
INFOSENTULCITY.ID – Pemerintah Kota Bogor menegaskan kesiapan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi atau Porprov Jawa Barat 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada November. Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bogor menyebut sebagian besar sarana dan venue pertandingan sudah bisa dipakai, tinggal satu fasilitas yang masih dikejar penyelesaiannya, yaitu wall climbing atau arena panjat tebing.

Kepala Dispora Kota Bogor, Anas S. Rasmana, menjelaskan bahwa secara teknis infrastruktur Porprov 2026 berada pada jalur yang direncanakan. Menurut Anas, seluruh kebutuhan venue sudah siap kecuali arena wall climbing karena masih dalam proses pembangunan. Ia juga menargetkan penyelesaian sebelum batas waktu yang ditetapkan, yakni 1 November 2026, agar pelaksanaan pertandingan tetap berjalan sesuai jadwal.
Walau venue lain dinilai sudah siap digunakan, arena wall climbing menjadi satu-satunya bagian yang belum sepenuhnya rampung. Anas menekankan bahwa pembangunan fasilitas panjat tebing sedang dikebut agar tidak mengganggu rangkaian pertandingan Porprov di Kota Bogor. Dengan sisa waktu yang ada, pihaknya berupaya memastikan progres pekerjaan sesuai target akhir.
Dari sisi penyelenggaraan, keterlambatan pada satu venue berpotensi memengaruhi jadwal latihan, technical meeting, hingga waktu pelaksanaan cabang olahraga yang menggunakan fasilitas tersebut. Karena itu, fokus pada wall climbing menjadi langkah strategis supaya Kota Bogor tidak perlu melakukan penyesuaian besar terhadap alur kompetisi.

Anas menyatakan pihaknya optimistis arena wall climbing dapat rampung sebelum 1 November 2026. Optimisme itu didasarkan pada status pekerjaan yang masih berada dalam tahap penyelesaian, bukan pekerjaan yang baru dimulai dari nol. Dengan tenggat yang jelas, pengelola venue dapat melakukan penataan akhir, termasuk aspek keselamatan dan kesiapan teknis yang lazim diperlukan pada olahraga panjat tebing.
Ia juga menyebut proses pembangunan tidak akan mengganggu pelaksanaan pertandingan Porprov Jabar 2026 di Kota Bogor. Pernyataan tersebut penting karena Porprov bukan hanya soal ketersediaan tempat, tetapi juga menyangkut kesiapan operasional di lapangan. Ketika fasilitas utama sudah siap, panitia bisa menata jadwal pertandingan, distribusi atlet, serta pengaturan penggunaan venue secara lebih tertib.
Kesiapan venue ternyata tidak berdiri sendiri. Anas mengakui terdapat persoalan pendanaan yang juga harus diselesaikan. Ia menyebut adanya pengurangan dari anggaran yang sebelumnya diajukan, sehingga kebutuhan untuk penyelenggaraan Porprov dan kontingen Kota Bogor masih perlu dukungan tambahan.
Dalam kondisi tersebut, Dispora bersama KONI Kota Bogor berupaya mencari sponsor untuk menutup kekurangan. Anas menilai dukungan sponsor dibutuhkan agar kebutuhan Panitia Besar (PB) Porprov maupun kebutuhan kontingen dapat terpenuhi dengan baik. Upaya mencari sponsor menjadi opsi yang realistis ketika alokasi anggaran tidak sepenuhnya sesuai kebutuhan awal.
Untuk mempercepat dukungan, Pemkot Bogor melakukan komunikasi dengan sejumlah calon sponsor. Anas mengatakan sekitar 35 hingga 40 calon sponsor telah diundang dalam pertemuan yang digelar di Balai Kota Bogor. Pertemuan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Harian PB Porprov yang juga menjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Denny Mulyadi.
Respons para calon sponsor sejauh ini dinilai cukup positif. Namun, bentuk dukungan yang akan diberikan masih berada pada tahap pembahasan dan tindak lanjut. Proses ini biasanya menyangkut detail kerja sama, mulai dari skema dukungan, kebutuhan promosi, hingga kesesuaian kebutuhan penyelenggaraan. Karena itu, meski minat sponsor sudah terlihat, tahapan administrasi dan teknis tetap perlu diselesaikan agar kerja sama benar-benar dapat berjalan.
Bagi Kota Bogor, dua pekerjaan rumah utama adalah memastikan venue yang masih dikerjakan, khususnya wall climbing, selesai tepat waktu dan mencari dukungan pendanaan tambahan. Arena panjat tebing yang ditarget rampung pada 1 November 2026 diharapkan menjadi penutup daftar fasilitas yang belum siap sepenuhnya.
Di saat yang sama, kekurangan anggaran mendorong Pemkot dan KONI untuk memperkuat strategi kemitraan. Dengan dukungan sponsor yang terus mengalir, Kota Bogor diharapkan mampu menyelenggarakan Porprov Jabar 2026 secara optimal, baik dari sisi kelancaran acara maupun dukungan bagi kontingen yang bertanding.






Tidak ada komentar