
INFOSENTULCITY.ID – Seorang pelajar laki-laki berusia 16 tahun berinisial A mengalami luka berat setelah tertemper rangkaian Commuter Line atau KRL saat hendak menyeberangi jalur rel di Desa Gintung Cilejit, Kecamatan Parungpanjang, Kabupaten Bogor, Selasa (15/9/2026). Kejadian berlangsung di jalur perlintasan kereta Km+43 sekitar pukul 14.00 WIB, ketika korban baru pulang sekolah dan melintas untuk menuju rumahnya.

Kapolsek Parungpanjang Kompol Mohamad Taufik menjelaskan bahwa korban tidak sempat menghindari kereta yang datang. Saat berada di jalur rel, kereta diketahui membunyikan klakson, namun benturan tetap terjadi dan menyebabkan korban mengalami luka dengan kondisi serius.
Menurut keterangan polisi, korban saat itu berada di area rel untuk menyeberang. Tidak ada indikasi bahwa korban sempat menjauh atau kembali ke sisi aman ketika rangkaian melintas. Peristiwa ini kemudian menarik perhatian karena lokasi kejadian merupakan titik perlintasan yang selama ini seharusnya dipahami sebagai area dengan risiko tinggi bagi pejalan kaki.
Petugas kemudian melakukan penanganan awal di lokasi. Warga dan petugas memberikan pertolongan sebelum korban dibawa ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan dan tindakan medis lebih lanjut. Proses evakuasi dilakukan seiring penanganan di lapangan agar korban segera mendapatkan layanan.

Korban awalnya dievakuasi ke Puskesmas Parungpanjang. Namun, karena luka yang dialami dinilai cukup berat, korban dirujuk ke Rumah Sakit Mitra Keluarga Tangerang untuk penanganan lanjutan. Kompol Mohamad Taufik menegaskan bahwa korban tidak meninggal dunia, tetapi kondisinya termasuk luka berat.
Di sisi lain, penanganan terhadap korban juga menjadi prioritas karena kondisi pada korban setelah tertemper rangkaian memerlukan pemeriksaan menyeluruh. Dengan rujukan ke rumah sakit, tim medis dapat menangani dampak benturan secara lebih intensif sesuai kebutuhan.
Pihak KAI Commuter membenarkan adanya kejadian penemperan terhadap seorang pelajar di wilayah Parungpanjang. VP Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda menyebut rangkaian yang terlibat adalah Commuter Line Rangkasbitung No.1725D.
Karina menjelaskan bahwa rangkaian sempat berhenti sementara. Petugas Masinis kemudian berkoordinasi dengan Petugas Pengamanan Stasiun serta Petugas Perawatan Sarana Commuter Line di Stasiun Parungpanjang untuk melakukan evakuasi penemper dan pemeriksaan kerusakan pada rangkaian.
Setelah pemeriksaan dilakukan, perjalanan Commuter Line kembali dilanjutkan. KAI Commuter menyatakan rangkaian dinyatakan dalam kondisi aman dan tidak mengalami kerusakan akibat kejadian tersebut. Sementara itu, penemper mengalami luka-luka dan dibawa ke Puskesmas Parungpanjang untuk penanganan lebih lanjut sebelum dirujuk.
Peristiwa ini memperlihatkan pentingnya kehati-hatian saat melintas di sekitar jalur rel, terutama bagi pejalan kaki yang tengah berada dalam aktivitas harian seperti pulang sekolah. Dengan adanya pemeriksaan rangkaian dan penanganan medis, proses keselamatan di area stasiun dan respons layanan darurat dapat berjalan beriringan.






Tidak ada komentar