Tote bag berlogo besar tetap on trend, ini panduan mix and match Imelda Untoro

3 menit membaca View : 1
Abdul Halim
Gaya Hidup, News - 05 Okt 2026

INFOSENTULCITY.ID – Stylist Imelda Untoro membagikan panduan mix and match memakai tote bag berlogo mencolok agar tetap terlihat stylish tanpa terkesan berlebihan. Ia menyampaikan tips tersebut saat acara pembukaan butik terbaru Gentlewoman di Pondok Indah Mall 1, Jakarta Selatan, pada Kamis, 27 Agustus 2026. Fokusnya bukan sekadar soal tren tas, melainkan cara mengatur komposisi busana sehingga logo besar berfungsi sebagai aksen.

Imelda menilai tote bag berlogo besar masih relevan meski arah tren kini mengarah ke estetika “quite luxury” atau gaya old-money yang cenderung lebih tenang. Menurutnya, variasi desain logo membuat tote bag jenis ini lebih mudah dipadukan dengan berbagai outfit, asalkan penataan look dijaga tetap bersih dan tidak ramai. Dengan pendekatan tersebut, tote bag bisa tampil sebagai elemen dekoratif, sekaligus tetap praktis untuk aktivitas harian.

Tote bag berlogo besar tetap diminati meski tren bergeser

Imelda menjelaskan bahwa tote bag berlogo tidak kehilangan tempat di daftar tren, karena pasar menawarkan beragam pilihan. Logo pada tas, lanjutnya, tidak selalu dibuat seragam. Karakter visualnya justru bisa berbeda-beda, sehingga pemakai memiliki ruang untuk menyesuaikan dengan gaya busana yang sudah dimiliki. Dengan demikian, logo besar tidak otomatis berarti tampilan akan terlihat “ramai” jika outfit lain ditata dengan tepat.

Ia juga mengaitkan ketahanan tren tote bag berlogo dengan perubahan selera yang belakangan condong pada gaya “quite luxury”. Gaya ini biasanya identik dengan kesan rapi, lebih terukur, dan tidak terlalu banyak permainan warna atau motif. Dalam kerangka tersebut, tote bag berlogo tetap bisa masuk karena berperan sebagai aksen yang tegas, bukan sumber kebisingan visual. Cara kerjanya sederhana, saat elemen outfit lain disederhanakan, fokus akan tetap jelas pada tas.

Fungsi tote bag, muat makeup hingga laptop

Selain urusan gaya, Imelda menyoroti nilai fungsional tote bag yang membuatnya terus dicari. Bentuknya umumnya berupa kotak atau persegi panjang dengan dua tali pegangan di bagian atas. Ukurannya cenderung besar, sehingga mudah menjadi wadah untuk kebutuhan harian. Ia menyebut tote bag bisa menampung perlengkapan makeup, sekaligus perangkat kerja seperti laptop.

Karakter jinjingnya membuat tas mudah dibawa saat mobilitas tinggi. Pada situasi seperti berpindah lokasi kerja atau kegiatan yang padat jadwal, tote bag menjadi pilihan praktis karena pegangan atasnya membantu pengguna membawa barang tanpa kesulitan. Imelda juga menyinggung bahwa model ini kerap diandalkan, termasuk untuk kebutuhan para klien yang membutuhkan tas serbaguna.

Rahasia mix and match agar logo tidak terlihat tacky

Bagi yang ragu memakai tote bag berlogo besar karena takut tampil norak, Imelda menawarkan pendekatan yang langsung bisa dipraktikkan. Ia menyarankan memilih busana dengan potongan dan tampilan yang sederhana, misalnya kemeja atau busana tailoring. Outfit yang rapi akan membantu logo pada tote bag terlihat lebih terukur, bukan seperti penumpuk elemen yang saling berebut perhatian.

Hal lain yang perlu dijaga adalah keseimbangan visual. Imelda mengingatkan agar tidak menumpuk terlalu banyak motif atau corak pada pakaian yang dipakai. Ketika busana sudah memiliki banyak elemen visual, tote bag berlogo berpotensi ikut “beradu perhatian” sehingga keseluruhan tampak terlalu ramai. Dalam pandangannya, yang dicari bukan meniadakan karakter logo, melainkan mengatur agar tampilannya selaras.

Utamakan tampilan bersih, biarkan tas jadi pusat perhatian

Imelda menekankan bahwa kunci penampilan ada pada kebersihan visual. Look yang clean cenderung lebih mudah terlihat elegan. Dengan menjaga kerapian komposisi busana, tote bag berlogo tetap menonjol, tetapi tidak mengalahkan elemen lain dari outfit. Ini menjadikan logo sebagai pusat perhatian yang “terkontrol”, bukan aksen yang membuat tampilan terasa berantakan.

Ia juga menyebut logo pada tote bag dapat diatur agar sesuai dengan banyak gaya. Alih-alih takut pada ukuran logo, pemakai bisa mengkalkulasi komposisi: pakaian minimal, corak tidak berlebihan, dan siluet yang tertata. Pendekatan tersebut membuat tote bag berlogo terasa lebih dewasa dan nyambung dengan arah tren yang kini lebih condong ke kesan old-money.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x