Tren sepatu Fashion Week SS27: tumit berkilau, platform unik, dan ilusi stocking

4 menit membaca View : 9
Abdul Halim
Gaya Hidup, News - 08 Okt 2026

INFOSENTULCITY.ID – Fashion Week Spring/Summer 2027 (SS27) menegaskan pergeseran cara pandang terhadap alas kaki. Di sejumlah runway, sepatu dan sandal tidak lagi hadir sebagai pelengkap busana, melainkan tampil sebagai “main character” lewat desain yang lebih berani, detail yang memikat, dan eksperimen material. Tren ini terlihat jelas pada kombinasi warna kuat, permainan tekstur, serta sentuhan nostalgia yang membuat alas kaki terasa seperti karya visual tersendiri.

SS27 juga memperlihatkan bagaimana desain sepatu bergerak selaras dengan kebutuhan musim semi dan panas, tetapi tetap menghadirkan karakter dramatik. Mulai dari ballet flats bernuansa dongeng, tumit sculptural dan glitter heels seperti perhiasan, hingga platform bergaya humor visual, semuanya diposisikan untuk menyeimbangkan kelembutan dan ketegasan siluet. Bahkan saat koleksi didominasi pakaian, elemen seperti rantai, batu, platform, dan ilusi hosiery justru sering menjadi titik fokus penonton.

Sepatu sebagai pusat gaya di SS27, dari nostalgia sampai siluet tajam

Yang menonjol di SS27 adalah studi kontras yang rapi. Ada sepatu yang menghidupkan kembali memori masa kecil lewat bentuk yang lebih lembut dan feminin, misalnya flat balet dengan detail renda tipis serta embellishment yang terasa seperti dramatisasi kisah dongeng. Nuansanya tidak berhenti pada “nostalgia”, karena material dan finishing dibuat agar tetap relevan untuk cuaca hangat, termasuk permainan tekstur yang lebih modern.

Di sisi lain, runway juga menampilkan arah yang lebih tegas. Siluet sepatu dibentuk dengan karakter yang lebih tajam, sementara pemilihan material menghadirkan kejutan pada tampilan yang awalnya tampak sederhana. Dari sinilah alas kaki berfungsi sebagai penyeimbang, mengikat dua dunia yang sering dianggap bertolak belakang, yakni kelembutan estetika dan keberanian bentuk.

Tumit berkilau, platform unik, dan ilusi stocking yang jadi sorotan

Beberapa elemen desain muncul berulang karena daya tarik visualnya kuat. Tumit tampil kembali, bukan sekadar untuk menambah tinggi, melainkan sebagai objek desain yang dihias batu, dibentuk dengan detail rantai, hingga dipahat agar memantulkan cahaya. Kilau pada tumit diperlakukan sebagai identitas, sehingga sepatu terasa lebih menonjol daripada outfit di sekitarnya.

Platform juga menjadi bahasa visual yang mudah dikenali. Ada model sneaker dengan platform steppers yang menghadirkan detail tumit “dipipihkan” seperti bola tenis yang tertekan. Bentuk seperti ini memberi humor visual, sekaligus menegaskan bahwa kolaborasi dan inovasi bentuk masih menjadi strategi utama di catwalk.

Menariknya, ilusi stocking ikut menguat sebagai cara baru menghadirkan kesan sheer tanpa kehilangan kontrol pada desain. Siluet yang memadukan hosiery built-in menciptakan efek transparan yang terarah, sehingga tampilan tetap terasa fashion statement, bukan sekadar aksesori tambahan.

Sandal, mule, dan Mary Jane: siluet musim panas dibuat lebih dramatis

SS27 tidak hanya mengandalkan sepatu tertutup. Gladiator sandals hadir dengan versi yang lebih tinggi dan lebih banyak strap, mengarah pada tren thigh-high yang terlihat siap menyambut musim berikutnya. Pendekatan ini menjadikan sandal seolah bagian dari keseluruhan outfit, bukan sekadar alas kaki pelengkap pada gaun.

Mary Jane juga mengalami pembaruan. Beberapa pasangan hadir dengan warna earth tones bernuansa era 70-an, sementara ada versi hybrid berbentuk boot-Mary Jane dengan hosiery built-in yang menciptakan ilusi sheer di area depan. Model ini menunjukkan bagaimana siluet klasik bisa diolah menjadi lebih dramatis, tanpa kehilangan identitas bentuknya.

Untuk variasi lain, leather mules menekankan kenyamanan untuk cuaca hangat. Ada juga sandal open-toe dengan stabilitas tumit melengkung, yang memberi kebebasan bergerak sekaligus menjaga tumit sebagai titik perhatian.

Eksperimen material dan kolaborasi: sepatu 3D, lace pumps, hingga bunny slippers

Eksperimen material menjadi salah satu daya tarik SS27. Ada heels yang dikonstruksi dengan pendekatan 3D-printed, hadir dalam beberapa warna dengan motif taman bunga yang “tumbuh” dari permukaan desain. Detail cincin jari kaki built-in turut memperkuat karakter sepatu, membuatnya terasa cocok untuk suasana hangat seperti kumpul santai hingga kencan.

Kolaborasi juga masuk ke ranah yang lebih intim. Lace pumps yang sangat tipis menampilkan nuansa lingerie, terasa seperti karya yang berada di batas antara hampir tidak ada dan tetap hadir sebagai fashion object. Sementara itu, bunny slippers direkonstruksi menjadi high fashion wedge, lengkap dengan telinga halus dan mata kristal, sehingga kesan playful tetap bisa dibawa menjadi tampilan yang lebih tinggi kelas.

Sepatu berbasis seni dan kolaborasi berbulu, dari ruffle sampai sheepskin

Beberapa desain bergerak seperti karya seni. Sepatu dengan ruffle berlapis langsung menangkap perhatian, dipadukan dengan warna pastel dan detail lace frills. Sentuhan metallic spikes memberi karakter yang mengingatkan pada narasi visual pertunjukan, seolah alas kaki ikut “bercerita” saat runway berlangsung.

Kolaborasi berbulu juga terlihat kuat. Ada versi slip-on dengan lapisan sheepskin, dihias bow, serta sentuhan hand-painted. Konsep ini menggabungkan rasa hangat dan kelembutan dengan dekorasi yang tetap terasa fashion-forward, sehingga tidak berhenti pada fungsi nyaman semata.

Di bagian lain, alas kaki diperlakukan sebagai objek eksperimental. Mule dengan fringe tebal mengelilingi bagian atas kulit dan ujung pointed toe menghadirkan estetika yang mengingatkan pada bentuk mop, tetapi dipoles agar tetap relevan untuk panggung fesyen. Pilihan bentuk yang tidak biasa ini memperkuat pesan SS27 bahwa sepatu diberi ruang besar untuk berani, bahkan ketika idenya terlihat jauh dari kebiasaan.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x