
INFOSENTULCITY.ID – Buttonscarves memperkuat ekspansi modest fashion ke Turki dengan merilis koleksi hijab bertema Istanbul bernama Istanbul Series. Peluncuran ini dijadwalkan hadir untuk publik Turki pada 19 September 2026, setelah brand tersebut lebih dulu masuk ke pasar Indonesia pada 11 September 2026.

Untuk menjawab selera konsumen di Türkiye, koleksi ini disiapkan dalam 10 pilihan warna eksklusif serta hadir dalam dua format, yaitu voile square dan shawl. Langkah pemasarannya tidak berhenti pada desain scarf, karena brand juga mengangkat narasi melalui mini seri drama bertajuk “Postcard from Istanbul” yang terdiri dari tujuh episode.
Turki ditempatkan sebagai pasar yang strategis bagi Buttonscarves, bukan sekadar tujuan tambahan. Creative Director Buttonscarves, Mifthahul Jannah, menyebut Türkiye menjadi sasaran utama karena karakter modest fashion di sana berkembang kuat, sekaligus letaknya yang berada di persilangan Eropa dan Asia. Baginya, ekspansi tidak cukup hanya menghadirkan produk, melainkan perlu membangun hubungan emosional dengan audiens melalui pendekatan cerita.
Pandangan itu selaras dengan penilaian CEO Modinity Group, Linda Anggrea, yang melihat Türkiye sebagai gerbang penting untuk pertumbuhan di level global. Menurutnya, kehadiran secara digital menjadi tahap awal untuk memetakan kebutuhan pelanggan di Türkiye, lalu membuka peluang penguatan brand di kawasan tersebut, termasuk ruang tumbuh bagi Modinity dan portofolio brand di bawahnya.

Dalam strategi ini, mini seri “Postcard from Istanbul” berperan sebagai penghubung antara scarf dan pengalaman yang ingin dibawa brand. Serial tujuh episode tersebut mengangkat kisah tentang pencarian, kenangan masa kecil, serta hubungan Aisha dan Kaan yang dipertemukan kembali lewat surat peninggalan sang nenek. Alur cerita sengaja ditempatkan dengan latar berbagai sudut Kota Istanbul agar penonton tidak hanya menilai scarf dari tampilan visual, tetapi juga dari konteks personal yang dibangun.
Gaya storytelling ini juga relevan dengan kebiasaan konsumen modest fashion yang cenderung mempertimbangkan nilai, identitas, dan makna di balik busana. Saat narasi berjalan, motif serta palet warna Istanbul Series mendapatkan ruang untuk “hidup” dalam adegan, sehingga hubungan brand dan konsumen diarahkan terasa lebih dekat. Penonton diajak mengikuti suasana Istanbul lewat sudut pandang karakter, lalu menghubungkannya dengan cara mereka memakai scarf dalam aktivitas sehari-hari.
Dari sisi desain, Istanbul Series menonjolkan perpaduan motif floral klasik bergaya Ottoman dengan garis-garis arsitektur bersejarah Kota Istanbul. Detail visual yang ditampilkan dibuat halus, namun tetap membawa identitas kuat, termasuk penggambaran ikon seperti menara masjid, kubah-kubah megah, hingga selat Bosphorus.
Komposisi seperti ini membuat koleksi tampil feminin sekaligus modern. Bagi konsumen, pendekatan desain bertema kota biasanya menarik karena memberi variasi dibanding pola scarf yang terlalu generik. Istanbul Series juga memberi ruang bagi pengguna untuk menyesuaikan gaya, baik ketika ingin tampil lembut maupun ketika menginginkan kesan lebih tegas.
Buttonscarves menyebut koleksi ini hadir dengan 10 pilihan warna eksklusif untuk pasar Türkiye. Rentang warnanya dibuat berlapis, mulai dari nuansa lembut hingga warna yang lebih berani. Pilihan soft pastel mencakup cream, dusty pink, dan sky blue yang cenderung memberi kesan romantis serta mudah dipadukan untuk pemakaian harian maupun tampilan yang lebih formal.
Di sisi lain, terdapat deretan deep tone seperti navy blue dan emerald green, termasuk perpaduan earthy tone. Warna-warna ini diarahkan untuk tampilan yang lebih dramatis dan terasa mewah, sehingga pengguna dapat memilih sesuai kebutuhan acara, mulai dari kegiatan kerja sampai agenda yang lebih spesial. Bagi pembaca yang mengikuti tren hijab lintas negara, keberagaman palet seperti ini biasanya menjadi nilai tambah karena memudahkan pencarian warna yang “nyambung” dengan lemari pakaian yang sudah ada.
Koleksi ini hadir dalam dua format, yaitu voile square dan shawl. Format yang berbeda memberi fleksibilitas cara pakai, sehingga pengguna bisa menata scarf sesuai aktivitas dan preferensi gaya. Voile square umumnya cocok untuk penataan yang lebih ringkas, sedangkan shawl memberi ruang untuk lipatan dan drape yang lebih beragam.
Motif yang dibawa Istanbul Series juga dirancang serasi saat dipadukan dengan busana modern modest seperti blazer, leather jacket, trench coat, hingga peplum top. Dengan pilihan tersebut, scarf tidak berhenti sebagai aksesori pelengkap, tetapi ikut membangun karakter outfit. Untuk konsumen, detail seperti ini penting karena modest fashion sering dipakai dalam rutinitas yang menuntut rapi, nyaman, dan tetap bergaya.
Dengan jadwal rilis di Türkiye pada 19 September 2026, Istanbul Series berpotensi menjadi referensi baru bagi pilihan hijab yang lebih bertema kota, bukan hanya pola umum pada scarf. Kehadiran koleksi seperti ini biasanya memengaruhi cara konsumen memilih, karena mereka cenderung mencari motif yang punya cerita visual dan nuansa tertentu.
Dari sisi pemasaran, penggabungan desain tematik dengan mini seri dapat mempercepat pengenalan brand ke audiens yang lebih luas. Ketika penonton melihat motif dan palet warna muncul dalam konteks dramatik Istanbul, mereka memperoleh gambaran yang lebih konkret tentang suasana yang ingin dibawa scarf, lalu menerjemahkannya ke gaya sehari-hari. Dengan begitu, koleksi tidak hanya hadir sebagai produk, tetapi juga sebagai pengalaman yang dapat diikuti sebelum masa rilis berlangsung.






Tidak ada komentar