda dibentuk pada 24 Januari 2025 dengan dukungan 14 orang anggota. Apriadi Setiawan menyampaikan bahwa tujuan utama KIM adalah memperlancar arus komunikasi dua arah antara pemerintah dan kelompok masyarakat. Artinya, informasi yang dibawa bukan hanya dari pemerintah ke warga, melainkan juga dari warga ke pemerintah agar kebutuhan dan aspirasi bisa tersalurkan dengan lebih cepat.

Namun, tantangan yang disebut Apriadi cukup konkret, yakni tingkat pemahaman publik terhadap keberadaan KIM. Banyak warga belum mengetahui apa itu KIM, sehingga respons masyarakat terhadap program yang dijalankan belum optimal. Kondisi seperti ini biasanya berpengaruh pada efektivitas alur informasi, karena penyaringan dan edukasi akan lebih sulit dilakukan bila komunikasi awal ke warga belum kuat.

Penyaringan berita ketat sebelum disebarluaskan

Untuk menjaga eksistensi sekaligus memperluas jangkauan literasi edukatif, KIM Tunas Muda Cikaret melakukan penyaringan berita secara ketat sebelum informasi disebarluaskan. Apriadi menekankan bahwa langkah itu ditujukan agar masyarakat hanya menerima kabar yang valid dan terverifikasi, bukan berita bohong atau hoaks. Pola ini menunjukkan bahwa KIM berperan sebagai filter, bukan sekadar pengumpul informasi.

Dalam praktiknya, penyaringan yang disiplin dapat mengurangi risiko informasi yang menyesatkan beredar luas. Apalagi, di level kelurahan, isu yang menyangkut layanan publik, kegiatan warga, hingga kabar terkait lingkungan sering kali cepat menyebar. Ketika proses verifikasi tidak berjalan, dampaknya bisa berupa kepanikan, munculnya rumor baru, hingga terganggunya koordinasi di masyarakat.

Sinergi KIM Cibuluh dan Cikaret ke depan

Ke depan, KIM Cibuluh maupun KIM Tunas Muda Cikaret berkomitmen memperkuat sinergi dengan berbagai elemen masyarakat serta aparatur wilayah di Kota Bogor. Sinergi ini penting karena efektivitas pengelolaan informasi tidak hanya bergantung pada satu kelompok, melainkan pada dukungan ekosistem: tokoh masyarakat, komunitas warga, dan pihak perangkat wilayah yang membantu mempercepat arus klarifikasi ketika ada isu.

Dengan arah tersebut, KIM diharapkan makin dikenal warga dan mampu menjalankan peran strategisnya secara konsisten. Ketika pemahaman publik meningkat, alur komunikasi dua arah juga berpotensi membaik, sehingga informasi yang sampai ke warga tidak hanya cepat, tetapi juga lebih akurat dan bermanfaat.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x