
INFOSENTULCITY.ID – Perubahan nama bukan hal baru bagi selebritas Indonesia. Di balik identitas yang kemudian dikenal publik, kerap ada proses resmi, pertimbangan keluarga, hingga strategi karier yang menuntut mereka memakai nama baru.

Baru-baru ini, Ariel Tatum kembali menjadi sorotan setelah kabar perubahan namanya diketahui luas. Namun, kisah pergantian identitas itu ternyata bukan satu kasus saja. Ada sejumlah artis lain yang pernah mengganti nama, baik melalui penyesuaian ejaan, perubahan resmi lewat pengadilan, maupun penggunaan nama baru saat mulai membangun karier di panggung hiburan.
Berikut lima artis dengan cerita berbeda di balik perubahan nama mereka, sekaligus gambaran bahwa nama yang melekat di layar kaca dan media sosial tidak selalu sama dengan nama sejak lahir.
Ariel Tatum sempat dikenal dengan nama Ariel Putri Tari. Seiring berjalannya waktu, ia kemudian melakukan perubahan nama secara resmi, menjadi Ariel Dewinta Ayu Sekarini. Proses tersebut dilakukan melalui keputusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Yang menarik, perubahan ini tidak sekadar pergantian administratif. Ariel menyebut ada keterkaitan dengan penghormatan terhadap nama yang diberikan oleh kakek dan neneknya. Dengan begitu, nama baru yang digunakan kemudian memiliki makna personal yang kuat, sekaligus menjadi penanda perjalanan identitasnya sendiri.
Kris Dayanti juga pernah membahas perubahan penulisan namanya. Ia kini memilih menggunakan ejaan Kris Dayanti, mengikuti nama yang tercantum dalam akta kelahirannya.
Menurut Kris, penggunaan ejaan tersebut menjadi bentuk penghormatan kepada mendiang ayahnya yang memberikan nama. Walaupun perubahannya terlihat kecil pada tataran ejaan, keputusan itu menunjukkan bagaimana detail administratif bisa memuat nilai emosional dan penghargaan keluarga.
Sebelum dikenal sebagai Sarwendah, ia lebih dulu memiliki nama Wanda Tan. Pergantian nama dilakukan ketika Sarwendah masih muda, pada masa hidupnya yang disebut sering mengalami sakit.
Nama baru kemudian dipilih dengan harapan agar kehidupannya menjadi lebih baik dan membawa keberuntungan. Seiring perjalanan kariernya, nama Sarwendah akhirnya tumbuh menjadi identitas yang makin dikenal luas, baik melalui kiprah di dunia hiburan maupun perannya sebagai figur publik.
Kisah Agnez Mo berbeda dari yang lebih menekankan aspek keluarga. Penyanyi yang sebelumnya dikenal sebagai Agnes Monica menggunakan nama Agnez Mo ketika mulai membangun karier di pasar internasional.
Penggunaan nama tersebut diposisikan sebagai bagian dari rebranding, agar identitasnya lebih kuat untuk menargetkan pasar global. Nama Agnez Mo kemudian melekat erat dengan perjalanan profesionalnya, dan dipakai dalam berbagai aktivitas yang berhubungan dengan karier di luar negeri.
Anya Geraldine dikenal luas dengan nama panggungnya, tetapi nama asli yang ia bawa sejak lahir adalah Nur Amalina Hayati. Dalam beberapa kesempatan, Anya pernah mengungkap bahwa nama Anya sebenarnya merupakan keinginan ayahnya sejak lama.
Keinginan itu baru diwujudkan ketika ia sudah dewasa. Sejak identitas “Anya Geraldine” digunakan, nama tersebut kemudian menjadi bagian dari cara ia membangun citra diri di industri hiburan, termasuk lewat aktivitas di media sosial. Dari sini tampak bahwa perubahan nama bisa menjadi langkah personal, bukan semata urusan formal.
Kelima kisah tersebut menunjukkan bahwa nama yang dikenal publik tidak selalu berasal dari satu titik yang sama. Sebagian artis mengaitkan perubahan nama dengan keluarga, penghormatan, atau harapan tertentu. Sebagian lain menjadikan pergantian nama sebagai strategi membangun identitas, terutama ketika karier menuntut penyesuaian terhadap pasar yang berbeda.
Dalam praktiknya, pergantian nama juga dapat memengaruhi cara audiens mengenali seseorang, dari konsistensi branding hingga ingatan penggemar. Karena itu, meski nama baru sering terlihat sebagai “sekadar panggung”, di baliknya biasanya ada proses, pertimbangan, dan cerita pribadi yang tidak selalu diketahui luas.






Tidak ada komentar