Penutupan JPO Leuwi Tarik Bogor mulai 26 Agustus 2026 untuk renovasi hingga 31 Desember

4 menit membaca View : 8
Abdul Halim
Berita, News - 27 Agu 2026

Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Leuwi Tarik di Kota Bogor resmi ditutup sementara untuk mendukung renovasi. Penutupan ini dilakukan setelah proyek perbaikan dijadwalkan berjalan mulai 24 Agustus 2026, dengan akses jembatan mulai dihentikan pada 26 Agustus 2026 dan berlangsung hingga 31 Desember 2026. JPO tersebut selama ini menjadi penghubung penting bagi warga Kelurahan Ranggamekar dan Kelurahan Batutulis, sehingga penutupan berdampak langsung pada pola perjalanan harian.

Renovasi JPO Leuwi Tarik menggunakan anggaran dari APBD Kota Bogor dengan pagu sekitar Rp1,2 miliar. Pihak pelaksana konstruksi disebutkan akan dikerjakan oleh kontraktor yang tertera dalam papan informasi proyek, yaitu PT Semesta Royal Pelita. Selama masa pengerjaan, masyarakat yang biasa melintas diminta menyesuaikan rute agar tetap bisa beraktivitas tanpa gangguan berarti.

Jembatan Leuwitarik Penghubung Ranggamekar dan Batutulis Ditutup hingga Desember 2026, JPO Bakal Diganti Beton

JPO Leuwi Tarik ditutup sementara, warga Ranggamekar-Batutulis cari jalur lain

Penutupan JPO Leuwi Tarik berarti warga yang selama ini menyeberang melalui jembatan tersebut harus mencari alternatif. Dampaknya terasa terutama bagi warga yang melintasi kawasan Cipaku maupun Cihideung menuju pusat Kota Bogor, karena rute yang biasanya lebih cepat melalui JPO akan tidak lagi dapat digunakan.

Pihak kelurahan menyatakan bahwa penyesuaian mobilitas ini sudah disiapkan melalui sosialisasi. Sosialisasi melibatkan unsur masyarakat seperti tokoh agama, tokoh masyarakat, pengurus RT dan RW, hingga Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM). Tujuannya memastikan warga memahami waktu penutupan dan pilihan jalur yang bisa ditempuh selama proyek berlangsung.

Renovasi JPO Leuwi Tarik: dari konstruksi lama ke struktur beton lebih kuat

Renovasi dilakukan karena kondisi jembatan lama dinilai tidak lagi ideal untuk digunakan. Sejumlah bagian disebut mengalami kerusakan, termasuk pengeroposan, sehingga ada kekhawatiran jika dibiarkan tanpa penanganan cepat. Dalam konteks keselamatan, keputusan menutup akses sementara menjadi langkah yang lazim dilakukan ketika elemen bangunan menunjukkan tanda penurunan daya dukung.

Rencana pembaruan jembatan mengarah pada perubahan konstruksi yang lebih kuat. Bangunan baru dirancang menggunakan konstruksi beton, berbeda dari kondisi sebelumnya yang menggunakan konstruksi gantung. Selain penguatan material, jembatan juga direncanakan mengalami pelebaran agar dapat digunakan sebagai akses dua arah, sehingga diharapkan kenyamanan dan kelancaran arus pejalan kaki meningkat setelah pekerjaan selesai.

Jembatan Leuwitarik Penghubung Ranggamekar dan Batutulis Ditutup hingga Desember 2026.

Perubahan desain: tanpa tiang penyangga tengah sungai dan sistem seling baja dihilangkan

Dalam rancangan yang disampaikan, jembatan baru tidak lagi menggunakan tiang penyangga di tengah sungai. Sistem seling baja yang sebelumnya menjadi bagian dari konstruksi jembatan gantung juga akan dihilangkan. Perubahan semacam ini biasanya ditujukan untuk meningkatkan stabilitas struktur, mengurangi elemen yang berpotensi mengalami degradasi, serta menyesuaikan desain agar lebih sesuai dengan kebutuhan keselamatan.

Dari sisi pengalaman pengguna, desain dua arah dengan ruang lebih lebar berpotensi menurunkan kepadatan pada jam-jam ramai. Sementara itu, penghilangan elemen penyangga di tengah sungai dapat memengaruhi cara pekerjaan konstruksi dilakukan dan bagaimana struktur menahan beban, sehingga pada tahap akhir diharapkan hasilnya lebih kokoh dan tahan terhadap penggunaan rutin masyarakat.

Proyek berlangsung hingga akhir Desember 2026, imbauan rute alternatif sudah disampaikan

Penutupan JPO Leuwi Tarik diperkirakan akan mengubah pola mobilitas di sekitar Ranggamekar dan Batutulis hingga akhir Desember 2026. Agar aktivitas warga tidak terganggu, masyarakat diminta menyesuaikan perjalanan dengan memanfaatkan jalur alternatif yang disiapkan. Imbauan khusus disampaikan untuk warga yang biasa melintas dari arah Cipaku maupun Cihideung menuju pusat Kota Bogor.

Alternatif rute yang disebutkan salah satunya adalah melalui jalur menuju Cipinang Gading, dengan penyesuaian juga bagi warga yang hendak menuju kawasan Cipaku atau Cihideung. Dengan adanya pengalihan rute, beban lalu lintas di titik tertentu berpotensi bergeser, sehingga warga diharapkan lebih fleksibel dalam mengatur waktu dan pilihan jalan selama masa renovasi.

Dampak sementara dan harapan setelah renovasi selesai

Penutupan sementara JPO Leuwi Tarik memang menimbulkan konsekuensi langsung bagi warga, tetapi langkah ini diarahkan pada tujuan yang lebih besar, yaitu memperbaiki keamanan dan kenyamanan akses pejalan kaki. Ketika kondisi jembatan lama sudah mengkhawatirkan akibat kerusakan seperti pengeroposan, perbaikan menjadi prioritas agar tidak muncul risiko keselamatan yang lebih serius di kemudian hari.

Setelah renovasi rampung, jembatan baru yang menggunakan konstruksi beton dan dirancang lebih kuat diharapkan mampu melayani penyeberangan dua arah dengan lebih nyaman. Untuk warga, masa penutupan menjadi periode adaptasi, namun hasil akhir diharapkan menghadirkan infrastruktur yang lebih andal, sehingga fungsi JPO sebagai penghubung antarwilayah dapat berjalan optimal kembali.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x