Begal Fotografer Ciangsana Gunung Putri Bogor Rampas Motor dan Kamera

3 menit membaca View : 3
Abdul Halim
Hukum & Kriminal, News - 23 Sep 2026

INFOSENTULCITY.ID – Seorang fotografer menjadi korban dugaan pembegalan di Ciangsana, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor. Peristiwa terjadi dini hari di sekitar depan SMP Gunung Putri pada Rabu, 23 September 2026, ketika korban kehilangan sepeda motor sekaligus tas berisi kamera yang dibawanya untuk pekerjaan.

Korban melapor ke Polsek Gunung Putri setelah tiga orang yang diduga pelaku merampas barangnya. Kapolsek setempat menyatakan petugas sudah melakukan pengecekan awal di lokasi kejadian dan kini mendalami keterangan korban serta bukti yang ditemukan untuk mengungkap pelaku dan motifnya.

Korban dijanjikan pekerjaan fotografi dari tawaran media sosial

Menurut kronologi yang disampaikan korban, ia awalnya melihat unggahan terkait tawaran pekerjaan fotografi sekitar pukul 22.00 WIB. Tertarik dengan kesempatan tersebut, korban kemudian menghubungi pihak yang menawarkan melalui pesan langsung atau direct message.

Komunikasi berlangsung pada 22 September 2026. Setelah membahas pekerjaan dan menyepakati harga, calon klien meminta korban membawa kamera dengan spesifikasi full frame untuk pertemuan pada dini hari. Dalam upaya tetap profesional, korban menyewa kamera Sony Alpha 7 sebelum berangkat ke titik kumpul yang ditentukan.

Menunggu di lokasi sepi, pelaku muncul dengan celurit

Korban menuju lokasi pertemuan yang berada di depan sebuah bangunan sekolah yang sepi. Namun, ketika tiba sekitar pukul 03.30 WIB, suasana di sekitar ternyata kosong dan tidak terlihat tanda-tanda pemesan jasa datang.

Korban menunggu sekitar 10 menit setelah mengabarkan posisinya. Tak lama kemudian, muncul satu sepeda motor yang dikendarai tiga orang tidak dikenal. Mereka berputar bolak-balik di sekitar lokasi sebelum akhirnya berhenti.

Pada putaran ketiga, ketiga pelaku diduga langsung menodongkan senjata tajam jenis celurit ke arah korban. Situasi berubah cepat, korban tidak sempat melawan atau melarikan diri secara aman.

Motor dan tas kamera dirampas, korban melapor ke polisi

Dalam hitungan momen, para pelaku diduga memotong tali tas kamera milik korban. Setelah itu, mereka merampas sepeda motor sekaligus kamera sewaan yang dibawa korban untuk kebutuhan pekerjaan.

Atas kejadian tersebut, korban kemudian membuat laporan resmi ke Polsek Gunung Putri. Kapolsek setempat menyebut tim sedang melakukan pengecekan tempat kejadian perkara dan melanjutkan penyelidikan untuk mengungkap pelaku.

Kasus ini juga sempat ramai diperbincangkan di media sosial setelah korban menceritakan pengalamannya melalui akun Threads. Dari unggahan yang beredar, korban menegaskan ia datang bukan untuk kegiatan lain, melainkan memenuhi tawaran pekerjaan fotografi yang diperoleh lewat internet.

Polisi menelusuri petunjuk dari lokasi dan komunikasi korban

Langkah awal polisi mencakup verifikasi lokasi kejadian dan penelusuran detail waktu kejadian, termasuk pergerakan pelaku yang sempat berputar bolak-balik sebelum melakukan penodongan. Petugas juga diharapkan bisa mengembangkan informasi dari keterangan korban terkait komunikasi sebelumnya, termasuk pola percakapan dan permintaan spesifikasi kamera.

Dalam proses penyelidikan, kepastian mengenai identitas pelaku menjadi kunci, terutama karena korban menyebut pelaku menggunakan sepeda motor dan bertindak bersama. Pemeriksaan lebih lanjut biasanya akan mengarah pada pencarian jejak di sekitar lokasi, termasuk kemungkinan saksi yang melihat aktivitas motor tersebut sebelum kejadian.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x