Ketahanan pangan Bogor, Satgas Korem 061 garap lahan Suryakancana

3 menit membaca View : 7
Abdul Halim
Bogor, News - 22 Sep 2026

INFOSENTULCITY.ID – Area lahan ketahanan pangan di Jalan Raya Suryakancana, Bomang, Kabupaten Bogor, digarap serentak dengan melibatkan alat berat dan tenaga gotong royong, Selasa 22 September 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menjaga produktivitas kawasan sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional melalui pengelolaan lahan yang lebih terarah.

Penggarapan tersebut melibatkan Satgas Pengawal Indonesia Emas Han Pangan Korem 061/Suryakancana bersama tim penggerak serta tim pendukung dari Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan, Dinas Perikanan, dan Dinas Peternakan. Di lapangan, Kelompok Tani (Poktan) Suryakancana turut menjalankan tahapan kerja sesuai pembagian area, sehingga setiap titik lahan siap dikelola secara optimal.

Penggarapan lahan ketahanan pangan di Bomang Bogor dengan pembagian area

Rangkaian kegiatan dimulai dari pemeriksaan kondisi lahan. Setelah kondisi dinilai, anggota Poktan mendapatkan pembagian tugas agar pengerjaan tidak tumpang tindih. Pola kerja seperti ini penting karena tiap area memiliki kebutuhan penanganan yang berbeda, misalnya terkait perataan tanah, persiapan bedengan, hingga perawatan awal.

Selanjutnya, penyiraman dilakukan di Area 12, 13, 14, dan 15. Langkah ini berfungsi menjaga kelembapan tanaman dan kondisi lahan agar tetap terawat sejak tahap awal pengolahan. Di beberapa area lain, pekerjaan berlangsung bertahap dengan pembagian tugas yang jelas, sehingga progres di lapangan bisa dipantau dan disesuaikan.

Alat berat beko, kohe, dan pembuatan bedengan untuk kualitas media tanam

Dua unit alat berat jenis beko dikerahkan untuk meratakan tanah, masing-masing di Area 1 dan Area 10. Perataan menjadi langkah dasar yang menentukan kemudahan pengelolaan berikutnya, termasuk distribusi air dan penataan bedengan agar lebih rapi.

Di Area 2, tim menebar kotoran hewan atau kohe pada bedengan. Penggunaan kohe diarahkan untuk meningkatkan kualitas media tanam, karena bahan organik dapat membantu memperbaiki struktur tanah serta mendukung ketersediaan unsur hara bagi tanaman. Adapun di Area 3, tim bersama Poktan membabat rumput sambil membuat bedengan baru, memastikan lahan bersih dan siap untuk tahap penanaman.

Kolaborasi satgas, perangkat daerah, dan Poktan jadi kunci keberlanjutan

Perawatan lahan tidak berhenti pada pekerjaan fisik harian. Perwakilan Satgas Pengawal Indonesia Emas Han Pangan Korem 061/Suryakancana, Kapt. Inf. Wawan, menyampaikan bahwa kegiatan perawatan menjadi bagian penting untuk memastikan program ketahanan pangan berjalan berkelanjutan.

Menurut Kapt. Inf. Wawan, pengecekan dan pembagian tugas dilakukan rutin agar setiap area memiliki penanganan yang jelas. Ia menekankan bahwa pekerjaan di lahan bukan sekadar membabat atau meratakan tanah, melainkan memastikan seluruh area siap, terawat, dan dikelola bersama oleh kelompok-kelompok yang memiliki tanggung jawab masing-masing.

Manfaat pengelolaan terarah untuk produktivitas kawasan ketahanan pangan

Dengan pengaturan kerja yang terkoordinasi, rangkaian kegiatan memperlihatkan kolaborasi lintas sektor dalam mengoptimalkan potensi lahan di Kabupaten Bogor. Keterlibatan satgas, kelompok tani, serta perangkat daerah terkait membuat tahapan pengelolaan berjalan lebih sistematis, dari pemeriksaan lahan, pembagian tugas, hingga perawatan awal di beberapa area.

Upaya seperti ini juga berpengaruh pada kesiapan kawasan untuk dikelola secara berkelanjutan. Saat pengolahan dan perawatan dilakukan konsisten, lahan berpeluang lebih produktif dan mampu memberikan manfaat nyata bagi ketahanan pangan di tingkat daerah melalui pengembangan kawasan yang lebih terarah.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x