Kontes Sapi Nasional Piala Presiden di Kabupaten Bogor 3-4 Oktober 2026

4 menit membaca View : 0 View
Abdul Halim
Ekonomi, News - 04 Okt 2026

INFOSENTULCITY.ID – Asosiasi Peternak dan Penggemuk Sapi Indonesia (APPSI) menggelar kontes sapi nasional Piala Presiden di Kabupaten Bogor, tepatnya di Lapangan Panahan, Stadion Gelora Pakansari, pada 3-4 Oktober 2026. Ajang dua hari ini menargetkan perhatian luas sekaligus mendorong prestasi peternakan, khususnya peternak rakyat, melalui penilaian bobot dan kualitas sapi kontestan.

Menurut Ketua Dewan Pembina APPSI, Ahmad Muzani, kontes di Kabupaten Bogor disebut menonjol dari sisi jumlah peserta dan kerapian penyelenggaraan. Muzani menyebut peserta kontes mencapai sekitar 250 orang, sementara persiapan acara dinilai rapi dan berjalan baik. Kontes ini juga diposisikan sebagai upaya membangkitkan gairah peternakan nasional agar lebih produktif dan kompetitif.

Kontes sapi Piala Presiden di Pakansari, Bogor, 3-4 Oktober 2026

Lokasi Stadion Gelora Pakansari di wilayah Kabupaten Bogor menjadi pusat rangkaian kontes sapi nasional pada tanggal 3 hingga 4 Oktober 2026. Pemilihan venue ini memberi ruang yang jelas untuk aktivitas kontes, mulai dari penataan area hingga proses penilaian yang membutuhkan pengaturan ketat agar seluruh peserta dapat tampil sesuai ketentuan.

Ahmad Muzani menekankan bahwa kontes di Bogor menjadi yang terbesar bila dilihat dari dua aspek utama, yakni besarnya jumlah peserta dan mutu penyelenggaraan. Pernyataan itu memperlihatkan bahwa APPSI tidak hanya menargetkan jumlah peserta bertambah, tetapi juga menjaga standar pelaksanaan agar kompetisi berjalan tertib dan berkesinambungan.

Target bobot sapi, dari 1.405 kilogram menuju 1.500 kilogram

Dalam kontes-kontes sebelumnya, capaian bobot sapi menjadi tolok ukur penting. Muzani menyebut ada sapi dengan bobot hingga 1.405 kilogram pada kontes yang digelar di Wonosobo. Angka itu digunakan sebagai pembanding untuk mendorong kontestan berikutnya menaikkan standar performa.

Ia berharap kontes di Kabupaten Bogor melahirkan sapi dengan bobot yang melampaui 1.405 kilogram. Muzani bahkan menyampaikan harapan agar bobot bisa menembus 1.500 kilogram, dengan catatan bahwa bila target itu tercapai, maka sapi terberat di dunia dapat menjadi rujukan prestasi yang layak diperjuangkan. Target seperti ini menunjukkan bahwa kontes sapi tidak berhenti pada gengsi lokal, melainkan diarahkan menjadi penggerak inovasi peternakan.

Strategi mendorong prestasi peternak rakyat lewat kompetisi

Ahmad Muzani memandang kontes sapi sebagai sarana untuk menyemangati peternak agar melakukan persilangan dan kreativitas dalam model beternak. Ia menempatkan kompetisi sebagai “mesin motivasi”, karena peternak punya insentif untuk meningkatkan kualitas ternak agar mampu bersaing di panggung yang sama.

Dalam penjelasannya, Muzani menyebut kontes serupa telah berjalan di berbagai daerah, termasuk Bogor, Jember, Wonosobo, Solo, dan Lampung. Pola penyelenggaraan di beberapa wilayah itu memberi kesempatan bagi peternak dari berbagai ekosistem untuk tampil, sekaligus memperluas pembelajaran praktik budidaya sapi yang lebih baik.

Dampak ke ekonomi lokal dan kegiatan harian warga

Kontes sapi skala nasional semacam ini biasanya berdampak langsung pada aktivitas ekonomi di sekitar lokasi penyelenggaraan. Kehadiran sekitar 250 peserta membawa kebutuhan logistik, mulai dari penyediaan pakan, perawatan hewan, hingga dukungan operasional selama pelaksanaan dua hari. Dampaknya dapat terasa pada pelaku usaha lokal yang terlibat dalam penyediaan kebutuhan pendukung kontes.

Bagi warga sekitar, ajang di Stadion Gelora Pakansari juga berpotensi menjadi ruang perputaran ekonomi harian, terutama saat persiapan dan masa pelaksanaan. Mobilisasi orang dan barang cenderung meningkatkan aktivitas di titik-titik layanan, dari kebutuhan konsumsi hingga kebutuhan transportasi bagi pendamping peserta.

Peran peternakan rakyat menuju swasembada daging

Muzani menilai perkembangan peternakan rakyat di berbagai daerah terus bertumbuh, dan diharapkan mampu memperkuat peran peternak rakyat dalam mendukung upaya pemerintah menuju swasembada daging. Dalam kerangka itu, kontes sapi menjadi salah satu bentuk penguatan kapasitas, karena peternak didorong untuk meningkatkan performa ternak melalui manajemen yang lebih terukur.

Ia juga menyoroti aspek psikologis dan harapan yang dibawa kegiatan ini. Bagi peternak, bertanding dan melihat peluang capaian tinggi dapat menjadi dorongan untuk terus mengelola usaha sapi secara lebih serius, bukan hanya sebagai kegiatan rutin, melainkan sebagai langkah menuju masa depan yang lebih menjanjikan.

Dengan rangkaian kontes yang berlangsung pada 3-4 Oktober 2026 di Lapangan Panahan Stadion Gelora Pakansari, Kabupaten Bogor, target bobot yang dipatok hingga kisaran 1.405 kilogram bahkan 1.500 kilogram menjadi benang merah utama antara prestasi, inovasi, dan penguatan peternakan rakyat.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x