
INFOSENTULCITY.ID – Kebakaran melanda kawasan Ruko Dua Raja di Pasar Ciluar, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, pada Rabu 9 September 2026 siang. Peristiwa ini membuat enam ruko terdampak, sementara petugas memastikan tidak ada korban jiwa. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bogor, Yudi Santosa, menyampaikan bahwa penyebab kebakaran masih diselidiki.

Insiden bermula setelah laporan diterima petugas pada pukul 12.04 WIB. Tim kemudian bergerak dan mulai operasi pemadaman pada pukul 12.12 WIB. Upaya di lokasi akhirnya berhasil melokalisir kobaran api sekitar pukul 14.04 WIB, sehingga penyebaran ke bangunan lain dapat ditekan.
Menurut data dinas pemadam, total ada enam ruko yang terdampak akibat kebakaran di kawasan Ruko Dua Raja, Pasar Ciluar. Informasi ini penting untuk memetakan skala dampak, sekaligus menjadi acuan awal bagi proses pendataan kerusakan.
Yudi juga menegaskan bahwa hingga proses penanganan berlangsung, tidak ditemukan korban jiwa. Pernyataan tersebut meredakan kekhawatiran warga sekitar yang sebelumnya sempat melihat kepulan asap tebal di area ruko.

Proses penanganan dimulai setelah petugas menerima laporan pada pukul 12.04 WIB. Delapan menit berselang, tepatnya pukul 12.12 WIB, tim pemadam sudah melakukan operasi pemadaman di lokasi. Kecepatan respons ini berpengaruh pada upaya menahan api agar tidak merambat lebih luas.
Kobaran api kemudian berhasil dilokalisir sekitar pukul 14.04 WIB. Tahap pelokalisiran biasanya menjadi titik krusial karena pada fase ini petugas memastikan api tidak lagi menyebar ke unit lain, sekaligus mengatur strategi pendinginan agar bara tidak muncul kembali.
Penanganan kebakaran melibatkan beberapa unit damkar dari wilayah berbeda. Petugas dari Sektor Cibinong, Sektor Sentul City, Sektor Bogor Indo, serta Posdam Citeureup dikerahkan untuk menangani insiden tersebut.
Pengerahan lintas sektor menunjukkan bahwa kebutuhan sumber daya di lokasi cukup besar, baik untuk penguatan armada maupun pembagian tugas seperti pemadaman, pengamanan area, dan penanganan risiko merembet ke bangunan lain.
Informasi yang dihimpun petugas di lapangan menyebutkan kebakaran pertama kali diketahui oleh seorang karyawan Ruko Olive. Saat itu, karyawan sedang tidur di kamar lantai dua. Ia kemudian mencium bau asap dan mendengar suara seperti benda terbakar.
Ketika keluar dari kamar, lantai atas disebut sudah dipenuhi asap. Temuan awal semacam ini sering menjadi penentu cepat lambatnya api terdeteksi, terutama jika sumber panas berada di area tertutup atau baru terlihat setelah asap menumpuk.
Meski api telah berhasil dikendalikan dan dilokalisir, penyebab kebakaran belum diketahui. Yudi menyampaikan bahwa pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan pemicu serta kronologi kejadian secara lebih rinci.
Penyelidikan biasanya mencakup pemeriksaan kondisi bangunan, potensi sumber api, serta jejak yang tertinggal di area yang mengalami kerusakan. Hingga proses itu selesai, dugaan penyebab kebakaran belum dapat dipastikan.






Tidak ada komentar