CFD Tegar Beriman Cibinong Bogor hasilkan omzet PKL Rp149,9 juta

4 menit membaca View : 7
Abdul Halim
Ekonomi, News - 22 Sep 2026

INFOSENTULCITY.ID – Car Free Day atau CFD Tegar Beriman di Cibinong, Kabupaten Bogor, tidak hanya ramai untuk olahraga dan rekreasi. Pada pelaksanaan Minggu, 20 September 2026, aktivitas warga juga tercermin pada omzet pedagang kaki lima (PKL) yang mencapai Rp149.941.500. Data tersebut dihimpun melalui pendataan lintas perangkat daerah yang terlibat dalam kegiatan.

Rinciannya, sektor kuliner menjadi penyumbang terbesar dengan perputaran Rp140.717.500, sedangkan sektor nonkuliner mencatat omzet Rp9.324.000. Jika dilihat komposisinya, kuliner menyumbang sekitar 93,8 persen dari total omzet PKL, sementara rata-rata omzet per pedagang sekitar Rp672.383.

Omzet PKL CFD Tegar Beriman Cibinong didominasi kuliner

Angka omzet Rp149.941.500 menunjukkan bahwa CFD Tegar Beriman mampu menjadi ruang transaksi, bukan sekadar area car free yang steril dari aktivitas ekonomi. Dominasi kuliner terlihat dari besarnya kontribusi Rp140.717.500. Perbedaan yang cukup lebar dibanding nonkuliner mengindikasikan pola belanja pengunjung yang cenderung mencari kebutuhan praktis selama berada di lokasi, seperti makanan dan minuman.

Komposisi sekitar 93,8 persen untuk kuliner juga memberi gambaran tentang jenis produk yang paling cepat bergerak ketika arus pengunjung meningkat. Pada hari CFD, pengunjung biasanya menghabiskan waktu lebih lama di area kegiatan, sehingga peluang pembelian berulang lebih terbuka. Sementara itu, omzet nonkuliner yang tercatat Rp9.324.000 menggambarkan segmen produk lain tetap berjalan, tetapi skalanya lebih kecil dibanding kategori makanan dan minuman.

Rata-rata omzet per pedagang sekitar Rp672.383 memperlihatkan bahwa pendapatan tidak hanya terkonsentrasi pada beberapa pelaku. Meski demikian, angka rata-rata tetap perlu dibaca sebagai gambaran umum, karena realisasi di lapangan bisa berbeda tergantung lokasi lapak, jenis barang, serta respons pengunjung pada jam-jam ramai.

Transaksi meningkat saat warga berkunjung dalam jumlah besar

CFD Tegar Beriman di Cibinong pada dasarnya menghadirkan ruang publik untuk berolahraga dan berekreasi. Namun, ketika warga datang dengan jumlah yang lebih ramai, peluang pasar bagi pelaku usaha lokal ikut terbuka. Pedagang tidak hanya menawarkan produk, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan calon pembeli yang datang sebagai pengunjung kegiatan.

Kondisi ini berdampak pada perputaran uang di sekitar lokasi. Dengan adanya aktivitas masyarakat yang padat, transaksi cenderung mengalir lebih cepat, terutama pada kategori yang bisa langsung dikonsumsi. Pada saat yang sama, keberadaan CFD membuat pengunjung memiliki alasan untuk singgah, sehingga para pedagang mendapatkan momen untuk menawarkan produk sepanjang berlangsungnya acara.

Ruang publik sebagai pengungkit ekonomi lokal

Bupati Bogor Rudy Susmanto menilai CFD sejak awal diarahkan agar manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat. Ia menekankan bahwa ruang publik tidak semata difungsikan untuk aktivitas olahraga, tetapi juga dapat menjadi tempat bertumbuhnya aktivitas ekonomi warga. Perspektif ini menggeser cara pandang bahwa CFD hanya urusan kebugaran, menjadi juga instrumen pemberdayaan ekonomi skala lingkungan.

Menurutnya, di lokasi CFD terdapat UMKM, pedagang, transaksi, dan perputaran ekonomi masyarakat. Dengan kata lain, keberhasilan program tidak hanya diukur dari ramai atau tidaknya pengunjung, tetapi juga dari seberapa nyata ruang publik menghadirkan manfaat ekonomi bagi pelaku usaha lokal.

Harapan yang disampaikan adalah agar masyarakat tetap sehat, UMKM bergerak, pedagang memperoleh penghasilan, dan ekonomi lokal ikut tumbuh. Pada titik ini, angka omzet PKL menjadi indikator yang bisa dibaca sebagai bukti dampak tersebut, setidaknya pada pelaksanaan CFD yang berlangsung pada 20 September 2026.

Pendataan omzet PKL dilakukan kolaboratif lintas perangkat daerah

Proses pendataan omzet PKL pada pelaksanaan CFD Tegar Beriman dilakukan secara kolaboratif oleh sejumlah perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor. Keterlibatan banyak instansi membantu memastikan pengumpulan data berjalan lebih terstruktur, terutama ketika kategori pedagang beragam dan berada di titik-titik lokasi yang berbeda.

Di antaranya, pendataan melibatkan Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah; Dinas Perikanan dan Peternakan; Dinas Ketahanan Pangan; Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan; serta Dinas Perdagangan dan Perindustrian. Sementara itu, proses pendataan dan pengolahan statistik didukung Bidang Persandian dan Statistik Diskominfo Kabupaten Bogor.

Hasil pendataan tersebut memberikan gambaran mengenai aktivitas ekonomi yang muncul selama CFD Tegar Beriman. Dengan adanya data omzet Rp149.941.500 dan rinciannya per sektor, penyelenggara memiliki bahan untuk menilai pola perputaran ekonomi, termasuk melihat sektor mana yang paling dominan serta bagaimana rata-rata pendapatan pedagang pada hari kegiatan berlangsung.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x