Pembangunan Sekolah Rakyat Bogor, Dedie minta lahan land clearing dimaksimalkan

4 menit membaca View : 7
Abdul Halim
News, Pendidikan - 24 Sep 2026

INFOSENTULCITY.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus mematangkan rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Kota Bogor. Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim meninjau langsung lokasi yang disiapkan, sekaligus mengusulkan agar pemanfaatan lahan tidak hanya terbatas pada area yang saat ini tengah menjalani proses land clearing.

Rencana ini berangkat dari total lahan seluas 5 hektare. Sekitar 2,5 hektare di antaranya sedang dalam proses land clearing, sementara bagian lain memiliki karakter kontur yang cukup terjal. Dedie menilai, penataan kawasan perlu disesuaikan agar pembangunan fasilitas sekolah dapat berjalan baik, termasuk memasukkan area di bagian atas land clearing ke dalam kawasan Sekolah Rakyat.

Dedie minta area land clearing tidak jadi batas tunggal Sekolah Rakyat

Dalam peninjauan, Dedie melihat adanya beberapa bidang lahan dengan kontur yang menantang. Kondisi seperti ini berpengaruh pada desain kawasan, mulai dari akses, penempatan bangunan, hingga kebutuhan penataan lansekap agar kegiatan belajar mengajar bisa berlangsung aman dan nyaman.

Karena itu, Dedie mengusulkan agar lahan di bagian atas area yang sedang dibersihkan ikut dimasukkan sebagai bagian dari kawasan Sekolah Rakyat. Sementara, lahan di bagian bawah diarahkan untuk mendukung sarana dan prasarana pendukung sekolah. Pembagian peran lahan ini diharapkan membantu perencanaan fasilitas lebih efisien, tanpa mengabaikan aspek keselamatan di lokasi dengan kemiringan tertentu.

Target siswa sekitar 2.000, fokus jenjang SMP dan SMA

Usulan tersebut juga disertai pertimbangan sasaran penerima layanan pendidikan. Dedie menyampaikan bahwa Sekolah Rakyat yang direncanakan akan menyasar jenjang SMP dan SMA, dengan perkiraan jumlah siswa kurang lebih sampai 2.000 orang.

Menurut Dedie, para siswa tersebut berasal dari warga Kota Bogor, terutama dari keluarga prasejahtera. Dengan fokus pada kelompok ini, Pemkot Bogor menilai kebutuhan fasilitas pendidikan yang memadai perlu dirancang sejak awal, mulai dari ruang belajar hingga dukungan aktivitas harian yang menunjang proses pendidikan.

Konsep boarding school dan kerja sama lintas kementerian

Pembangunan Sekolah Rakyat direncanakan dikerjasamakan antara Pemkot Bogor dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan Kementerian Sosial. Kolaborasi ini penting karena proyek sekolah tidak hanya menyangkut pembangunan fisik, tetapi juga pengaturan konsep layanan pendidikan yang akan diterapkan.

Rencana konsep yang disebutkan adalah seperti boarding school. Dengan pendekatan tersebut, anak-anak akan mendapatkan pendidikan dengan lingkungan belajar yang lebih terstruktur, termasuk dukungan fasilitas yang diharapkan memadai. Pemkot menempatkan konsep ini sebagai upaya memperkuat akses pendidikan berkualitas bagi keluarga yang selama ini belum memiliki ruang lebih luas untuk peningkatan mutu dan pemberdayaan.

Sekolah gratis, fasilitas dirancang untuk peningkatan kesejahteraan

Dedie menegaskan bahwa sekolah yang dibangun ditargetkan bersifat gratis. Selain itu, kualitas pendidikan diharapkan didukung oleh sarana dan prasarana yang layak, sehingga kegiatan belajar dapat berjalan dengan baik.

Ia juga mengaitkan program ini dengan dampak sosial yang lebih luas. Dengan adanya akses pendidikan yang lebih baik, Pemkot berharap muncul peningkatan kesejahteraan bagi keluarga-keluarga di Bogor yang masih berada dalam kategori prasejahtera, termasuk dari sisi peluang mendapatkan pendidikan dan layanan yang sebelumnya sulit dijangkau.

Lokasi bekas Terminal Agribisnis, belum optimal sejak 2004

Area yang disiapkan untuk Sekolah Rakyat sebelumnya merupakan Terminal Agribisnis yang telah ada sejak 2004. Namun, keberadaan terminal tersebut disebut belum berjalan secara optimal. Melalui rencana pemanfaatan ulang lahan, Pemkot ingin mengubah fungsi kawasan agar lebih produktif dan relevan dengan kebutuhan pendidikan wilayah.

Pemanfaatan kawasan itu juga diarahkan untuk menjadi salah satu prioritas dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di wilayah Bogor Selatan. Dengan transformasi fungsi lahan yang sebelumnya tidak maksimal, Pemkot menargetkan agar infrastruktur yang ada dapat memberi manfaat lebih nyata bagi masyarakat sekitar.

Persiapan sekolah SMP dan SMA juga disiapkan di Kertamaya

Selain lokasi utama yang sedang dibahas, Pemkot Bogor juga disebut telah menyiapkan lahan untuk pembangunan sekolah jenjang SMP dan SMA di wilayah Kertamaya. Langkah ini menunjukkan adanya rencana perluasan penyediaan fasilitas pendidikan di beberapa titik, sehingga kebutuhan layanan untuk jenjang menengah bisa terjangkau lebih merata.

Dedie menilai pendidikan yang kuat di wilayah Bogor Selatan akan membantu melahirkan SDM unggul. Proyeksi tersebut ditempatkan sebagai bagian dari upaya menyiapkan generasi yang menjadi penopang masa depan daerah dan bangsa, dimulai dari Kota Bogor.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x