Deepfake Pornografi, Ratusan Pelajar Cileungsi Bogor Dilaporkan ke Polres

4 menit membaca View : 28
Abdul Halim
Hukum & Kriminal, News - 14 Sep 2026

INFOSENTULCITY.ID – Ratusan pelajar SMA di wilayah Cileungsi, Kabupaten Bogor, dilaporkan menjadi korban konten pornografi berbasis manipulasi kecerdasan buatan atau deepfake AI. Dugaan ini mencuat setelah muncul foto yang wajahnya disebut diedit dan ditempelkan pada tubuh perempuan lain dalam kondisi tanpa busana, lalu disebarkan melalui akun media sosial hingga tersambung ke situs judi online.

Perkara tersebut telah masuk ke proses hukum. Kuasa hukum saksi, Muhammad Ari Pratomo, menyampaikan bahwa pelaporan dilakukan ke Polres Bogor melalui laporan polisi nomor LP/B/1143/V/2026/SPK/Polres Bogor/Polda Jawa Barat tertanggal 19 Mei 2026. Dalam pemeriksaan awal, pihak penyidik juga mengarah pada temuan di perangkat telepon seluler yang diduga milik terduga pelaku.

Modus deepfake AI pada korban pelajar di Cileungsi

Menurut keterangan Ari Pratomo, wajah para siswa korban diedit dan dipasang pada tubuh perempuan lain yang ditampilkan tanpa busana. Hasil editan itu kemudian beredar, baik melalui sejumlah akun media sosial maupun sampai ke situs judi online. Ari menuturkan bahwa para korban tidak hanya mengetahui dari unggahan yang beredar, tetapi juga sempat menanyakan langsung kepada pelaku, saat pengakuan disebut muncul dan direkam.

Dalam penjelasan kuasa hukum saksi, konten yang beredar diduga memanfaatkan foto yang sebelumnya didapat dari media sosial para korban. Setelah itu, foto korban diedit tanpa persetujuan pemiliknya, lalu digunakan sebagai bahan pembuatan konten deepfake. Pola ini menjadi perhatian karena melibatkan identitas nyata orang yang seharusnya tidak boleh dipakai untuk konten seksual, apalagi ketika korbannya masih berstatus pelajar.

Telepon seluler terduga pelaku, ribuan file diduga hasil AI

Ari menyebut bahwa telepon seluler yang diduga milik pelaku sempat diperiksa. Dari perangkat tersebut, ditemukan ribuan foto serta video yang diduga merupakan hasil editan menggunakan AI. Selain jumlah file, pemeriksaan juga menyinggung jejak akses ke beberapa situs yang disebut pernah diunggah, termasuk situs judi online.

Ia menjelaskan bahwa di dalam perangkat tersebut sempat terlihat adanya beberapa website yang pernah memuat unggahan. Temuan seperti ini biasanya menjadi petunjuk penting bagi penyidik untuk menelusuri alur penyebaran, mulai dari pembuatan konten, pengunggahan, sampai distribusi lanjutan yang berpotensi melibatkan jaringan lebih luas.

Inisial terlapor dan dugaan peran berbeda

Dalam perkara ini, terdapat dua orang yang dilaporkan dengan inisial KF dan DCN. Ari menyampaikan bahwa keduanya diduga memiliki peran yang berbeda, salah satunya disebut sebagai pihak yang menyuruh atau menjadi inisiator, sementara yang lain diduga berperan sebagai pembuat konten. Pemisahan peran seperti ini penting untuk menilai unsur kesengajaan dan tanggung jawab masing-masing pihak dalam proses pembuatan serta penyebaran.

Perkara ini juga disebut terungkap setelah terjadi perselisihan di antara dua pihak yang diduga terlibat. Salah satu terduga pelaku kemudian membongkar keberadaan foto pornografi hasil editan tersebut, lalu informasi itu disampaikan kepada korban dan sejumlah teman lainnya. Dari rangkaian pengakuan yang muncul, Ari menyebut bahwa pengakuan tersebut kemudian diolah menjadi bahan laporan dan diserahkan ke Polres Bogor.

Diduga berlangsung sejak 2025, sebagian korban melanjutkan kuliah

Kuasa hukum saksi mengungkapkan bahwa dugaan kasus ini telah berlangsung sejak 2025, ketika para korban masih berstatus pelajar. Dalam perkembangan terbaru, terduga pelaku disebut telah lulus, sementara sebagian korban melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, dan sebagian lainnya masih bersekolah.

Rentang waktu yang panjang membuat dampaknya berlapis, tidak hanya pada kerentanan saat masih sekolah, tetapi juga pada masa setelahnya. Konten deepfake yang beredar di internet dapat terus dipertontonkan ulang tanpa kendali, sehingga korban bisa mengalami tekanan sosial dan psikologis dalam jangka waktu lama.

Dampak psikologis dan permintaan proses hukum cepat

Ari menyebut adanya korban yang diduga mengalami tekanan psikologis setelah mengetahui dirinya menjadi korban deepfake AI. Kondisi ini biasanya muncul karena rasa malu, takut identitasnya makin tersebar, serta kekhawatiran menghadapi lingkungan sekolah atau pergaulan. Dalam keterangan tersebut, kuasa hukum saksi berharap proses hukum berjalan cepat dan tidak berlarut-larut agar para korban dapat kembali fokus menjalani pendidikan.

Ia juga menyampaikan harapannya agar penanganan perkara segera diproses, termasuk agar korban dapat segera melanjutkan aktivitas akademik tanpa gangguan berkepanjangan. Di sisi lain, Ari mengimbau korban lain yang merasa mengalami hal serupa untuk berani melapor, mengingat jumlah korban dalam perkara ini diduga belum seluruhnya terungkap.

Sejumlah pihak korban disebut telah mengonfirmasi langsung kepada terduga pelaku hingga muncul pengakuan yang sempat direkam. Informasi itu kemudian menjadi bagian dari laporan kepada kepolisian, sehingga penyidik memiliki dasar untuk menindaklanjuti proses pemeriksaan dan penelusuran lebih luas terkait distribusi konten.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x