Car Free Day Kota Bogor kembali digelar di Jalan Sudirman 13 September 2026

3 menit membaca View : 11
Abdul Halim
News, Olahraga - 12 Sep 2026

INFOSENTULCITY.ID – Pemerintah Kota Bogor kembali menggelar Car Free Day (CFD) di Jalan Sudirman. Kegiatan akhir pekan ini dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 13 September 2026, sekaligus menjadi ruang publik bagi warga untuk beraktivitas fisik tanpa kendaraan bermotor.

Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, menegaskan CFD bukan sekadar agenda seremonial. Program tersebut diarahkan agar masyarakat membiasakan olahraga dan gerak aktif sebagai bagian dari rutinitas harian, mulai dari lingkungan terdekat seperti sekolah, tempat kerja, hingga keluarga.

Jadwal Car Free Day Bogor di Jalan Sudirman

Pelaksanaan CFD kali ini berpusat di Jalan Sudirman, Kota Bogor. Dedie A Rachim menyampaikan kegiatan akan dimulai pada Minggu, 13 September 2026, setelah pada akhir pekan sebelumnya agenda serupa juga sempat menjadi sorotan warga karena suasananya yang lebih lega dan nyaman untuk berjalan atau bersepeda.

Keberadaan CFD di koridor utama seperti Jalan Sudirman memiliki nilai tersendiri, karena aktivitas warga terkonsentrasi di area yang mudah dijangkau. Dengan penutupan sementara untuk kendaraan, ruang jalan yang biasanya dipenuhi lalu lintas justru berubah fungsi menjadi ruang publik untuk aktivitas fisik ringan sampai sedang.

CFD untuk membangun budaya hidup aktif

Dedie A Rachim menilai budaya aktif tidak cukup dibentuk hanya lewat kegiatan pemerintah di ruang publik. Menurutnya, kebiasaan bergerak perlu ditanamkan secara konsisten di berbagai tempat, agar dampaknya tidak berhenti saat CFD selesai.

Ia menekankan bahwa pembelajaran kebiasaan hidup sehat seharusnya hadir sejak aktivitas harian berlangsung. Artinya, dorongan untuk terus bergerak dan berolahraga perlu direplikasi di sekolah, di lingkungan kerja, di tingkat kelurahan, hingga di rumah bersama keluarga.

Keberhasilan olahraga diukur dari aktivitas warga

Dalam pandangan Wali Kota Bogor, keberhasilan pembangunan di bidang olahraga tidak dapat hanya diukur dari banyaknya kegiatan yang diselenggarakan. Pemerintah bisa saja menggelar berbagai program, tetapi ukuran utamanya adalah apakah masyarakat benar-benar meningkatkan aktivitas fisik dan menjaga kebugaran.

CFD kemudian ditempatkan sebagai salah satu instrumen yang membantu mengubah perilaku. Ketika warga terbiasa memanfaatkan ruang jalan untuk berjalan, berlari ringan, atau bersepeda pada momen tertentu, harapannya kebiasaan itu tumbuh menjadi rutinitas yang berkelanjutan di luar jadwal CFD.

Kebijakan olahraga berbasis data dan indikator terukur

Dedie A Rachim juga menyinggung pendekatan perumusan kebijakan. Ia menyatakan setiap kebijakan di bidang olahraga perlu dirancang berdasarkan data serta indikator yang terukur, disesuaikan dengan kondisi riil yang ada di masyarakat.

Pendekatan berbasis data ini penting agar program tidak hanya berhenti pada aktivitas yang tampak di permukaan. Dengan indikator yang jelas, pemerintah dapat menilai apakah intervensi seperti CFD benar-benar mendorong perubahan perilaku, termasuk peningkatan frekuensi aktivitas fisik warga.

Dengan agenda CFD yang kembali digelar pada 13 September 2026 di Jalan Sudirman, Pemkot Bogor tampak ingin memperkuat kesinambungan antara ruang publik, pembiasaan hidup aktif, serta perencanaan kebijakan yang lebih terukur melalui data di lapangan.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x