Limbah besi diduga dibuang sembarangan di Parung Bogor, warga minta inspeksi

4 menit membaca View : 4
Abdul Halim
News, Peristiwa - 23 Sep 2026

INFOSENTULCITY.ID – Warga Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, kembali mengeluhkan dugaan pembuangan limbah besi secara sembarangan yang terjadi pada Selasa malam, 22 September 2026. Keluhan muncul karena material di lokasi disebut mengeluarkan bau menyengat dan asap, terutama saat terkena air hujan, sehingga membuat warga khawatir terhadap dampak lingkungan dan kesehatan.

Informasi kejadian beredar melalui media sosial, menyebut aktivitas serupa sudah berlangsung hingga tiga kali di titik yang sama. Lokasi yang dipersoalkan berada di sisi kanan jalan menuju arah Parung, sebelum Gapura Metro Parung. Warga juga menyatakan sudah menanyakan persoalan tersebut kepada RT setempat, namun koordinasi tindak lanjut disebut belum berjalan.

Warga Parung keluhkan bau menyengat dan asap dari material diduga limbah besi

Menurut keterangan yang beredar di kalangan warga, dugaan pembuangan tersebut membuat lingkungan sekitar terasa tidak nyaman. Saat hujan turun, material yang diduga berasal dari aktivitas industri dilaporkan bereaksi, memunculkan bau kuat dan asap yang terlihat dari lokasi pembuangan.

Kerugian yang dirasakan warga bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga kekhawatiran terhadap kualitas udara dan potensi pencemaran. Di wilayah permukiman, keberadaan material limbah yang tidak jelas penanganannya berpotensi memengaruhi kesehatan, terutama bagi anak-anak dan warga yang memiliki riwayat gangguan pernapasan.

Diduga berasal dari Karawang, namun jenis dan kandungan belum terverifikasi

Dalam informasi yang beredar, seorang sopir yang disebut mengangkut dan membuang material tersebut menyampaikan klaim bahwa limbah berasal dari Karawang dan merupakan limbah pabrik besi. Meski begitu, warga mengaku belum memperoleh kepastian mengenai asal, jenis, karakteristik, serta kandungan material tersebut.

Ketidakjelasan ini yang kemudian menjadi fokus kekhawatiran. Tanpa identifikasi yang sah, sulit memastikan apakah material tersebut termasuk limbah berbahaya dan beracun atau limbah industri yang seharusnya tetap dikelola sesuai standar. Warga berharap pihak berwenang melakukan pengecekan langsung, termasuk penelusuran dokumen pengangkutan dan pengelolaan.

Titik pembuangan di dekat akses jalan Parung jadi sorotan berulang

Lokasi yang disebut dikeluhkan berada di jalur menuju Parung, tepat sebelum Gapura Metro Parung. Warga menyampaikan bahwa kejadian tidak terjadi sekali, melainkan berulang hingga tiga kali pada lokasi yang sama. Pola berulang ini membuat sebagian warga menduga ada alur pembuangan yang sudah berjalan, bukan kejadian insidental.

Situasi semacam ini biasanya memunculkan pertanyaan tentang pengawasan. Jika pembuangan terjadi berulang tanpa hambatan, warga menilai perlu ada langkah tegas agar aktivitas serupa tidak kembali muncul, termasuk pemeriksaan terhadap pihak yang berpotensi terlibat dalam pengangkutan maupun penerimaan material.

Harapan warga: inspeksi mendadak, pengambilan sampel, dan penindakan hukum

Warga berharap Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor melakukan inspeksi mendadak untuk memastikan kondisi di lokasi. Mereka juga meminta pengujian terhadap material yang diduga limbah, termasuk pengambilan sampel dan analisis laboratorium agar kandungan di dalamnya dapat diketahui secara objektif.

Selain urusan teknis lingkungan, warga juga menilai perlu ada penindakan sesuai ketentuan hukum. Mereka mendorong proses koordinasi dengan Polresta Bogor untuk menindak dugaan pelanggaran, sementara Pemerintah Kecamatan Parung diminta menguatkan koordinasi dengan RT dan RW setempat agar alur pelaporan tidak berhenti di tingkat warga.

Di sisi lain, Balai Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah Jawa Barat disebut perlu dilibatkan untuk mendukung pengambilan sampel dan analisis laboratorium. Dengan hasil uji yang terukur, proses penegakan hukum dapat dilakukan lebih kuat berdasarkan bukti.

Konteks pencemaran limbah di Kabupaten Bogor yang sedang mendapat sorotan

Keluhan warga Parung muncul di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap dugaan pencemaran limbah di Kabupaten Bogor. Sebelumnya, Pemkab Bogor merekomendasikan penyegelan terhadap sejumlah perusahaan di sekitar Sungai Cileungsi karena limbah B3 yang disebut mencemari sungai tersebut.

Dalam penelusuran yang dilakukan, disebut ditemukan unsur kimia seperti seng dan besi melebihi ambang batas yang diizinkan. Bupati Bogor juga mengungkap adanya temuan pada sejumlah perusahaan saat penelusuran langsung di Sungai Cileungsi, serta menegaskan langkah pengendalian ditujukan pada pencemarannya, bukan menghentikan produksi.

Dengan latar tersebut, warga Parung berharap kasus dugaan pembuangan limbah besi di titik mereka mendapat respons cepat. Jika pengujian menunjukkan pelanggaran baku mutu atau kandungan berbahaya, tindakan lanjutan berpotensi menjadi lebih tegas, termasuk penelusuran rantai pengangkutan dan pihak yang bertanggung jawab.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x