Komisi III DPRD Bogor minta pengawasan ketat revitalisasi GOR Pajajaran

3 menit membaca View : 4
Abdul Halim
News, Olahraga - 22 Sep 2026

INFOSENTULCITY.ID – Komisi III DPRD Kota Bogor meminta pengawasan ketat dalam revitalisasi Gelanggang Olahraga (GOR) Pajajaran. Fokusnya memastikan seluruh spesifikasi, mulai dari bahan material hingga detail pengerjaan, benar-benar sama seperti yang direncanakan, sehingga kualitas bangunan memenuhi standar yang ditetapkan.

Permintaan itu disampaikan Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Bogor, Abdul Rosyid, saat meninjau proyek revitalisasi GOR Pajajaran pada Selasa, 22 September 2026. Sidak dilakukan untuk melihat kesesuaian antara dokumen perencanaan dan kondisi di lapangan, sekaligus mengantisipasi potensi keterlambatan menjelang Porprov Jawa Barat 2026, di mana GOR Pajajaran akan menjadi venue.

Pengawasan material dan kesesuaian spesifikasi jadi sorotan

Abdul Rosyid menegaskan perlunya pengawasan yang tidak setengah hati. Menurutnya, spesifikasi di perencanaan harus benar-benar diterapkan di lapangan, termasuk pemilihan material yang digunakan. Ia menyoroti aspek bahan material yang disebut “super” dalam dokumen, agar tidak terjadi deviasi kualitas yang bisa berdampak pada daya tahan fasilitas olahraga.

Sidak tersebut juga menjadi ruang evaluasi bagi pelaksana proyek. Dengan venue yang akan dipakai untuk kegiatan multi-cabang, toleransi terhadap pemborosan atau ketidaksesuaian teknis menjadi semakin kecil. Komisi III ingin memastikan setiap pekerjaan yang terlihat progresnya di lapangan berbanding lurus dengan target mutu yang disiapkan sejak awal.

Target waktu dan dampak ke Porprov Jabar 2026

Selain kualitas, Abdul Rosyid menekankan pentingnya kontrol terhadap waktu pengerjaan. Ia meminta Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bogor terus mengawal progres agar tidak mengganggu alur persiapan Porprov Jabar 2026. Sebagai tuan rumah, kata dia, Kota Bogor tidak ingin menghadapi kendala operasional yang berpotensi mengecewakan kontingen dari berbagai kota dan kabupaten se-Jawa Barat.

Dalam konteks venue Porprov, jadwal bukan sekadar soal finishing fisik. Ada kebutuhan pengujian fasilitas, penyesuaian tata kelola, hingga kesiapan teknis untuk pelaksanaan pertandingan. Karena itu, pengawasan waktu menjadi bagian dari mitigasi risiko, terutama untuk area yang memerlukan konstruksi lebih kompleks.

Progres revitalisasi GOR Pajajaran baru 39 persen

Kepala Dispora Kota Bogor, Anas S. Rasmana, menyampaikan bahwa progres pembangunan kawasan GOR Pajajaran saat ini mencapai 39 persen secara keseluruhan. Angka tersebut menjadi acuan evaluasi, mengingat proyek masih berjalan dan sejumlah fasilitas akan berpengaruh langsung pada kesiapan venue.

Anas menjelaskan adanya deviasi positif di beberapa area. Pekerjaan di area stadion dan kolam renang diklaim menunjukkan progres yang lebih baik dibanding rencana. Sementara itu, lintasan atletik dan kolam renang utama disebut sudah rampung serta dapat digunakan untuk latihan. Kondisi ini memberi sinyal bahwa sebagian kebutuhan operasional awal mungkin sudah bisa dimanfaatkan, meski pembangunan di titik lain masih berlangsung.

Fasilitas wall climbing ditargetkan rampung akhir Oktober

Dalam peninjauan, wakil rakyat juga menyoroti lokasi pembangunan fasilitas wall climbing. Arena ini direncanakan memiliki ketinggian 16 meter dan sempat mengalami kendala teknis. Meski begitu, Anas menyatakan optimisme agar pekerjaan tetap sesuai timeline yang dikejar.

Ia menyebut pengerjaan wall climbing akan berjalan seiring dimulainya pengerjaan rangka baja. Secara teknis, pemasangan konstruksi wall climbing memiliki bobot fisik hingga 30 persen, sehingga butuh tahapan pengerjaan yang cukup intens. Target yang disampaikan, pemasangan konstruksi ditetapkan agar rampung pada akhir Oktober.

Area yang ditinjau dan rencana tuntas tribun stadion utama

Dalam kunjungannya, Abdul Rosyid meninjau proyek yang masih berlangsung di beberapa titik, seperti tribun barat, arena kolam renang, hingga lokasi pembangunan fasilitas wall climbing. Peninjauan langsung seperti ini biasanya membantu mengidentifikasi apakah ada perbedaan detail di lapangan, termasuk kualitas pengerjaan struktur dan kesesuaian elemen pendukung.

Anas menambahkan bahwa Kota Bogor menyiapkan kawasan GOR Pajajaran sebagai pusat pelaksanaan 17 cabang olahraga pada Porprov Jabar 2026. Untuk kawasan GOR Pajajaran, rencananya akan menampung cabang pentathlon, anggar, serta sejumlah cabang beladiri seperti taekwondo, pencak silat, karate, dan tinju. Di sisi lain, pengerjaan tribun stadion utama ditargetkan tuntas total pada 2 Desember 2026, sehingga sisa waktu proyek masih akan dipakai untuk menyelesaikan komponen yang memerlukan ketelitian tinggi.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x