Gaya kasual Bae Suzy di Paris 5 Oktober, blazer hitam dan flare jeans

4 menit membaca View : 1
Abdul Halim
Gaya Hidup, News - 07 Okt 2026

INFOSENTULCITY.ID – Bae Suzy membagikan potret kesehariannya saat berada di Paris pada 5 Oktober, menampilkan gaya kasual yang rapi dan mudah ditiru. Dalam rangkaian foto tersebut, ia terlihat berpindah dari suasana jalan kota hingga momen di restoran, dengan pilihan busana yang konsisten dan terlihat “effortless” tanpa terkesan asal.

Fokus penampilannya ada pada kombinasi blazer hitam bertekstur, flare jeans biru muda, sepatu loafers hitam, serta riasan minim yang membuat wajah tetap natural. Ia juga menambahkan tas selempang kecil sebagai sentuhan fungsional, sementara rambut diikat rapi pada beberapa potret untuk menjaga kesan siap tampil di berbagai aktivitas.

Blazer hitam bertekstur dengan detail kancing emas jadi pusat gaya

Di beberapa foto selama berada di Paris, blazer hitam bertekstur menjadi elemen paling menonjol. Detail kancing emas memberi aksen yang terasa elegan, tetapi tidak berlebihan. Tekstur blazer yang menyerupai tweed membuat tampilan lebih hidup dibanding bahan polos, karena permukaan kainnya memantulkan dimensi saat Suzy berjalan atau berhenti di sudut jalan.

Potongan blazer juga berperan besar. Siluet yang sedikit oversized membuat gayanya tetap santai, namun strukturnya tidak hilang. Saat dipakai untuk aktivitas yang banyak bergerak, oversize justru membantu menjaga proporsi tubuh tetap seimbang, sehingga kesan kasualnya terlihat terarah, bukan “kebesaran” yang membuat bentuk terlihat tidak jelas.

Flare jeans biru muda menghadirkan ritme dan nuansa vintage

Untuk bagian bawah, Suzy memilih flare jeans berwarna biru muda yang muncul di beberapa potret. Model flare memberi volume lembut di area kaki bagian bawah, sehingga tampilannya lebih feminin dibanding jeans straight atau skinny. Warna biru muda juga memberi nuansa sedikit vintage, yang membantu menyeimbangkan kesan tegas dari blazer hitam.

Secara visual, flare jeans berfungsi seperti penyeimbang gelap-terang. Saat blazer bertekstur berada di atas, gradasi warna dan volume dari flare jeans membuat look tidak terasa datar. Pilihan warna yang tidak terlalu terang membuat item ini tetap mudah “nyambung” untuk berbagai situasi, mulai dari berjalan di ruang publik hingga duduk di kafe atau restoran.

Loafers hitam dan tas selempang kecil, klasik yang tetap praktis

Suzy melengkapi outfitnya dengan sepatu loafers hitam. Model ini dikenal timeless, sehingga cocok untuk gaya kasual yang ingin terlihat rapi sepanjang hari. Selain tampil klasik, loafers juga praktis untuk aktivitas yang menuntut mobilitas, terutama ketika seseorang harus berpindah tempat dengan cepat.

Di salah satu potret di pinggir jalan Paris, ia membawa tas selempang hitam kecil. Ukuran tas yang ringkas membantu menjaga proporsi agar tetap selaras dengan blazer oversized. Detail kecil semacam ini sering menjadi penentu, karena membuat keseluruhan tampilan terlihat selesai tanpa harus menambah banyak aksesori lain.

No-makeup look: riasan minim dan tatanan rambut rapi

Yang membuat gaya Suzy terasa modern adalah pendekatan no-makeup look dengan riasan minim. Wajahnya tampil natural tanpa kesan berlapis, sehingga perhatian tidak tertahan pada makeup, melainkan bergerak ke tekstur busana dan permainan siluet. Pendekatan ini juga memperjelas bahwa outfit-nya memang dirancang untuk terlihat matang meski tanpa tata rias yang tebal.

Rambutnya diikat rapi pada potret lain, terutama saat ia berada di restoran dengan nuansa hangat bernuansa kayu. Tatanan rambut yang rapi membantu menegaskan kesan effortless chic. Pada momen makan malam yang lebih santai, riasan minim dan rambut yang tertata membuat penampilannya tetap terlihat “siap tampil”, bukan sekadar tampil tanpa usaha.

Formula outfit konsisten, dari jalanan ke restoran

Rangkaian foto ini memperlihatkan konsistensi gaya Suzy. Ia menggunakan kombinasi yang sama saat berada di ruang publik maupun ketika menikmati waktu di restoran. Blazer hitam bertekstur dan flare jeans biru muda bekerja lintas situasi karena keduanya sama-sama punya karakter kuat. Blazer memberi kesan berkelas, sedangkan flare jeans menambahkan ritme feminin dengan nuansa yang tidak kaku.

Bagi pembaca yang ingin menerapkan gaya serupa dalam keseharian, pendekatan seperti ini relevan karena mengurangi keputusan saat berpakaian. Satu set item utama bisa dipakai berulang dengan penyesuaian kecil, misalnya mengubah konteks tempat, merapikan tatanan rambut, atau mengatur aksesori seperti tas selempang. Dengan begitu, tampilan tetap terasa segar meski elemen dasar yang dipakai tidak berubah banyak.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x