
INFOSENTULCITY.ID – Pemerintah Kota Bogor memastikan pengangkutan sampah dari permukiman warga tetap berjalan meski mobilisasi armada menuju Tempat Pengolahan Akhir Sampah (TPAS) Galuga, Kabupaten Bogor, dihentikan sementara. Kebijakan ini diberlakukan menyusul kebakaran yang masih dalam proses penanganan di kawasan TPAS Galuga, sehingga akses masuk perlu diprioritaskan untuk kendaraan pemadam dan distribusi air.

Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, menyampaikan bahwa ada kesepakatan sementara yang membuat seluruh armada pengangkut sampah dari Kota Bogor tidak diperbolehkan masuk ke area TPAS Galuga. Dengan pengaturan tersebut, tidak ada truk sampah yang keluar masuk ke lokasi terdampak, baik dari Kota Bogor maupun Kabupaten Bogor, sementara upaya pemadaman dan penanganan berlangsung.
Penghentian mobilisasi armada dilakukan untuk menjaga kelancaran proses pemadaman. Akses menuju titik kebakaran dinilai terbatas, sehingga kendaraan pengangkut sampah tidak diprioritaskan. Pemerintah juga mengaitkan pengaturan ini dengan kebutuhan logistik di lokasi, termasuk agar distribusi air untuk pemadaman tidak terganggu.
Jenal menekankan bahwa pembatasan berlaku pada hari yang sama saat penanganan kebakaran berlangsung. Artinya, layanan pengangkutan dari masyarakat tidak berhenti total, tetapi alurnya dialihkan ke titik penampungan sementara. Langkah ini diharapkan mencegah sampah menumpuk di lingkungan permukiman, sekaligus memastikan area TPAS Galuga tetap fokus untuk penanganan darurat.

Untuk menjaga agar sampah yang sudah terangkut tidak menimbulkan masalah baru, Pemkot Bogor menyiapkan beberapa titik transit sementara. Jenal menyebutkan ada penempatan di lahan eks Pancahapat BNR serta di kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Di lokasi-lokasi transit tersebut, armada juga ditutup terpal agar tidak berserakan dan mengurangi potensi bau berlebihan.
Pengalihan rute dan penempatan sementara ini menjadi bagian dari mitigasi agar proses penanganan kebakaran tidak tersendat. Selain itu, penutupan terpal membantu mengendalikan kondisi selama truk menunggu kebijakan lanjutan setelah api benar-benar padam.
Jenal menyebutkan ada sekitar 450 ton sampah yang telah terangkut dari lingkungan masyarakat, namun pergerakannya terhenti akibat kebakaran di TPAS Galuga. Informasi ini menunjukkan bahwa pengangkutan tidak berhenti di tingkat awal, melainkan berhenti pada tahap masuk ke lokasi terdampak.
Ia juga menjelaskan posisi sampah tersebut sudah berada di dalam truk. Dengan begitu, tantangan utama saat ini adalah memastikan sampah yang sudah terangkut memiliki tempat penampungan sementara yang aman sambil menunggu keputusan mobilisasi berikutnya bersama pihak terkait.
Pemkot Bogor melakukan komunikasi dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat terkait skenario pembuangan sampah apabila masa pemadaman berlangsung lebih lama dari perkiraan awal. Koordinasi lintas level pemerintahan ini penting karena kewenangan pengelolaan dan penentuan tujuan pembuangan dapat melibatkan pemerintah provinsi.
Jenal menyampaikan adanya opsi agar truk sampah yang tertunda bisa dibawa ke TPAS Nambo. Namun, opsi tersebut perlu dipertimbangkan secara saksama karena ada kekhawatiran menimbulkan persoalan baru di lokasi tujuan. Pemerintah tetap berupaya menjaga agar penanganan darurat tidak memindahkan dampak lingkungan ke titik lain yang belum tentu siap menampung lonjakan.
Ketika proses penanganan kebakaran dinyatakan selesai, Pemkot Bogor akan menyiapkan kebijakan lanjutan bersama Bupati. Jenal menyebut bahwa setelah api padam sepenuhnya, akan ada pengaturan baru mengenai bagaimana armada pengangkut sampah dapat kembali dimobilisasi.
Dengan adanya titik transit sementara, pembatasan akses, serta koordinasi dengan pemerintah provinsi, pemulihan alur pengangkutan diharapkan bisa berjalan bertahap. Sementara itu, pembaruan kebijakan akan mengikuti perkembangan penanganan kebakaran di TPAS Galuga dan keputusan otoritas terkait mengenai rute pembuangan berikutnya.






Tidak ada komentar